Ini Upaya Mencegah dan Cara Mendeteksi Kanker Serviks

Tidak hanya kanker payudara, kanker serviks juga menjadi salah satu penyakit berbahaya yang harus diwaspadai wanita. Penting untuk mengetahui upaya mencegah dan cara mendeteksi kanker serviks sedini mungkin.

Kanker serviks merupakan kanker yang terdapat pada serviks atau leher rahim. Umumnya, penyakit yang cukup mematikan ini terjadi akibat infeksi virus human papilloma (HPV). Penyebaran HPV terbanyak melalui hubungan seksual. Banyak ditemukan pada wanita berusia antara 20-50 tahun.

ini upaya mencegah dan cara mendeteksi kanker serviks - alodokter

Vaksinasi dan Upaya Pencegahan Lain

Untuk mencegah kanker serviks, hal pertama yang bisa dilakukan adalah melakukan vaksinasi HPV sedini mungkin sebelum aktif secara seksual. Vaksinasi dilakukan terutama untuk mencegah infeksi dari tipe HPV yang paling banyak menyebabkan kanker yaitu HPV-16 dan HPV-18.  

Selain vaksinasi, cara lain yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker serviks, diantaranya:

  • Seks aman

Melakukan seks yang aman dengan menggunakan kondom dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terinfeksi HPV. Hindari pula hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan agar risiko terkena infeksi HPV bisa diminimalisir.

  • Hindari kebiasaan merokok

Wanita perokok memiliki risiko 3-4 kali lebih besar terkena kanker serviks. Hal ini kemungkinan karena kebiasaan merokok membuat sistem kekebalan tubuh menjadi lemah dalam melawan virus HPV. Selain itu, kandungan karsinogen (penyebab kanker) yang terdapat pada rokok juga dapat membuat aktivitas virus HPV di serviks menjadi meningkat. Virus HPV pun juga dapat bergerak lebih cepat menuju sel serviks.

  • Mengonsumsi makanan sehat

Penerapan pola makan yang sehat bisa menjadi langkah untuk mengurangi risiko terkena kanker, tak terkecuali kanker serviks. Konsumsi makanan sehat ini dapat dimulai dengan mengonsumsi banyak buah dan sayuran setiap harinya.  Hindari pula makanan mengandung kalori tinggi dan konsumsi daging olahan guna mengurangi risiko terkena jenis kanker tertentu.

  • Menjaga berat badan ideal

Selain mencegah kanker serviks, menjaga berat badan juga dapat menurunkan risiko kanker jenis lain. Menjaga berat badan ideal dapat dilakukan dengan membiasakan diri melakukan aktivitas fisik atau olahraga secara teratur. Misalnya, berjalan kaki sekitar 30 menit per hari atau 150 menit olahraga aerobik per minggu.

Mendeteksi Kanker Serviks Sejak Dini

Mendeteksi kanker serviks sedini mungkin merupakan bagian dari upaya mencegah akibat yang fatal dari kanker serviks. Untuk melihat adanya sel-sel yang mungkin dapat berkembang menjadi kanker, dokter akan memberi rekomendasi tes pap smear secara teratur setidaknya 2 tahun sekali setelah wanita menginjak usia 21 tahun.

Pemeriksaan pap smear sebagai cara mendeteksi kanker serviks, disarankan setiap tiga tahun untuk wanita usia 25-49 tahun. Lalu pada usia 50-64, pemeriksaan dilakukan setiap lima tahun. Wanita diatas usia 65 tahun, sebaiknya hanya dilakukan papsmear jika terdapat indikasi gangguan tertentu pada serviks dan area sekitarnya, atau belum pernah melakukan pemeriksaan sejak usia 50 tahun.

Tak hanya pap smear, ada beberapa tes lain yang dapat dijadikan untuk mendeteksi kanker serviks diantaranya:

  • Kolposkopi

Tes ini biasanya akan direkomendasikan dokter apabila ada hasil abnormal dari dari tes pap smear. Tes yang menggunakan alat khusus yang disebut dengan kolposkop ini akan memeriksa bagian leher rahim, vagina dan juga vulva.  Jika pada saat tes kolposkopi ditemukan kelainan, maka sampel kecil jaringan akan diambil untuk diperiksa di laboratorium.

  • Tes Schiller

Tes Schiller dilakukan dengan mengoleskan larutan yodium pada leher rahim pasien. Tes ini berguna untuk mengetahui jaringan abnormal yang terdapat di leher rahim. Jika sel tersebut sehat, maka akan berwarna coklat. Sedangkan, sel yang abnormal cenderung berwarna putih atau kuning.

  • Kuretase Endoserviks (Endocervical Curettage/ECC)

Pemeriksaan kuretase endoserviks dilakukan untuk memeriksa bagian leher rahim yang tidak terjangkau saat tes kolposkopi dilakukan. Dengan menggunakan alat khusus yang berbentuk seperti sendok kecil, lapisan saluran yang tidak dapat dijangkau yaitu endoserviks (bagian dalam dari serviks) akan sedikit dikikis guna mendapatkan sampel pemeriksaan.

  • Biopsi kerucut (cone biopsy)

Tindakan medis ini dilakukan dengan mengambil sampel jaringan yang terdapat pada leher rahim. Sampel jaringan yang telah diambil akan berbentuk menyerupai kerucut, dan akan diperiksa menggunakan mikroskop untuk mengetahui lebih lanjut jaringan abnormal tersebut. Selama proses biopsi kerucut dilakukan, tenaga medis mungkin akan memberikan obat bius atau anastesi agar pasien tidak merasa kesakitan selama proses biopsi dilakukan.

  • Biopsi punch (punch biopsy)

Dengan menggunakan pisau yang berbentuk melingkar, dokter akan mengangkat sampel jaringan yang dibutuhkan. Kemungkinan dapat dilakukan beberapa kali pada area sekitar serviks.

Gejala kanker serviks mungkin tidak akan segera dirasakan pada tahap awal atau prakanker. Kemungkinan gejala baru akan muncul setelah kanker serviks sudah berkembang.

Gejala-gejala kanker serviks yang harus diwaspadai, seperti perdarahan saat berhubungan seks atau setelah masa menopause dan menstruasi, keputihan yang mengandung darah dan berbau busuk, mengalami nyeri panggul atau nyeri saat berhubungan intim.

Segera konsultasi dengan dokter jika Anda merasakan gejala tersebut, dan lakukan pemeriksaan untuk mendeteksi kanker serviks.