Ini penyebab Kepala Bayi Peyang dan Cara Mengatasinya

Sebagian bayi kerap lahir dengan memiliki bentuk kepala yang berbeda dibanding bayi lainnya. Normalnya, kepala bayi memiliki bentuk bulat. Namun ada juga yang terlahir dengan kepala bayi peyang atau tidak rata. Kendati tidak memengaruhi perkembangan otak bayi, kepala bayi peyang dapat menyebabkan bentuk wajah dan kepala menjadi tidak simetris.

Tulang tengkorak bayi yang baru lahir masih tipis dan fleksibel, sehingga bisa berubah bentuk jika ada tekanan pada bagian tersebut untuk waktu yang lama. Bagian belakang kepala atau salah satu sisi kepala bayi yang seharusnya bulat bisa menjadi rata, biasanya karena terlalu sering berbaring terlentang.

Happy laughing baby face

Beberapa Penyebab Kepala Bayi Peyang

Bayi dilahirkan dengan tulang tengkorak yang masih lunak dan sambungan antar tulang tengkorak yang masih fleksibel untuk memberi ruang bagi pertumbuhan otak yang terjadi pada tahun pertama kehidupannya. Hal itulah yang membuat kepala bayi dapat berubah bentuk.

Banyak bayi terlahir dengan kepala berbentuk lonjong dan terkesan aneh, yang disebabkan oleh adanya tekanan di jalan lahir pada waktu proses persalinan. Biasanya, bentuk kepala yang lonjong tersebut dapat kembali bulat dengan sendirinya dalam waktu sekitar 6 minggu. Kepala bayi yang bentuknya tidak bulat, dan bukan disebabkan oleh tekanan pada proses persalinan, sering disebut kepala peyang. Dalam dunia medis, istilah kepala bayi peyang dibagi menjadi dua, yakni plagiocephaly dan brachycephaly.

Plagiocephaly adalah suatu kondisi di mana salah satu sisi kepala bayi datar, sehingga bentuk kepala terkesan asimetris, posisi kedua telinga dapat menjadi tidak sejajar dan kepala terlihat seperti jajar genjang bila dilihat dari atas. Terkadang dahi dan wajah bisa menonjol sedikit di sisi yang sama dengan sisi kepala yang datar. Sedangkan brachycephaly adalah kondisi di mana bagian belakang kepala bayi menjadi rata, menyebabkan kepala terkesan melebar, dan terkadang dahi menonjol ke depan.

Penyebab paling umum dari masalah kepala bayi peyang baik plagiocephaly maupun brachycephaly adalah:

  • Posisi tidur bayi. Posisi tidur telentang memang lebih aman bagi bayi, namun tidur telentang selama berjam-jam dengan posisi yang sama dapat menyebabkan kepala bayi menjadi datar di satu tempat. Bayi prematur cenderung lebih mudah memiliki kepala yang rata atau peyang, karena tulang tengkorak mereka lebih lunak dari pada bayi yang lahir pada usia kehamilan normal.
  • Adanya masalah di rahim. Tekanan dapat terjadi di kepala bayi sebelum lahir, yang disebabkan karena adanya penekanan di dalam rahim atau karena kekurangan cairan ketuban yang berfungsi untuk melindungi bayi.
  • Mengalami ketegangan otot leher juga bisa membuat kepala bayi peyang. Kondisi ini membatasi gerakan otot leher untuk memutar kepala, yang berarti salah satu sisi kepala bayi akan lebih sering mengalami penekanan pada saat berbaring.
  • Kepala bayi peyang juga bisa disebabkan oleh penyatuan lempeng-lempeng tulang tengkorak yang terlalu dini. Dalam dunia medis kondisi ini disebut craniosynostosis.
Kecuali pada craniosynostosis, bentuk kepala bayi peyang tidak berpengaruh pada perkembangan otak bayi dan tidak menyebabkan kelainan bentuk kepala di kemudian hari, karena seiring berjalannya waktu, bentuk kepala akan kembali normal. Bayi Anda juga tidak akan mengalami rasa sakit atau gejala lainnya.

Cara Mengatasi dan Mencegah Kepala Bayi Peyang

Untuk menghindari dan mengatasi masalah kepala bayi peyang, ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan, di antaranya:

  • Ubah posisi tidurnya Untuk mencegah kepala bayi peyang, usahakan agar bayi tidur telentang dengan posisi kepala miring ke sisi kanan atau sisi kiri, secara bergantian.
  • Ubah posisi tempat tidurnya Bayi tertarik melihat benda-benda yang bercahaya terang atau ke arah jendela. Mengubah posisi tidur bayi atau letak tempat tidurnya akan mendorong bayi untuk menengokkan kepala ke arah yang berbeda, sehingga tidak terjadi penekanan terus menerus di salah satu sisi kepala. Cara ini juga bisa diterapkan dengan memindahkan posisi mainan yang ada di sekitarnya.
  • Variasikan cara menggendong Menggendong bayi dengan posisi bayi tegak, baik didekap atau dengan posisi miring, dapat mengurangi penekanan pada bagian belakang kepalanya.
  • Menggunakan helm dan ikat kepala khusus Jika perubahan posisi tidur dan cara lainnya tidak membuahkan hasil, Anda dapat menggunakan helm khusus untuk mengembalikan bentuk kepala bayi. Helm khusus ini dapat membantu memperbaiki bentuk tulang tengkorak bayi seiring pertumbuhannya, dengan memberi tekanan pada salah satu sisi kepala dan mengurangi tekanan di sisi yang lain, sehingga memungkinkan pertumbuhan yang merata di seluruh bagian tulang tengkorak. Metode ini dimulai saat tengkorak bayi masih lunak, yaitu sekitar usia lima atau enam bulan. Dan alat tersebut harus selalu dipakai, sampai dengan 23 jam per hari, selama beberapa bulan.
Meskipun tidak membahayakan kesehatan, kepala bayi peyang jangan diabaikan. Jika cara-cara yang telah dipaparkan di atas telah Anda lakukan namun kepala bayi Anda tetap rata atau peyang, segera konsultasikan pada dokter anak untuk mendapatkan penanganan.