Jangan Khawatir, Bayi Sering Kaget Tidak Selalu Berbahaya

Ditinjau oleh: dr. Allert Noya

Bayi sering kaget seringkali memicu kekhawatiran orangtua. Kaget pada bayi dapat ditandai dengan kedua tangannya yang tiba-tiba terangkat, lalu beberapa saat kemudian tangannya kembali lagi ke samping tubuh. Keadaan ini bisa terjadi meskipun bayi sedang tidur.

Sebenarnya bayi sering kaget termasuk wajar. Hal ini akan berlangsung sampai bayi berusia tiga bulan hingga empat bulan. Ada juga yang sampai usia bayi enam bulan. Kondisi ini menunjukkan bahwa bayi dalam keadaan normal yang menggambarkan refleks moro yang umum dimiliki oleh bayi. Bahkan dokter atau tenaga medis umumnya melakukan tes refleks moro pada bayi yang baru lahir.

bayi sering kaget - alodokter

Pemeriksaan Refleks                

Untuk melakukan tes refleks moro, dokter akan terlebih dulu membaringkan bayi di tempat yang empuk dan nyaman. Kepala bayi diangkat, dengan tubuh bayi masih tetap dibaringkan di tempat tidur. Lalu, kepala bayi sedikit agak dijatuhkan dan kemudian segera ditangkap lagi. Pada bayi normal, kedua tangan bayi langsung terangkat saat bayi dikejutkan.

Jika pada saat tes bayi tidak memperlihatkan refleks yang normal, menandakan bayi mengalami sesuatu yang cukup serius. Ketika bayi hanya mengangkat sebelah tangannya pada saat tes, ada kemungkinan pada sisi tubuh yang tidak aktif mengalami cedera saraf. Kemungkinan lain adalah bayi sedang mengalami patah tulang pada bahu.

Sementara, jika bayi tidak memberi respons pada kedua sisi tubuhnya, maka dokter akan memeriksa keadaan bayi lebih lanjut. Ada kemungkinan bayi mengalami hal yang lebih serius, yaitu gangguan pada tulang belakang atau adanya masalah pada otak.

Tips Agar Bayi Tidak Sering Kaget

Refleks moro hanyalah salah satu dari sekian banyaknya refleks yang wajar dialami oleh bayi. Meski refleks moro menunjukkan bahwa bayi dalam keadaan sehat dan normal, sebagian orangtua mungkin merasa tidak tenang jika bayi sering kaget.

Bayi yang sering terkejut akan membuatnya menjadi sulit tidur. Apabila sedang tidur pun bayi bisa terbangun karena efek terkejut. Akibatnya, kualitas tidurnya kurang baik. Tentu saja hal ini akan berdampak buruk bagi bayi.

Untuk mengurangi bayi sering kaget, Anda dapat membedong bayi. Tubuh yang dibedong akan membuat bayi merasa nyaman seperti ketika berada di dalam rahim. Dengan kenyamanan seperti di dalam rahim, bayi akan terlelap lebih lama.

Saat membedong, gunakan kain lembut yang tidak terlalu tebal tetapi cukup lebar. Letakkan kain di tempat tidur dengan salah satu ujung dilipat ke dalam. Letakkan bayi di atas kain tersebut, lalu lilit tubuhnya. Biarkan bagian leher dan kepala tetap terbuka.

Agar bayi tetap nyaman, ketika akan mulai tidur, usahakan tubuhnya dekat dengan tubuh orangtua. Anda juga bisa memangku atau menggendo sampai bayi tertidur. Ketika bayi sudah lelap, letakkan di tempat tidur bayi secara perlahan-lahan sampai menyentuh alas tidur. Hindari melakukan gerakan kencang atau sentakan mendadak yang dapat membuat bayi sering kaget.

Sebuah penelitian juga menyarankan bahwa sebaiknya orangtua dapat menggendong bayi, dan menenangkan dengan suara halus ketika bayi tampak sering kaget akibat refeks moro yang dimilikinya, karena mungkin menggambarkan rasa takut atau tidak nyaman.

Semakin bertambah usia, gerakan bayi sudah mulai berbeda. Gerakannya sudah lebih banyak dan terarah, sehingga hampir tidak ada lagi gerakan-gerakan menyentak. Pada usia empat atau enam bulan, umumnya gerakan bayi sering kaget sudah semakin berkurang bahkan hilang.

Referensi