Ini Penyebab Nafas Berat yang Sering Anda Rasakan

Pernafasan sangat penting sebagai fondasi untuk beraktivitas sehari-hari. Kenyataannya, ada kalanya nafas berat menyerang sehingga aktivitas terganggu. Kenali kemungkinan penyebabnya.

Nafas berat setelah berolahraga berat adalah hal normal. Tetapi nafas berat yang dirasakan tiba-tiba secara kuat atau sering muncul di saat tertentu, perlu diwaspadai sebagai gejala suatu kondisi lain yang bisa jadi perlu segera ditangani.

nafas berat-alodokter

Mengenali kemungkinan-kemungkinan penyebab utama nafas berat diharapkan dapat memudahkan Anda untuk melakukan penanganan awal. Di bawah ini adalah berbagai penyebab nafas berat yang dapat menjadi gejala penyakit yang lebih serius.

Nafas berat tak terduga

Nafas berat yang terjadi secara tidak terduga dan tiba-tiba umumnya dapat disebabkan beberapa kondisi berikut.

  • Nafas berat bisa timbul sebagai gejala tunggal dalam kondisi serangan jantung, tanpa diiringi oleh gejala lainnya seperti nyeri dada dan kecemasan berlebih, sehingga perlu diwaspadai, Pada kasus ini, nafas berat dipicu oleh gangguan kinerja jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh, sehingga menimbulkan berbagai gangguan, termasuk penumpukan cairan dalam paru yang juga memperberat nafas. Selain itu, nafas berat dapat berhubungan dengan detak jantung seperti detak jantung tidak beraturan atau terlalu cepat (fibrilasi atrial), ataupun takardia supraventrikular .
  • Reaksi alergi yang parah atau dikenal sebagai anafilaksis, juga dapat menimbulkan nafas berat yang tak terduga, akibat dari penyempitan saluran pernafasan yang terjadi secara mendadak
  • Kecemasan dan serangan panik dapat mengakibatkan seseorang mengalami nafas berat secara tiba-tiba.
  • Pengaruh lingkungan ekstrim, seperti ruangan minim ventilasi, paparan suhu terlalu panas (heatstroke)
  • Fibrosis pulmoner, diabetes ketoasidosis maupun pneumothorax, merupakan beberapa penyebab lain dari nafas berat yang timbul secara tidak terduga.

Sulit bernafas atau nafas berat secara tiba-tiba adalah salah satu alasan utama orang dibawa ke rumah sakit. Waspadalah jika ada anggota keluarga atau diri sendiri yang mengalaminya.

          Nafas berat bertahap/kronis

 Nafas berat yang terjadi secara bertahap atau terus berulang pada     kondisi tertentu.

  • Pengidap sinusitis mengalami nafas berat karena kesulitan bernafas yang terjadi dalam setidaknya 1–2 minggu, hingga sumbatan sinus dan peradangan reda.
  • Nafas berat dapat menjadi gejala penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) seperti bronkitis kronis dan emfisema.
  • Nafas berat juga dapat berakar pada penyakit serius lain seperti pneumonia, tuberkulosis, kanker paru, hingga HIV/AIDS.
  • Asma yang tidak tertangani.
  • Anemia: rendahnya kadar oksigen dalam darah akibat kekurangan sel darah merah atau hemoglobin
  • Pengaruh kondisi lingkungan sehari-hari, baik di lingkungan rumah tangga maupun lingkungan kerja, seperti paparan bahan kimia yang terhirup, zat buang, dan polusi udara
  • Kondisi-kondisi lain yang dapat menimbulkan nafas berat jangka panjang atau kronis antara lain adalah gangguan katup jantung, emboli paru, efusi pleura, kolaps paru akibat kanker paru, tuberkulosis, pneumonia dan serangan panik berulang
Selain nafas berat, gangguan pernafasan dapat juga mendatangkan gejala lain seperti mata dan hidung berair, dada sesak, batuk, bersin, hidung tersumbat.

