Jangan Panik, Lakukan ini Saat Anak Kemasukan Benda Asing di Hidung

Masuknya benda asing di hidung yang sering terjadi pada anak-anak, termasuk kondisi berbahaya. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat mengakibatkan sulit bernapas, cedera, dan infeksi serius.

Kondisi ini dapat terjadi karena anak-anak belum cukup memahami fungsi organ-organ tubuh dan seringkali memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Sehingga tidak jarang, anak-anak memasukkan benda asing, seperti gumpalan kertas, busa, kapas, manik-manik, kerikil, kacang-kacangan, dan benda kecil lain ke dalam bagian tubuh, termasuk hidung.

foreign object in the nose_compress

Kenali Tanda-tanda Benda Asing di Hidung Anak

Anak-anak yang memasukkan benda asing di hidung seringkali lolos dari penglihatan orang tua. Ada kalanya orang tua lengah dalam mengawasi anak bermain, padahal saat inilah sering terjadi masuknya benda asing di hidung anak.

Orang tua dapat mengenali gejala hidung anak yang berisi benda asing, berupa:

  • Anak menjadi gelisah, mudah rewel, menangis, atau mengeluh karena sakit yang dialami dan iritasi pada hidung.
  • Kesulitan bernapas karena benda asing menyumbat hidung anak.
  • Timbul suara seperti bersiul atau suara napas tambahan lainnya ketika anak bernapas dan anak tidak sedang pilek.
  • Keluarnya ingus berlebih berwarna bening atau abu-abu dan mimisan. Jika ingus memiliki bau busuk kemungkinan infeksi sudah terjadi.

Pertolongan Pertama di Rumah

Pertolongan pertama pada benda asing di hidung diawali dengan berpikir dan bertindak dengan tenang. Anak-anak cenderung takut dan menangis apabila orang tua panik atau marah. Coba dengarkan apa yang dikatakan Si Kecil sambil berupaya untuk menenangkan.

Kemudian, siapkan pinset yang sesuai ukuran. Ukuran pinset harus tidak lebih besar dari benda asing yang masuk ke hidung. Masukkan pinset dengan sangat hati-hati ke hidung Si Kecil. Jangan sampai benda asing malah terdorong masuk lebih dalam. Jepit dan tarik secara perlahan hingga benda asing keluar dari hidung. Tapi jika benda asing di hidung tersebut masuk terlalu dalam, sebaiknya cari pertolongan tenaga medis.

Hindari pemakaian kapas dan memasukkan jari Anda ke dalam hidung anak. Upaya ini mampu mendorong benda asing ke bagian hidung lebih dalam. Mintalah Si Kecil untuk bernapas melalui mulutnya, dan jangan menarik napas dalam-dalam demi menghindari kondisi tersedak.

Segera Bawa Ke Dokter

Perlu diingat, pertolongan pertama tersebut memiliki risiko yang cukup besar. Terutama pada kasus benda asing di hidung yang sudah berada dalam waktu cukup lama. Orang tua dapat segera memeriksakan Si Kecil ke dokter atau dokter Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) yang memiliki peralatan lengkap dan dapat mengeluarkan benda asing di hidung anak.

Dokter akan memberikan anestesi topikal berupa obat tetes atau semprot ke dalam hidung anak, agar rasa sakitnya berkurang, sehingga anak lebih tenang saat tindakan dilakukan. Dokter juga mungkin akan memberikan obat untuk mencegah mimisan akibat prosedur medis yang dilakukan, serta obat antibiotik atau obat tetes hidung untuk mencegah infeksi dan peradangan setelah tindakan dilakukan.

Anak yang kemasukan benda asing di hidung harus segera dibawa ke dokter, terutama jika benda asing sulit dikeluarkan, mengalami kesulitan bernapas, benda asing masuk di kedua lubang hidung, terjadi perdarahan yang berlangsung lebih dari 2-3 menit setelah benda asing dikeluarkan, atau telah terjadi kemungkinan infeksi.

Cara Mencegah

Anda dapat menghindari kebiasaan anak memasukkan benda asing di hidung melalui cara-cara seperti menjauhkan objek atau mainan kecil dari jangkauan mereka. Bacalah label peringatan mainan dengan saksama, yang menjelaskan mainan tersebut hanya diperbolehkan untuk usia tertentu. Pilihlah mainan anak sesuai dengan usia dan pertimbangkan risiko yang dapat ditimbulkan bagi Si Kecil.

Berikan pemahaman kepada Buah Hati Anda dengan penuh perhatian, terutama saat Si Kecil bereksplorasi dengan objek-objek kecil yang ditemuinya. Berikan larangan dengan cara yang baik kepada anak agar tidak memasukkan benda asing di hidung dan bagian tubuh lainnya, seperti mulut dan telinga. Ingatkan anak agar tidak berbicara, tertawa, atau bermain-main ketika sedang menyantap makanan. Dan tentunya, tetap mengawasi anak saat bermain.