Ingin Punya Kulit Cantik Tidak Bersisik? Coba Gunakan Krim Urea

Memiliki kulit kering, kasar, dan bersisik pasti bisa menurunkan rasa percaya diri para wanita. Namun semua itu bisa diatasi dengan menggunakan krim yang tepat, yaitu krim urea.

Dalam ilmu medis, krim mengandung urea digunakan untuk mengatasi berbagai permasalahan kulit kering.

ingin punya kulit cantik tidak bersisik coba gunakan krim urea - alodokter

Urea dikenal sebagai keratolitik yang berarti zat ini bisa meningkatkan kelembapan kulit dengan cara melembutkan lapisan atas kulit. Hal tersebut bisa membantu menyingkirkan sel-sel kulit mati yang kering atau kasar.

Biasanya, krim yang dipakai untuk mengatasi kulit kering mengandung urea sekitar 10-40 persen.

Permasalahan kulit apa saja yang bisa diatasi oleh krim urea? Anda bisa mengaplikasikan krim urea untuk mengatasi kondisi seperti:

  • Kulit kering dan kasar.
  • Kapalan. Lapisan kulit yang mengeras.
  • Psoriasis. Kondisi ketika kulit menjadi memerah, menebal, kering serta bersisik.
  • Eksim atau eksema. Peradangan pada kulit yang menyebabkan munculnya rasa gatal, kulit kering, pecah-pecah, dan memerah .
  • Keratosis. Kondisi kulit kasar, bersisik akibat terpajan sinar matahari dalam jangka panjang.
  • Iktiosis. Sering disebut sebagai kulit sisik ikan atau kulit retak.

Selain mengatasi permasalahan kulit kering, krim urea juga bisa memperbaiki kuku yang rusak atau kuku yang tumbuh ke samping sehingga menyebabkan rasa sakit. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan krim urea dengan kadar 50 persen.

Gunakanlah Krim Urea Secara Tepat

Krim urea juga banyak dijual bebas di pasaran. Jika Anda ingin memakainya tanpa resep dokter, sebaiknya baca petunjuk pemakaiannya yang tertera pada kemasan. Pastikan Anda membeli krim urea yang telah terdaftar di BPOM RI.

Untuk amannya, sebaiknya Anda mengaplikasikan krim urea berdasarkan saran dokter. Sebelum memakai krim urea, cuci tangan Anda terlebih dahulu. Oleskan krim sesuai takaran pada kulit yang kering. Pijat dengan lembut hingga krim meresap pada kulit. Biasanya, krim ini dioles 1-3 kali sehari atau ikuti saran dari dokter.

Krim ini hanya untuk kulit bagian luar. Hindari mengaplikasikannya di daerah sekitar bibir, mulut, hidung, vagina, dan mata. Hindari pula mengoleskan krim ini pada kulit yang terluka atau dalam keadaan lembap.

Usai mengaplikasikan pada kulit yang kering, cuci tangan Anda kembali. Namun Anda tidak perlu mencucinya jika perawatan yang Anda lakukan adalah untuk menangani tangan yang kering.

Krim ini bisa menimbulkan efek samping ringan, seperti rasa gatal-gatal, kulit memerah, kulit terasa terbakar atau iritasi. Gejala alergi serius yang ditimbulkan akibat krim urea adalah bengkak, ruam, atau gatal pada wajah, lidah, atau tenggorokan. Anda juga bisa mengalami pusing berat dan sulit bernapas, namun efek samping serius seperti ini jarang terjadi.

Bagi ibu hamil dan menyusui, gunakan krim urea jika Anda mendapat izin atau disarankan oleh dokter Anda. Hal ini berlaku pula jika Anda sedang menjalani pengobatan tertentu pada kulit kering Anda. Kemungkinan krim urea dapat berinteraksi dengan obat yang sedang Anda gunakan.

Ada baiknya penggunaan krim urea dibarengi dengan mengonsumsi air putih 2,5 liter sehari dan memperbanyak konsumsi buah-buahan agar kesehatan kulit terjaga dari dalam tubuh. Hindari juga kebiasaan merokok.

Dengan pengaplikasian krim urea secara teratur dan sesuai petunjuk, ditambah gaya hidup sehat, kemungkinan Anda akan memperoleh kulit yang lebih sehat, halus, dan bebas sisik. Selamat mencoba.