Ini Daftar Obat Sakit Mata yang Harus Anda Ketahui

Terdapat beberapa jenis obat sakit mata yang harus Anda ketahui, di antaranya Air mata buatan (artificial tears) untuk membasahi mata kering, antihistamin, antibiotik, kortikosteroid, dan obat untuk pengobatan glaukoma.

Obat-obatan tetes mata digunakan untuk mengatasi keluhan dan penyakit pada mata yang tak jarang menimbulkan gangguan pada aktivitas sehari-hari. Apabila mengalami keluhan, obat sakit mata yang digunakan sangat bergantung pada penyebab yang mendasarinya.

eye pain medication

Masalah pada Mata dan Pengobatannya

Sakit mata mungkin disebabkan oleh adanya masalah pada mata. Selain itu, masalah atau kondisi di area tubuh lainnya ternyata juga dapat menyebabkan rasa sakit yang dirasakan mata Anda.

Rasa sakit pada bagian mata bisa menjadi gejala penting dari masalah kesehatan pada diri Anda. Mata bisa merasa lelah karena pemanfaatan sehari-hari. Lensa kontak atau kacamata pun turut menjadi penyebab dari sakit mata yang Anda rasakan.

Banyak hal yang menjadi penyebab sakit pada mata atau di sekitar area mata Anda. Biasanya, Anda dapat menggunakan obat sakit mata yang dijual bebas di pasaran. Namun, jika sakitnya parah atau menyebabkan Anda kehilangan fungsi penglihatan, Anda harus segera mendapatkan bantuan medis.

Beberapa masalah mata dan obat sakit mata yang penting untuk Anda ketahui, di antaranya:

