Ini Penyebab Mata Berdarah yang Perlu Diwaspadai

Mendengar kata ‘mata berdarah’ kerap membuat siapa saja yang mendengarnya bergidik takut. Pasalnya, mata sangat penting untuk melihat dunia sekitar. Namun, penglihatan Anda bisa saja terganggu oleh sejumlah kondisi medis, salah satunya adalah mata berdarah.

Mata berbentuk seperti bola dengan tonjolan sedikit di depan. Mata memiliki tiga lapisan utama, di mana ketiga lapisan ini berbaring atau bertumpuk satu sama lain dan membentuk bola mata. Kondisi medis seperti mata berdarah dapat diakibatkan oleh dua hal, yakni perdarahan subkonjungtiva (subconjunctival hemorrhage) dan juga hifema yang sangat memerlukan bantuan medis.

bleeding eye

Penyebab Mata Berdarah

Gangguan mata berdarah bukanlah hal yang bisa diabaikan, segera hubungi dokter jika terdapat keluhan mengenai kesehatan mata Anda. Berikut penyebab mata berdarah yang mungkin Anda alami, di antaranya:

  • Perdarahan subkonjungtiva (subconjunctival hemorrhage)
    Mata berdarah dapat disebabkan oleh perdarahan subkonjungtiva (subconjunctival hemorrhage). Konjungtiva merupakan selaput transparan tipis dan lembap yang menutupi sklera (bagian putih mata) dan kelopak mata. Konjungtiva bisa disebut sebagai lapisan pelindung terluar bola mata Anda. Bagian ini mengandung saraf dan banyak pembuluh darah kecil. Kendati tidak terlihat pada saat normal, pembuluh darah di bagian konjungtiva bisa saja terlihat jelas jika mata Anda meradang. Pembuluh darah di bagian ini agak rapuh dan dindingnya mudah rusak/pecah, sehingga dapat menyebabkan perdarahan subkonjungtiva, yakni perdarahan di bawah konjungtiva. Umumnya, hal ini terjadi secara spontan dan tanpa penyebab yang jelas. Namun, ada beberapa hal yang dapat mengakibatkan perdarahan subkonjungtiva, di antaranya adalah bersin, batuk, mengejan, muntah, tekanan darah tinggi, menggosok mata, atau iritasi karena penggunaan lensa kontak. Selain itu, perdarahan subkonjungtiva juga dapat diakibatkan dari infeksi mata parah, trauma pada bagian kepala/mata, atau terjadi setelah operasi mata atau kelopak mata. Gejala mata berdarah ini biasanya ditandai dengan perdarahan itu sendiri, bagian putih pada mata tertutupi oleh darah, dan akan berangsur menghilang secara perlahan. Perdarahan subkonjungtiva rupanya adalah perdarahan yang tidak serius dan akan sembuh dengan sendirinya tanpa memerlukan pengobatan. Namun, hal tersebut tergantung pada seberapa besar perdarahan itu terjadi. Perdarahan ini mungkin akan sembuh dalam beberapa hari atau minggu. Namun, Anda harus segera ke dokter mata jika Anda mengalami rasa sakit yang terkait dengan perdarahan, adanya perubahan pada penglihatan Anda (seperti pandangan kabur, penglihatan ganda, dan kesulitan melihat), adanya riwayat tekanan darah tinggi, gangguan perdarahan, serta adanya cedera dari trauma pada mata.
  • Hifema
    Jika mata berdarah yang diakibatkan oleh perdarahan subkonjungtiva membuat bagian putih pada mata berwarna merah, lain halnya dengan hifema. Hifema adalah perdarahan yang terjadi di ruangan mata bagian depan antara bagian berwarna dari mata (iris) dan kornea. Hal ini merupakan keadaan medis darurat dan sangat membutuhkan penanganan dokter, karena hifema tidak dapat sembuh dengan sendirinya seperti perdarahan subkonjungtiva. Mata berdarah karena hifema dapat disebabkan oleh trauma benda tumpul, seperti cedera atletik dari tongkat, bola, atau sikutan pemain lain saat berolahraga. Selain itu, kecelakaan industri, jatuh, dan perkelahian juga dapat menyebabkan mata berdarah hifema. Hifema juga bisa terjadi karena adanya infeksi mata yang disebabkan oleh virus herpes, gangguan pembekuan darah seperti hemofilia dan anemia sel sabit, serta kanker mata. Hifema biasanya sangat menyakitkan dan jika tidak diobati dapat menyebabkan masalah penglihatan permanen. Gejala mata berdarah karena hifema adalah darah terlihat di depan mata; timbulnya rasa sakit; peka terhadap cahaya; pandangan menjadi kabur, berkabut, atau penglihatan terhalang: dan darah juga bisa tidak terlihat jika darah yang keluar hanya sedikit.

Mata berdarah yang diakibatkan oleh perdarahan hifema sangat memerlukan penanganan medis segera, jika dibandingkan dengan perdarahan subkonjungtiva. Oleh karena itu, Anda tidak boleh mengabaikan mata berdarah yang Anda alami. Dengan mengetahui penyebab mata berdarah, penanganan yang tepat oleh dokter bisa dilakukan sedini mungkin. Segera konsultasikan pada dokter mata jika Anda memiliki keluhan lainnya pada bagian mata.