Inilah Manfaat Telur dan Cara Menyimpannya

Telur dianggap sebagai salah satu sumber protein terbaik. Selain protein, telur juga mengandung banyak sekali vitamin dan mineral yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan makanan sehat dan seimbang.

Telur merupakan salah satu sumber makanan yang paling populer di tengah masyarakat. Selain manfaat yang berlimpah, rasanya enak dan dapat diolah dengan berbagai cara. Lalu, apakah Anda sudah memahami cara mengelola telur dengan baik agar mendapat manfaat telur secara maksimal?

inilah manfaat telur dan cara menyimpannya - alodokter

Apa Saja Manfaatnya?

Berikut beberapa manfaat yang bisa diperoleh dari telur.

  • Baik untuk diet

Dengan kandungan protein tinggi dan kalori yang rendah, telur bisa dijadikan camilan sehat bagi siapa pun yang sedang menjalani program pemeliharaan berat badan. Dengan kandungan 6 gr protein dan hanya 80 kalori dalam tiap telur berukuran besar, sebutir telur rebus cocok dijadikan camilan yang mengenyangkan.

Bagian putih telur hanya mengandung 15 kalori per butir telur. Selain bebas kolesterol, putih telur juga bebas lemak jenuh sehingga sangat ramah bahkan bagi pelaku diet ekstrem sekalipun.

  • Menyuplai nutrisi bagi tubuh

Ada banyak nutrisi yang diberikan sebutir telur untuk tubuh. Antara lain terdapat vitamin A dan aneka mineral fosfor, zat besi, seng, serta DHA. Telur juga dianggap penting bagi diet seorang vegetarian karena mengandung vitamin B12 sehingga bisa menggantikan peran daging, ikan, dan produk susu.

Kuning telur juga mengandung vitamin D yang berperan penting dalam memperkuat tulang, gigi, dan mempermudah penyerapan kalsium. Salah satu kandungan kuning telur lainnya adalah kolin yang diprediksi mampu mengurangi risiko terjadinya cacat janin tertentu. Khususnya mengenai kolin, riset mendalam masih dibutuhkan untuk membuktikan kebenarannya.

  • Menyehatkan jantung

Meski kuning telur mengandung banyak kolesterol, namun hal tersebut aman untuk jumlah tertentu, bahkan bagi penderita penyakit jantung sekalipun. Orang dengan kadar kolesterol normal disarankan untuk mengonsumsi telur satu hingga empat butir per minggu. Disarankanbagi penderita sakit jantung untuk mengonsumsi satu atau dua buah telur seminggu. Namun tidak ada batasan tertentu jika hanya mengonsumsi putihnya saja, karena putih telur tidak mengandung kolesterol.

Kuning telur sendiri mengandung lutein yang dianggap mampu menurunkan risiko mengalami penyakit jantung. Akhir-akhir ini juga telah banyak beredar telur yang diperkaya omega-3 yang dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung. Hingga kini manfaat omega-3 dalam telur masih membutuhkan pembuktian lebih lanjut.

  •  Telur tidak meningkatkan jumlah kolesterol dalam darah

Kolesterol yang dikandung telur, terutama dalam kuning telurnya, hanya sebagian kecil yang akan mencapai peredaran darah. Kolesterol dalam makanan dianggap tidak seberbahaya lemak jenuh dalam meningkatkan level kolesterol darah seseorang.

Sebagai catatan, lemak jenuh dalam telur yang berukuran besar hanya 1,6gr. Bandingkan dengan sesendok makan mentega yang mengandung 7gr. Banyak orang yang memalingkan diri dari telur karena sedang menjalani diet, namun nyatanya tetap melahap aneka makanan bermentega. Tentu saja jika dikaitkan dengan data di atas, maka hal tersebut keliru.

Perhatikan Hal Berikut Saat Hendak Mengonsumsi Telur

Banyaknya manfaat telur bukan berarti perlakuan pada telur bisa sembarangan. Cara penyajian telur juga perlu diperhatikan. Bakteri dapat terdapat pada cangkang maupun isi telur mentah. Bakteri tersebut dapat dengan mudah menyebar ke makanan lain atau peralatan dapur bila berhati-hati mengelolanya.

Mengonsumsi telur mentah atau setengah matang dapat menyebabkan keracunan makanan, khususnya bagi bayi, manula, ibu hamil, dan orang yang tidak sehat. Keracunan makanan kemungkinan bisa terjadi karena telur bisa saja terkontaminasi bakteri salmonella.

Jikapun ingin mengonsumsi telur mentah atau setengah matang, pastikan telur tersebut jenis yang sudah dipasteurisasi sehingga bakteri salmonella di dalamnya bisa dinihilkan. Pasteurisasi adalah prosedur pemanasan untuk membunuh bakteri. Bila ingin mengonsumsi telur yang tidak dipasteurisasi, perhatikan prosedur penyimpanan yang aman, pakai alat dapur yang bersih, dan masak telur dengan baik.

Agar telur tetap aman saat hendak digunakan, perhatikan hal-hal berikut.

  • Hindari menggunakan telur yang cangkangnya sudah rusak sebab hal tersebut memungkinkan kontaminasi
  • Jauhkan telur dari makanan lain dan simpanlah di tempat yang sejuk, kering, dan idealnya di lemari es dengan temperatur di bawah 20º
  • Konsumsi telur segera setelah dimasak. Jika menyimpan telur rebus di kulkas, jangan sampai lebih dari 2-3 hari.
  • Selalu cuci tangan dengan sabun hingga bersih sebelum dan setelah menyentuh atau memasak telur.
  • Bersihkan semua peralatan masak yang digunakan untuk memasak telur.

Memang telur adalah makanan populer bagi masyarakat Indonesia. Sayangnya, cara memperlakukan telur yang baik masih belum diketahui oleh sebagian besar orang.