Ini Gejala Deviasi Septum yang Sering Tidak Disadari

Deviasi septum adalah sebuah kondisi dimana dinding tipis yang membatasi kedua lubang hidung tidak berada tepat di tengah. Dinding (septum) ini terbuat dari tulang rawan dan tulang keras.

Pada orang yang mengalami deviasi septum, hidung dapat terlihat membengkok, atau cenderung miring. Lubang hidung menjadi tidak sama besar, yang satu akan lebih lebar dibanding lubang hidung lainnya. Sepintas, deviasi septum ini tidak tampak mengganggu. Namun, ada sejumlah gangguan yang mungkin ditimbulkan dan dapat berpengaruh pada kesehatan.

deviasi septum - alodokter

Mengenali Gejala Gangguan Akibat Deviasi Septum

Sebagian orang sudah mengalami deviasi septum sejak lahir. Hal ini dapat berkaitan dengan penyimpangan perkembangan janin saat di dalam rahim, yang kemudian menyebabkan kondisi yang tampak lebih jelas ketika bayi sudah lahir. Meski demikian, banyak pula yang mengalami deviasi septum setelah dewasa, seperti karena mengalami kecelakaan atau cedera pada bagian hidung.

Uniknya, tidak semua orang menyadari bahwa dirinya mengalami hal ini. Agar mengetahui kondisi ini lebih jauh, Anda dapat mengenali melalui gejala-gejala berikut ini:

  • Selalu tidur menghadap satu sisi

Kebiasaan itu mungkin menandakan Anda mengalami deviasi septum. Kondisi lubang hidung Anda sempit sebelah, sehingga Anda cenderung tidur menghadap di sisi tertentu. Umumnya hal ini dilakukan agar bisa bernapas lebih leluasa saat tidur, menggunakan lubang hidung yang lebih lebar.

  • Sakit kepala dan nyeri pada wajah

Kondisi septum hidung yang tidak berada tepat di tengah, dapat memengaruhi dinding hidung bagian dalam. Hal ini mungkin saja menyebabkan rasa sakit kepala atau nyeri pada wajah. Jadi, ketika Anda mengalami nyeri kepala disertai sakit pada wajah yang tidak diketahui penyebabnya, coba periksakan diri ke dokter untuk menanyakan kemungkinan adanya deviasi septum.

  • Hidung tersumbat

Penderita deviasi septum acap kali mengalami keluhan hidung tersumbat. Bagian yang tersumbat ini bisa salah satu atau kedua lubang hidung, dan membuat agak sulit bernapas melalui hidung. Keluhan ini terutama dirasakan ketika penderita mengalami gejala flu atau pilek. Alergi dan infeksi saluran pernapasan bagian atas (ISPA) lainnya juga dapat memperburuk keluhan pada deviasi septum. Terjadinya pembengkakan jaringan dalam hidung pada saat mengalami peradangan akibat sebab-sebab di atas, menyebabkan rongga hidung makin menyempit, sehingga aliran napas terganggu.

  • Mimisan

Pada penderita deviasi septum, hidung cenderung kering. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko mimisan.

  • Bersuara saat tidur

Deviasi septum dapat menyebabkan penderita mengeluarkan suara ketika tidur, seperti mendengkur. Kondisi ini tidak hanya dialami pada penderita deviasi septum dewasa, tetapi juga bayi dan anak-anak.

Dampak Buruk Deviasi Septum

Salah satu dampak buruk deviasi septum adalah lubang hidung yang sempit sebelah, sehingga aliran keluar masuknya udara berubah. Udara menjadi terhalang untuk masuk dan keluar melalui bagian lubang hidung yang sempit.

Hal ini dapat menyebabkan permukaan jaringan septum di dalam hidung akan menjadi kering. Pada akhirnya, kondisi ini akan membuat penderita menjadi mudah mimisan.

Dampak buruk lainnya dari deviasi septum adalah tersumbatnya bukaan sinus. Inilah yang bisa menyebabkan penderita mengalami sinusitis. Kondisi ini dapat terjadi berulang dan sulit sembuh.

Cara Mengatasi Deviasi Septum

Untuk memastikan diagnosa deviasi septum, dokter akan bertanya mengenai gejala yang dirasakan. Kemudian dokter akan memeriksa hidung dengan alat khusus yaitu spekulum hidung yang dimasukkan pada lubang hidung, untuk memperluas lapangan pandang pemeriksaan hidung. Jika sarana memadai, dokter mungkin akan menggunakan kamera serat optik (menyerupai endoskopi) untuk mengambil gambar dan menilai kondisi bagian dalam hidung dengan lebih jelas.

Beberapa jenis obat-obatan dapat diberikan dokter untuk mengatasi gejala yang mengganggu. Misalnya, dekongestan yang membantu mengurangi pembengkakan atau antihistamin yang dapat mengurangi reaksi alergi. Pilihan obat lain yaitu obat semprot hidung yang mengandung kortikosteroid.

Jika gejala-gejala akibat deviasi septum tidak membaik, maka dapat dipertimbangkan untuk dilakukan operasi pada hidung yaitu septoplasti. Operasi ini akan menguatkan tulang hidung dan memperbaiki aliran udara yang masuk.

Deviasi septum sering muncul tanpa disadari. Jika ada gejala-gejala yang menunjukkan kemungkinan deviasi septum, segera periksa ke dokter umum atau dokter THT untuk penanganan yang tepat.

 

Referensi