Mencegah, Menangani, dan Memeriksakan Nafas Berat

Dengan melakukan perubahan-perubahan dalam keseharian, nafas berat ternyata dapat dicegah atau dikurangi. Contohnya adalah:
  • Kenakan masker penutup mulut dan hidung saat melakukan pekerjaan rumah seperti membersihkan perabotan berdebu.dapat pula digunakan saat berkendara di lingkungan yang penuh polusi udara
  • Cuci sprei tempat tidur setidaknya seminggu sekali.
  • Sebisa mungkin hindari berada di sekitar paparan bulu binatang, terutama jika Anda alergi terhadapnya.
  • Bersihkan saluran penyaring udara pada pendingin ruangan secara teratur untuk membantu mengurangi alergi
  • Gunakan masker khusus dan alat pelindung diri lainnya selama berada di lingkungan kerja yang mungkin banyak dikelilingi oleh bahan kimia, seperti pabrik, salon, dan bengkel.
  • Hindari merokok dan pajanan asap rokok secara berlebihan.
  • Mencukupi istirahat, berolahraga secara teratur sesuai kemampuan dan mengelola masalah dengan baik, dapat membantu Anda untuk mencegah timbulnya stres yang dapat menyebabkan kecemasan berlebih.
Diagnosis yang tepat tentang penyebab nafas berat diperlukan agar penanganan juga dapat diberikan dengan tepat. Di samping itu, penanganan pada satu orang dengan kasus yang sama belum tentu juga berhasil untuk orang lain. Di bawah ini adalah beberapa langkah penanganan nafas berat.
  • Obat-obatan oral maupun semprot dapat digunakan untuk menangani nafas berat. Pengidap alergi dapat mengonsumsi obat alergi seperti dekongestan dan antihistamin untuk melegakan pernaf
  • Nafas berat karena alergi kronis dapat diredakan dengan steroid hirup.
  • Nafas berat karena asma dapat ditangani dengan obat oral ataupun hirup untuk membuka serta mengurangi peradangan pada saluran pernaf
  • Suntikan alergi berupa antihistamin, bronkodilator, steroid, maupun epinefrin dapat diberikan untuk mengurangi sensitivitas terhadap alergen dan meredakan beberapa gangguan pernafasan seperti asma dan reaksi anafilaksis.
  • Antibiotik kadang diperlukan untuk menangani nafas berat akibat pneumonia atau radang paru.
  • Dalam jangka panjang, perubahan gaya hidup yang menyertai konsumsi obat dapat berperan penting meredakan nafas berat akibat penyakit jantung.
  • Jika nafas berat diakibatkan serangan panik, konsentrasi untuk menarik nafas perlahan atau bernafas dengan mengembuskannya ke dalam tas kertas mungkin dapat membantu pernafasan kembali normal.
Dalam mendeteksi penyebab nafas berat, dokter akan memeriksa identitas dan riwayat keluhan pasien, kesehatan fisik pasien dengan beberapa pemeriksaan berbeda, juga riwayat kesehatan keluarga. Dokter mungkin akan menanyakan: apakah nafas berat muncul secara bertahap atau tiba-tiba, seberapa parah, apakah disertai gejala lain, apakah melakukan hal tertentu membuat nafas berat semakin parah, dan apakah diawali kondisi lain seperti olahraga, kemudian melanjutkan dengan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang lainnya, Misalnya  pemeriksaan fungsi paru yang biasanya digunakan untuk mendiagnosis fungsi paru pada penderita asma. Pada kasus tertentu, dokter dapat menggunakan CT scan ataupun foto ronsen untuk melihat gambaran struktur bagian dalam dada, seperti paru, jantung, dan tulang.

Memeriksakan keluhan nafas berat lebih awal akan membuat kondisi ini lebih cepat tertangani dengan baik.