Ini Penyebab Asidosis Metabolik dan Cara Mengatasinya

Darah memerlukan keseimbangan asam dan basa agar berfungsi dengan baik. Jika kadar asam dalam tubuh terlalu banyak maka tubuh akan mengalami asidosis. Bila kondisi ini terjadi karena gangguan pada proses metabolisme yang menurunkan kadar bikarbonat dalam darah, maka disebut sebagai asidosis metabolik. Keadaan ini seringkali berhubungan dengan penyakit ginjal.

Gejala yang mungkin menjadi pertanda adanya asidosis metabolik, bisa berbeda-beda. Namun sering kali penderita asidosis metabolik akan mengalami sesak napas yang diiringi dengan sakit kepala, merasa lemah dan lelah, menjadi bingung, bernapas dengan cepat, denyut jantung meningkat, muntah dan sakit perut, hingga berkurangnya nafsu makan, bahkan dapat disertai dengan penurunan kesadaran.

ini penyebab asidosis metabolik dan cara mengatasinya - alodokter

Beberapa penyebab terjadinya asidosis metabolik diantaranya:

  • Asidosis laktat

Kandungan asam laktat yang terlalu banyak di dalam tubuh merupakan pemicu terjadinya asidosis laktat. Peningkatan produksi kadar asam laktat ini terjadi ketika sel tubuh tidak memiliki cukup oksigen untuk digunakan, hal ini bisa dipengaruhi oleh konsumsi alkohol yang berlebih, gagal jantung, kanker, gagal hati, kekurangan oksigen dalam jangka panjang, gula darah rendah, tekanan darah tinggi, dan olahraga berlebih yang dapat menyebabkan terjadinya penumpukan asam laktat.

  • Ketoasidosis diabetik

Biasanya dialami oleh penderita diabetes. Kondisi yang dikenal dengan nama ketoasidosis diabetik ini terjadi ketika kadar insulin dalam tubuh berada pada ambang yang rendah, sehingga tubuh tidak bisa mengolah gula darah (glukosa) dengan baik. Selain itu, kadar insulin yang rendah juga akan menyebabkan terbentuknya keton, yang dapat membuat kadar asam dalam darah menjadi meningkat.

  • Asidosis hiperkloremik

Ini terjadi saat Anda mengalami diare berat yang mungkin salah satunya disebabkan oleh penggunaan obat pencahar yang tidak tepat. Muntah-muntah dan penyakit ginjal juga dapat menjadi penyebabnya. Hal-hal tersebut membuat kadar bikarbonat menjadi rendah, padahal, bikarbonat memiliki peran dalam membantu menetralkan asam dalam darah.

  • Asidosis tubulus ginjal (renalis)

Asidosis tubulus ginjal terjadi ketika ginjal tidak dapat mengeluarkan asam dari darah lewat urine.  Hal ini menyebabkan darah menjadi asam. Penyakit ginjal serta gangguan sistem kekebalan tubuh dan kelainan genetik yang dapat merusak ginjal, merupakan pemicu terjadinya asidosis tubulus ginjal.

Penanganan yang Tepat

Jika Anda dicurigai mengalami asidosis metabolik, dokter mungkin akan menyarankan untuk segera melakukan serangkaian tes darah (terutama analisa gas darah) dan juga tes urine untuk mengetahui sejauh mana asidosis metabolik yang diderita.

Bila asidosis metabolik terjadi akibat kadar bikarbonat yang rendah, mungkin dokter akan memberikan bikarbonat agar kadar asam dalam darah dan tubuh dapat kembali seimbang. Pengobatan dengan natrium bikarbonat dapat mengatasi asidosis metabolik, sekaligus mencegah penyakit ginjal bertambah parah. Hanya saja, penggunaan obat ini harus benar-benar berada dibawah pengawasan dokter.

Melakukan pencegahan sedini mungkin agar risiko terkena asidosis metabolik dapat diminimalisir, merupakan langkah tepat yang bisa diambil. Anda dapat memulainya dengan menerapkan pola hidup sehat dan menghindari konsumsi alkohol yang dapat memicu peningkatan asam laktat pada tubuh.

Selain itu, disarankan pula untuk rutin melakukan pengecekan gula darah agar kadar gula darah dapat dikendalikan, terutama bagi penderita diabetes. Pengendalian gula darah dapat mencegah terjadinya ketoasidosis yang merupakan salah satu penyebab dari asidosis metabolik.

Jika Anda mengalami gejala-gejala asidosis metabolik, atau memiliki kondisi medis seperti diabetes yang belum terkendali, segera periksa ke dokter untuk memastikan kondisi tersebut dan jalani pengobatan yang dianjurkan.