Ini Penyebab Buang Air Besar Tidak Lancar dan Cara Mencegahnya

Buang air besar tidak lancar sering dikenal dengan istilah sembelit atau konstipasi. Hal ini adalah kondisi umum yang dapat memengaruhi orang dari segala usia. Jika Anda mengalaminya, berarti Anda tidak dapat buang air besar secara rutin atau Anda tidak dapat mengosongkan usus dengan benar.

Konstipasi juga dapat menyebabkan tinja Anda menjadi keras, besar, atau bahkan kecil. Tingkat keparahan buang air besar tidak lancar bervariasi dari orang ke orang, banyak yang mengalami dalam waktu singkat, tapi ada juga yang menjadi kondisi jangka panjang.

pooping not regularly

Ini Alasan Buang Air Besar Tidak Lancar

Mengalami buang air besar tidak lancar menandakan bahwa gerakan usus Anda menjadi berat atau lemah. Pergerakan usus pada setiap orang berbeda-beda dan sangat bervariasi. Ada sebagian orang yang buang air besar tiga kali dalam sehari, namun ada juga sebagian lagi yang buang air besar sekali atau dua kali dalam seminggu.

Beberapa hal yang menjadi penyebab buang air besar tidak lancar, di antaranya:

  • Gaya hidup dan menu makanan
    Pola makan yang kurang baik dan gaya hidup yang tidak aktif adalah penyebab buang air besar tidak lancar yang paling umum. Kurangnya olahraga dan makan makanan cepat saji terlalu banyak juga dapat mengganggu kesehatan pencernaan Anda. Beberapa faktor risiko terkait menu makanan yang dapat membuat Anda merasa sembelit meliputi produk olahan susu, makanan tinggi lemak dan gula, kurangnya makanan berserat (seperti buah, sayuran, dan biji-bijian), kurangnya air dan cairan lainnya, sering mengonsumsi minuman berkafein atau beralkohol.
  • Obat-obatan
    Buang air besar tidak lancar juga dapat disebabkan oleh efek samping dari obat yang diresepkan untuk Anda. Jika Anda minum suatu obat dan merasa buang air besar menjadi tidak lancar atau tidak seperti biasanya, segera tanyakan pada dokter Anda. Karena, terdapat beberapa obat umum yang dapat menyebabkan Anda mengalami konstipasi, seperti diuretik, antasida, antidepresan, suplemen seperti zat besi, antikejang, dan antihipertensi. Terlalu sering menggunakan laksatif juga dapat berpengaruh pada pola BAB.
  • Kondisi kesehatan tertentu
    Selain itu, buang air besar tidak lancar atau konstipasi juga bisa menjadi efek samping atau gejala dari banyak kondisi kesehatan. Dalam kondisi ini, kotoran melewati usus besar lebih lambat, hal itulah yang menyebabkan Anda mengalami buang air besar tidak lancar atau konstipasi. Penyakit irritable bowel syndrome atau IBS juga merupakan salah satu penyebab buang air besar tidak lancar yang paling umum. Kondisi kesehatan lainnya seperti stroke, kanker kolon, stres, penyakit Parkinson, cedera saraf tulang belakang, hipotiroidisme, kehamilan, diabetes, lupus, dan juga penuaan.

Beberapa gejala yang ada saat Anda mengalami buang air besar tidak lancar meliputi adanya sensasi tidak nyaman pada perut bagian bawah, adanya perasaan masih ingin buang air besar lagi (buang air besar belum tuntas), perlu bersusah payah saat melakukan buang air besar, tinja keras atau kecil, dan terjadi perdarahan rektum atau dubur yang disebabkan oleh kotoran yang keras atau saat mengejan.

Buang air besar tidak lancar bisa terjadi pada bayi, anak-anak, dan juga orang dewasa. Namun, wanita dua kali lebih berisiko mengalami hal ini dari pada kaum pria, dan juga lebih sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua dan selama kehamilan.

Buang air besar tidak lancar rupanya dapat dicegah dengan beberapa cara, di antaranya:

  • Konsumsi makanan lebih banyak serat.
    Buang air besar tidak lancar hampir selalu disebabkan oleh tidak cukupnya serat dan cairan. Serat dan cairan dapat membuat kerja usus menjadi lancar dan membuat Anda mudah untuk buang air besar. Sumber serat yang baik adalah buah, sayuran, kacang polong, dan sereal. Selain itu, Anda disarankan untuk mengonsumsi air sebanyak 1,5 hingga 2 liter sehari, kecuali jika dokter membatasi asupan cairan untuk Anda. Serat dan air bekerja sama untuk membuat Anda buang air besar secara teratur. Hindari minuman berkafein karena dapat menyebabkan Anda mengalami dehidrasi. Hindari produk olahan susu karena sebagian orang kerap mengalami buang air besar tidak lancar saat mengonsumsinya.
  • Kelola stres
    Stres terkadang dapat membuat usus besar mengalami kejang atau tegang, dan menyebabkan nyeri serta tinja menjadi keras. Teknik mengurangi stres dapat memperbaiki gejala sembelit atau konstipasi. Hal ini meliputi olahraga, meditasi, dan yoga.
  • Berolahraga secara teratur
    Lakukan segala hal yang dapat membuat Anda aktif, setidaknya 30 menit sehari, dan usahakan rutin selama satu minggu.
  • Jangan tunda untuk ke kamar mandi
    Jika Anda merasakan ingin buang air besar, segera pergi ke kamar mandi.

Sembelit seringkali membaik dengan perubahan pola makan dan gaya hidup sehat seperti yang disebutkan di atas. Namun jika terdapat gejala sembelit disertai nyeri perut berat, terdapat darah pada tinja, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, konstipasi dirasakan lebih dari dua minggu berturut-turut, dan jika kotoran berdiameter kecil seperti pensil maka Anda disarankan segera memeriksakan kondisi ke dokter.

Jika Anda mengalami buang air besar tidak lancar dan hal itu mengganggu Anda, segera konsultasikan keadaan Anda pada dokter untuk mendapatkan penanganan dan pengobatan yang tepat.