  • Mata kering Keluhan ini dapat disebabkan oleh beberapa hal yakni : penurunan jumlah produksi air mata, air mata yang terlalu cepat menguap atau jika terdapat penyakit penyerta yang mendasari timbulnya gejala mata kering. Kadang obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan mata kering. Untuk mengatasi masalah tersebut, obat sakit mata yang cocok yakni air mata buatan (artificial tears). Obat tetes mata ini berfungsi sebagai pelumas untuk membasahi mata yang kering sehingga mata senantiasa basah dan mengurangi rasa tidak nyaman yang dirasakan. Obat tetes mata ini dapat didapatkan di apotek dan dapat dijual bebas tanpa resep khusus dari dokter. Selain dalam sediaan obat tetes, air mata buatan juga terdapat dalam bentuk gel. Kompres hangat pada mata selama 10 menit juga dapat menstimulasi pembentukan pelumas pada mata untuk meringankan gejala mata kering. Namun untuk mendapatkan efek yang terbaik sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter atau spesialis mata untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.  Jika obat tetes mata jenis air mata buatan ini tidak memberikan efek yang diharapkan, dokter Anda mungkin akan meresepkan obat tetes seperti siklosporin untuk merangsang produksi air mata atau liftegrast untuk mengurangi peradangan pada mata. Selain itu, Anda juga dapat menggunakan obat tetes kortikosteroid. Dan obat tetes anti-inflamasi non steroid (OAINS) juga dapat Anda gunakan untuk mengatasi mata kering. Penggunaan obat-obatan tetes mata golongan kortikosteroid dan obat khusus lainnya perlu dikonsultasikan dengan dokter atau dokter spesialis mata terlebih dahulu.
  • Mata merah Mata merah biasanya bersifat sementara dan cepat sembuh. Beberapa penyebab mata merah yakni konjungtivitis (pink eye) yang dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau alergi, dan blefaritis. Obat sakit mata merah yang tepat tergantung pada penyebab spesifiknya. Untuk meringankan gejala mata merah akibat infeksi virus cara sederhana dengan kompres dingin mata atau pemberian air mata  buatan yang dingin biasanya dapat mengatasi gejala dalam waktu 1-2 minggu. Pengobatan antivirus tetes mata atau oral perlu diberikan pada infeksi herpes pada mata, gejalanya berupa nyeri pada satu sisi mata, gangguan penglihatan, silau pada mata yang terkena dan terdapat lentingan berisi cairan pada kelopak mata yang sakit. Penyakit ini perlu ditangani oleh spesialis mata. Pada kasus mata merah karena infeksi bakteri dokter dapat meresepkan antibiotik tetes, salep untuk mata atau pun antibiotik oral  jika terdapat gejala mata merah yang disebabkan oleh infeksi bakteri, gejalanya biasanya berupa mata merah disertai nanah (belekan) dan biasanya terdapat nyeri atau gatal. Mata merah disertai gatal yang disebabkan oleh alergi dapat diobati dengan menghindari faktor pencetus (misalnya debu)  kompres dingin mata, atau pun obat antihistamin tetes mata.  Perlu diingat Anda perlu segera berkonsultasi dengan dokter spesialis mata jika gejala mata merah disertai: nyeri mata berat dan menetap, gangguan penglihatan, riwayat trauma/cedera kepala, riwayat terkena zat kimia atau jika gejala tidak membaik setelah pengobatan.
  • Glaukoma Glaukoma adalah rusaknya saraf optik yang menghubungkan mata dengan otak. Hal ini dapat menyebabkan kebutaan jika tidak terdeteksi dan diobati sejak dini. Adapun gejala yang ditimbulkan yakni mata merah, sakit kepala berat, mual, dan penglihatan menjadi kabur. Obat sakit mata untuk glaukoma biasanya dengan carbonic anhydrase (CA) inhibitor  misalnya acetazolamide  atau golongan diuretik yang berfungsi untuk mengurangi tekanan di dalam bola mata Anda, perawatan laser dan prosedur operasi  untuk membuka saluran penyerapan cairan di dalam bola mata  yang tersumbat untuk mengurangi tekanan dan memperbaiki sistem penyerapan cairan di mata Anda. Glaukoma merupakan kondisi serius dan perlu segera mendapatkan penanganan dari spesialis mata untuk mencegah kebutaan permanen.
  • Mata tegang atau lelah Istilah mata tegang atau lelah menggambarkan sekelompok gejala yang terjadi setelah penggunaan mata secara berlebihan. Meski ketegangan mata dapat terasa tidak nyaman, hal tersebut tidak menyebabkan kerusakan mata. Penggunaan komputer yang berlebihan atau pencahayaan yang tidak memadai dapat menyebabkan ketegangan pada mata. Gejalanya meliputi sakit kepala, penglihatan kabur, adanya perasaan kering pada mata, dan sensasi ketidaknyamanan lainnya. Untuk mengatasi mata tegang atau lelah, obat sakit mata yang dapat Anda gunakan adalah beristirahat sejenak untuk mengurangi kelelahan pada otot mata dan jika tidak membaik Anda dapat menggunakan obat tetes mata. Selain itu, Anda dapat mengompres mata Anda dengan kain yang telah direndam ke dalam air hangat.
  • Benda asing pada mata Benda asing pada mata adalah sesuatu yang memasuki mata yang berasal dari luar tubuh. Hal ini bisa berupa apa saja, dari partikel debu hingga pecahan logam. Benda asing yang masuk pada mata Anda, kemungkinan besar akan memengaruhi kornea mata atau konjungtiva. Pasalnya, benda asing yang masuk ke mata memang jarang masuk ke bagian belakang bola mata Anda. Namun, benda asing tersebut dapat menyebabkan goresan pada kornea sehingga mata berisiko terinfeksi dan mengalami gangguan penglihatan. Adapun gejala yang ditimbulkan dari benda asing tersebut adalah adanya rasa ketidaknyamanan pada mata, nyeri mata, mata menjadi merah, rasa sakit saat melihat cahaya, dan berkedip berlebihan. Beberapa macam benda asing yang paling umum masuk pada mata, adalah bulu mata, lendir kering, serbuk gergaji, kotoran, pasir, kosmetik, lensa kontak, partikel logam, zat kimia, dan pecahan kaca. Kotoran biasanya masuk mata karena terbawa angin, sedangkan bahan tajam seperti logam/kaca bisa masuk ke mata akibat ledakan atau kecelakaan dengan alat seperti palu atau pemotong rumput. Perlu diketahui, bahwa benda asing yang masuk ke mata dengan kecepatan tinggi berisiko tinggi menyebabkan cedera berat pada mata Anda.Beberapa hal yang dapat Anda lakukan ketika mengalami masalah ini, yakni cuci tangan dengan sabun dan air; cobalah untuk menyiram objek/benda asing pada mata dengan menggunakan air hangat; jika Anda menggunakan lensa kontak, sebaiknya lepaskan lensa terlebih dahulu atau saat Anda mengairi permukaan mata dengan air. Terkadang benda asing dapat berada di bawah lensa kontak.  Masalah ini sangat membahayakan penglihatan Anda. Biasanya, hal yang sering terjadi disebabkan oleh lensa kontak. Jika Anda kerap sering menggunakan lensa kontak, ada baiknya Anda mengetahui informasi terkait penggunaan lensa kontak yang baik dan benar untuk menghindari masalah tersebut, jangan gunakan lensa kontak yang retak atau rusak; saat membersihkan, gosok lensa kontak dengan jemari Anda, lalu bilas lensa dengan larutan sebelum merendamnya. Jika Anda mengalami masalah mata seperti ini, Anda sangat membutuhkan pertolongan medis. Jangan mencoba untuk menghilangkan benda asing tersebut sendiri. Selain itu, Anda dilarang untuk menekan atau menggosok mata, dan tidak disarankan untuk menggunakan pinset atau penyeka kapas di permukaan mata.
Penggunaan kortikosteroid tetes mata perlu disesuaikan dengan saran dan dosis yang dianjurkan dokter. Tidak semua penyakit pada mata perlu menggunakan obat ini, kecuali pada penyakit yang dapat menimbulkan kerusakan struktural mata. Penyimpanan obat tetes mata harus sesuai dengan petunjuk penggunaan yang tertera pada label atau sesuai anjuran dokter. Simpanlah obat tetes mata di tempat yang bersih Jangan biarkan botol obat tetes mata terbuka terlalu lama setelah pemakaian untuk mencegah kontaminasi dengan debu. Dan tak kalah penting, apa pun keluhan pada mata usahakan agar tidak mengusap mata untuk mencegah infeksi dan iritasi berlanjut.

Sakit mata memang tidak dapat dianggap sepele, karena aktivitas sederhana pun akan terganggu jika mengalami masalah pada mata. Anda pun dapat menggunakan obat anti-inflamasi non steroid seperti ibuprofen untuk membantu mengurangi pembengkakan, nyeri, dan demam. Namun, obat sakit mata harus tetap berdasarkan anjuran dokter, ya. Jika masalah mata yang Anda alami tidak juga membaik, segera konsultasikan pada dokter spesialis mata untuk mendapatkan penanganan yang tepat.