Ini yang Terjadi Saat Kadar Eosinofil Tidak Normal

Kadar eosinofil yang merupakan salah satu jenis sel darah putih dapat menjadi salah satu indikator ada tidaknya gangguan kesehatan pada tubuh seseorang.

Eosinofil adalah jenis sel darah putih selain empat jenis lainnya, yang memiliki fungsi penting untuk sistem kekebalan tubuh. Kelima jenis sel darah putih ini diproduksi oleh sumsum tulang, yaitu eosinofil, neutrophil, limfosit, monosit, dan basofil. Tiap jenis sel darah ini akan terpengaruh dengan cara berbeda setiap kali seseorang mengalami penyakit atau gangguan  kesehatan tertentu.

Eosinofil-alodokter

Eosinofil bekerja melindungi tubuh dengan dua cara utama:

  • Membasmi parasit, virus, dan bakteri, serta menciptakan respons inflamasi yang membantu mengontrol respons imun, terutama terhadap alergi.
  • Berperan penting dalam peradangan yang berhubungan dengan penyakit asma dan alergi. Alergi sendiri adalah respons sistem kekebalan tubuh yang melibatkan peradangan kronis. Meski demikian, kadang peradangan dapat terjadi berlebihan sehingga menyebabkan kerusakan jaringan.
Normal tidaknya kadar sel darah putih, termasuk eosinofil, menjadi indikator ada tidaknya penyakit yang sedang diidap seseorang. Umumnya, kadar eosinofil tersebut ditemukan saat dokter menerapkan pemeriksaan darah lengkap pada pasien.

Kadar normal eosinofil dalam tubuh adalah 350 sel eosinofil tiap mikrofilter darah. Atau 0,0%-0,6% pada pemeriksaan hitung jenis (differential count), namun rentang normal ini bervariasi antara beberapa laboratorium. Kondisi saat kadar eosinofil lebih tinggi dari normal disebut eosinofilia, yang mengindikasikan adanya reaksi alergi, kanker, ataupun infeksi parasit. Orang dewasa disebut mengalami eosinofilia saat kadar eosinofilnya lebih dari 500 per mikroliter darah.

Penanganan kemudian dapat diberikan setelah  gangguan kesehatan yang dialami pasien terdeteksi. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa seseorang memiliki lebih dari 350 sel eosinofil, maka kondisi ini dapat merujuk pada beberapa penyebab antara lain:

Selain kondisi di atas, kelebihan jumlah eosinofil dapat juga terjadi pada esofagitis eosinofilia, yaitu reaksi inflamasi pada kerongkongan yang menyebabkan mual, sulit menelan, dan sakit perut. Kondisi ini dapat terjadi pada anak-anak dan dewasa.Pria berusia 30-50 tahun dikatakan lebih sering terkena.

Penyebab kadar eosinofil berlebih pada intinya didasari oleh penyakit penyerta atau kondisi yang mendasarinya. Kadar eosinofil ekstrim, seperti pada sindrom hipereosinofilia, dapat menjadi kondisi yang berbahaya jika tidak ditangani secara tepat. Kondisi ini terjadi saat seseorang memiliki lebih dari 1500 eosinofil per mikroliter darah, dengan adanya kerusakan organ tertentu akibat aktivitas sel eosinofil tersebut. Hingga saat ini penyebabnya belum diketahui secara pasti, namun diduga karena terdapat mutasi genetik pada sel-sel di sumsum tulang pembuat sel darah putih. Kelompok usia 20-50 tahun dikatakan lebih sering terserang kondisi ini, meskipun jarang, namun anak-anak juga bisa terkena.

Penggunaan obat tertentu seperti penekan nafsu makan (amphetamine) dan beberapa laksatif yang mengandung psyllium atau pun antibiotik ternyata juga dapat meningkatkan kadar eosinofil.

Tingginya kadar eosinofil dalam darah hanya dapat terdeteksi melalui pemeriksaan darah. Biasanya dokter akan menganjurkan pemeriksaan darah sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan dan untuk memasatikan diagnosis. Terutama bagi Anda yang memiliki gejala-gejala yang mengarah kepada kondisi tertentu, dengan salah satu indikasinya adalah kelainan pada kadar eosinofil dalam tubuh. Untuk menghindari risiko komplikasi, dokter dapat memberikan obat-obatan seperti kortikosteroid dan pemeriksaan berkala untuk pasien yang mengalami sindrom hipereosinofili.