Ini Daftar Makanan Pelancar dan Penambah Kualitas ASI yang Harus Anda Ketahui

Air Susu Ibu atau ASI adalah makanan terbaik untuk bayi Anda, dan menyusui adalah cara paling sehat untuk memberi makan Si Kecil. Namun, sebagian wanita memiliki kendala saat menyusui, seperti ASI yang hanya sedikit atau tidak keluar sama sekali. Jika Anda mengalami hal seperti itu, tidak perlu panik. Karena ada beberapa makanan pelancar ASI yang dapat Anda konsumsi, di antaranya ikan salmon, produk susu rendah lemak (keju, yogurt, atau susu), gandum, buah, sayur, dan lainnya.

ASI sangat penting untuk buah hati Anda, karena ASI adalah makanan yang lengkap. ASI mengandung setidaknya 400 nutrisi, hormon, dan senyawa untuk melawan penyakit yang tidak ada dalam susu formula. Nutrisi yang terkandung di dalam ASI bahkan mampu menyesuaikan kebutuhan bayi saat ia tumbuh.

Breastfeeding food

Menyusui secara teratur dan benar dapat merangsang produksi ASI dengan sendirinya. Tubuh secara alami memproduksi ASI saat terdapat stimulasi dari buah hati di saat menyusu. Asupan gizi seimbang dan minum cukup air putih sebetulnya sudah cukup untuk menunjang produksi ASI yang baik. Namun faktor lain seperti stres, memiliki penyakit tertentu, penggunaan obat dan kekurangan gizi juga dapat memengaruhi produksi ASI.

Selain itu, Anda juga perlu memenuhi asupan cairan dan gizi yang baik saat menyusui untuk menghasilkan ASI berkualitas tinggi. ASI yang baik memerlukan kandungan gizi dan cairan yang cukup dari ibu menyusui, oleh karena itu penting bagi Anda untuk menjaga pola makan gizi seimbang dan cairan yang cukup untuk menjaga kualitas ASI. Pada masa menyusui, Anda disarankan menunda program diet karena dengan mengurangi porsi dan jenis makanan tertentu, ASI yang diproduksi dapat berkurang baik jumlah maupun kualitasnya.

Makanan Pelancar ASI untuk Tumbuh Kembang Si Kecil

Wanita kerap merasa khawatir dengan persediaan ASI-nya. Oleh karena itu, ibu menyusui disarankan untuk mengonsumsi beberapa makanan pelancar ASI, di antaranya:

  • Roti gandum Roti gandum kaya akan asam folat, yang sangat penting untuk perkembangan bayi Anda pada tahap awal kehamilan. Namun, fungsi pentingnya tidak berakhir saat Anda hamil saja, karena asam folat adalah nutrisi penting dalam ASI yang dibutuhkan untuk kesehatan Si Kecil dan ibu menyusui. Makanan yang mengandung gandum juga diduga dapat meningkatkan produksi susu pada ibu yang sedang menyusui. Meski belum didapatkan data yang akurat mengenai efek gandum terhadap produksi ASI, diduga kandungan zat besi yang tinggi pada gandum dapat menjadi makanan pelancar ASI. Jika tidak memiliki alergi atau intoleransi gluten, Anda dapat memasukkan roti gandum ke dalam menu harian Anda.
  • Bayam Bayam adalah sayuran yang mengandung zat besi. Sebuah studi menunjukkan bahwa kadar zat besi yang rendah memiliki keterkaitan dengan produksi ASI. Jika Anda merasa produksi ASI Anda sedikit, Anda disarankan untuk rajin mengonsumsi sayuran ini. Selain bayam, makanan yang juga merupakan sumber zat besi adalah daging merah (terutama hati), kacang-kacangan, buncis, dan sayuran berdaun hijau lainnya.
  • Kelabat (fenugreek) Makanan ini dipercaya dapat memperlancar ASI pada ibu menyusui karena mengandung zat yang dapat menstimulasi kelenjar dan saluran ASI untuk menghasilkan ASI lebih banyak. Namun menurut penelitian, efektivitas kelabat dalam memperlancar ASI masih meragukan. Perlu penelitian lebih lanjut untuk memantau efek pelancar ASI dari sumber makanan ini.
Makanan Penambah Kualitas ASI untuk Si Kecil

Makanan yang dikonsumsi saat menyusui dapat mempengaruhi kualitas ASI bagi si Kecil. Untuk menambah kualitas , Anda dapat mencoba beberapa makanan berikut:

  • Ikan salmon Ikan salmon mengandung DHA yang sangat penting untuk pengembangan sistem saraf bayi. Semua ASI mengandung DHA, namun kadar DHA pada ASI dari ibu yang mendapatkan asupan makanan dengan kandungan DHA akan jauh lebih tinggi dibanding ibu yang tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung DHA. Selain itu, DHA pada ikan salmon juga dapat membantu meningkatkan mood. Namun, badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat (FDA) merekomendasikan batasan jumlah konsumsi ikan salmon untuk wanita menyusui, wanita hamil, dan wanita yang merencanakan kehamilan, tidak lebih dari 12 ons atau setara dengan 2 porsi per minggu. Hal ini untuk membatasi jumlah merkuri yang akan diserap oleh Si Kecil.
  • Produk olahan susu rendah lemak Susu memberikan nutrisi yang dapat memperkuat tulang. Selain menyediakan protein dan vitamin B, susu dan produk olahan susu merupakan salah satu sumber kalsium terbaik. ASI mengandung kalsium yang baik untuk membantu pertumbuhan tulang Si Kecil. Oleh karena itu, pada saat menyusui, penting untuk mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kalsium guna memenuhi kebutuhan Anda dan Si Kecil. Cobalah untuk setidaknya mengonsumsi 3 cangkir susu (700 mL) setiap harinya.
  • Buah jeruk Jeruk banyak mengandung vitamin C dan juga dapat meningkatkan energi. Jeruk dan buah sitrus lainnya adalah makanan yang baik Anda konsumsi saat menyusui, karena ibu menyusui membutuhkan banyak vitamin C dibanding wanita hamil.
  • Telur Selain ikan salmon, telur juga mengandung DHA yang baik untuk Anda dan Si Kecil, di samping dapat memenuhi kebutuhan protein harian. Anda dapat memasukkan telur ke dalam menu sarapan pagi, siang, maupun makan malam.
Penting bagi ibu menyusui untuk mengetahui dan mengonsumsi makanan pelancar ASI yang telah dipaparkan di atas. Selain makanan pelancar ASI, saat menyusui, tubuh juga membutuhkan banyak cairan. Oleh karena itu, sebaiknya Anda banyak mengonsumsi air putih untuk menghilangkan rasa haus. Pantaulah warna urine ketika berkemih. Jika warna urine jernih dan Anda berkemih secara teratur, itu berarti cairan tubuh masih tercukupi. Warna urine kuning dan pekat atau merasa sering haus artinya Anda kekurangan cairan. Namun, batasilah konsumsi minuman yang mengandung kafein, karena kafein tidak baik untuk Si Kecil.

Jika Anda telah mencoba untuk mengonsumsi makanan pelancar ASI namun ASI masih tetap sedikit atau tidak keluar sama sekali, lebih baik segera berkonsultasi pada dokter atau ahli laktasi guna mendapatkan penanganan yang tepat.