Ingin Tubuh Atletis, Ini Kuncinya

Memiliki tubuh atletis merupakan cita-cita dan upaya dari sebagian orang. Untuk membentuk tubuh atletis tidak hanya membutuhkan olahraga, namun juga makanan penunjang.

Pola makan yang membentuk tubuh atletis tidak sekedar makanan dan minuman sebelum atau sesudah berolahraga, melainkan pola makan secara keseluruhan.

ingin tubuh atletis ini kuncinya - alodokter

Berikut beberapa jenis makanan penunjang yang akan mendukung asupan nutrisi untuk tubuh atletis:

  • Sumber karbohdirat seperti sereal, nasi, kentang, pasta, biji-bijian utuh, dan lain-lain.

Manfaat karbohidrat penting untuk mendukung penampilan tubuh atletis karena mengandung glukosa untuk energi saat berolahraga atau melakukan aktivitas fisik lain. Glukosa ekstra dalam bentuk glikogen akan disimpan dalam otot dan hati sebagai cadangan energi. Pada aktivitas yang membutuhkan banyak energi dengan cepat, tubuh mengandalkan glikogen tersebut.

Untuk orang yang berolahraga setiap hari, disarankan untuk mengonsumsi karbohidrat 50-60 persen dari menu harian. Hal ini akan mendukung kondisi kesehatan, berat badan, serta kemampuan.

  • Sumber protein seperi daging tanpa lemak, daging unggas, telur, kacang-kacangan, susu rendah lemak, dan lainnya.

Fungsi protein pada tubuh yaitu membangun sekaligus memperbaiki otot, meski sebagian kecil bisa digunakan sebagai sumber energi. Seberapa banyak asupan protein per hari sangat tergantung dari berat badan sekaligus aktivitas olahraga yang dilakukan. Jumlah protein yang direkomendasikan dari Pendidikan Olahraga Medis di Amerika (ACSM) yaitu dalam kisaran 15-20 persen dari menu sehari-hari.

Penelitian yang dilakukan tahun 2012 menunjukkan, asupan protein lebih sering meningkatkan pembentukan otot. Demikian juga jika Anda berniat menambah massa otot. Seorang peneliti menyarankan bahwa mengonsumsi 20 gram protein yang cepat dicerna setelah berolahraga akan mendukung pembentukan massa otot. Misalnya susu dan suplemen whey protein. Whey protein adalah salah satu kandungan protein yang terdapat di dalam susu atau produk sampingan dalam proses pembuatan keju.

  • Sumber lemak seperti kacang almond, kacang-kacangan, alpukat, minyak zaitun, dan lain-lain.

Sumber lemak dimanfaatkan sebagai sumber energi yang sangat diperlukan saat aktivitas olahraga jangka panjang seperti bersepeda dan lari jarak jauh. Kekurangan lemak tidak hanya memengaruhi tampilan tubuh altetis, namun juga dapat memicu gangguan penyerapan vitamin yang memerlukan lemak.

  • Sumber vitamin dan mineral

Meski vitamin dan mineral tidak menyediakan energi, namun fungsinya penting untuk membentuk tulang kuat, membawa oksigen ke seluruh tubuh, dan lain-lain. Beberapa jenis mineral juga sangat penting karena dapat memengaruhi kadar cairan dalam tubuh dan kinerja otot. Jika perlu, konsumsi multivitamin secara teratur berdasarkan konsultasi dengan dokter atau ahli nutrisi.

  • Memenuhi kebutuhan cairan

Asupan air sangat penting untuk menjaga temperatur dan menghidrasi tubuh. Sebelum berolahraga disarankan minum kurang lebih dua gelas dan dua jam sebelum berolahraga. Selama dan setelah berolahraga, disarankan untuk terus minum air setiap 15-20 menit sekitar satu gelas. Bahkan, air harus terus diminum meski tidak lagi merasa haus. Salah satu tanda cukupnya asupan air pada tubuh adalah warna urine yang cerah atau bening.

Untuk mencapai tubuh atletis yang diinginkan, konsultasikan pola olahraga dan nutrisi yang tepat dengan dokter dan ahli nutrisi, terutama bagi Anda yang memiliki kondisi medis tertentu. Karena, tidak semua orang bisa bebas melakukan olahraga jenis apa pun.