Ini Fakta Terapi Sengat Lebah dan Arthritis

Tertarik melakukan terapi sengat lebah untuk mengatasi arthritis? Kenali dulu manfaat dan risiko yang mungkin menghampiri Anda.

Terapi sengat lebah mungkin tidak terlalu asing di telinga Anda. Bagaimana tidak, terapi ini sudah ada bahkan sejak beberapa abad lalu. Terapi yang menggunakan racun lebah yang sudah diekstrak dan diencerkan ini, dikenal dapat digunakan untuk menangani kondisi seperti arthritis. Tapi, benarkah terapi sengat lebah dapat memberikan manfaat tersebut?

bee venom therapy

Hasil Penelitian Terapi Sengat Lebah

Pada sengat lebah terdapat hormon glukokortikoid yang dipercaya dapat mencegah inflamasi radang sendi atau arthritis. Penelitian yang dilakukan terhadap kelinci menunjukkan bahwa suntikan racun lebah dapat mencegah perkembangan arthritis.

Sedangkan penelitian yang dilakukan pada manusia menunjukkan bahwa mereka yang melakukan terapi akupuntur dengan sengat lebah dapat mengurangi beberapa kondisi, misalnya sendi membengkak, dan nyeri sendi.

Selain itu, racun lebah juga mengandung zat yang dikenal sebagai adolapin. Zat ini diketahui dapat meredakan rasa nyeri, mengurangi pembengkakan, meningkatkan sirkulasi darah, dan berperan sebagai antiinflamasi.

Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Pasalnya, ada sebagian orang yang memiliki alergi terhadap sengatan lebah, sehingga disarankan untuk melakukan tes terlebih dahulu.

Obati Arthritis dengan Cara Lain

Manfaat terapi sengat lebah untuk penderita arthritis masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Jika Anda tidak yakin untuk melakukan terapi ini, Anda dapat melakukan pengobatan athritis dengan cara lain yang sudah memiliki cukup bukti penelitian. Misalnya penggunaan obat-obatan, terapi fisik, atau operasi.

Adapun obat yang dapat diberikan kepada penderita arthritis antara lain seperti:

  • Kortikosteroid Obat ini berfungsi untuk menekan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi peradangan. Obat ini dapat disuntikkan langsung ke dalam sendi atau diminum.
  • Counterirritant Obat yang tersedia dalam bentuk salep dan krim ini dapat mengurangi rasa sakit pada bagian sendi dengan mengganggu transmisi sinyal rasa sakit ke otak Anda. Hasilnya, rasa sakit akan berkurang.
  • Analgesik Meski dapat mengurangi rasa sakit, obat ini tidak dapat meredakan inflamasi yang terjadi pada penderita arthritis.
  • Obat antirematik Obat ini bekerja dengan menghentikan atau menghambat sistem kekebalan tubuh Anda agar tidak menyerang sendi dan membuatnya sakit. Obat ini sering digunakan pada penderita radang sendi.
  • Obat anti-inflamasi nonsteroid Jika obat analgesik hanya dapat mengurangi rasa sakit, obat yang satu ini dapat membantu penderita arthritis dalam mengurangi inflamasi dan rasa sakit. Meski begitu, obat ini memiliki efek samping yang berupa peningkatan risiko stroke atau serangan jantung dan iritasi pada lambung. Jika Anda khawatir dengan efek sampingnya, Anda mungkin dapat menggunakan obat anti-inflamasi nonsteroid dalam bentuk gel atau krim.
Sedangkan operasi yang dapat dilakukan untuk mengatasi arthritis antara lain adalah perbaikan sendi, penggantian sendi, dan penggabungan sendi. Selain prosedur di atas, Anda juga bisa melakukan cara-cara sederhana di rumah untuk meredakan gejala arthritis. Bagi yang kelebihan berat badan, olahraga dan menurunkan berat badan akan berdampak pada menurunnya beban terhadap persendian Anda. Olahraga juga membantu persendian tetap lentur. Selain itu, kompres dingin maupun panas bisa membantu meredakan arthritis.

Terapi sengat lebah mungkin cukup dikenal dalam mengobati arthritis dan masalah sendi lainnya. Meski begitu, hal ini masih memerlukan lebih banyak penelitian. Konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter Anda sebelum melakukan terapi sengat lebah ini.