Jangan Sampai Warna ASI Menghalangi Program Menyusui

Nutrisi yang paling optimal untuk bayi yang baru lahir adalah air susu ibu. Sayangnya, banyak ibu yang kemudian kebingungan ketika memiliki warna ASI yang berbeda dengan warna pada umumnya.

Adanya variasi warna ASI terkadang membuat seorang wanita bertanya-tanya apakah ASI yang dihasilkan tidak sehat sehingga perbedaan warna tersebut kerap dijadikan alasan untuk tidak memberikan ASI kepada Si Kecil. Untuk itu, pengetahuan menyeluruh mengenai kemungkinan terjadinya hal tersebut wajib ditanamkan kepada semua perempuan.

jangan sampai warna asi menghalangi program menyusui - alodokter

Perbedaan warna ASI sendiri bukanlah sesuatu yang harus dikhawatirkan. Kejadian ini bisa saja terkait dengan asupan makanan yang dikonsumsi oleh ibu menyusui. Konsumsi obat-obatan dan kesehatan payudara seorang perempuan juga berkontribusi terhadap kemungkinan terjadinya perbedaan warna ASI.

Beberapa Faktor yang Bisa Memberi Dampak Perbedaan Warna ASI

Jika dilihat secara kasat mata, warna air susu ibu memang berbeda dari warna susu kemasan yang beredar di toko-toko. Hal ini tentu saja karena yang satu berasal dari manusia sedangkan satunya lagi berasal dari sapi. Warna ASI antara satu individu dengan individu lainnya pun sewajarnya bisa berbeda. Bahkan pada satu orang yang sama, perbedaan warna bisa saja terjadi di antara satu waktu dan waktu lainnya.

Beberapa faktor yang berdampak kepada terjadinya perbedaan warna ASI, antara lain:

  • Salah satu senyawa yang memengaruhi perbedaan warna ASI adalah kolostrum. Senyawa tersebut adalah senyawa yang hadir dalam susu pertama seorang perempuan. Warna susu ibu yang kaya akan senyawa ini biasanya berwarna kuning atau perpaduan antara kuning dan jingga.
  • Perubahan warna ASI kemudian terjadi setelah dua minggu pertama setelah hari melahirkan. Kolostrum kemudian berubah menjadi susu yang lebih matang daripada sebelumnya. Pada waktu ini, warna air susu ibu kemudian menjadi putih kebiru-biruan.
  • Selain faktor senyawa kolostrum, perbedaan warna air susu ibu bisa juga dipengaruhi oleh beberapa asupan yang dikonsumsi ibu menyusui. Obat-obatan, makanan tertentu, atau pewarna makanan kemungkinan menjadi penyebabnya.
  • Pada kasus tertentu, pendarahan pada puting akibat adanya luka bisa menjadi sebab terjadinya perubahan warna ASI. Jika penyebabnya luka di puting, maka kemungkinan air susu ibu berubah menjadi merah muda.

Tubuh ibu juga akan membentuk ASI sesuai dengan kebutuhan si bayi. Kebutuhan di sini bukan hanya dalam hal kalori, tetapi juga mengenai kebutuhan kekebalan tubuh tubuh bayi. Ketika Si Kecil menyusui, sebagian kecil air liur bayi akan menyelinap masuk ke dalam puting ibu. Kelenjar air susu di payudara kemudian akan bertugas mendeteksi jika ada bakteri atau virus di liur si bayi tadi. Jika terdapat bakteri, maka tubuh si ibu akan memproduksi air susu yang disertai dengan komponen antibodi pelindung untuk bayi. Hal ini telah dibuktikan oleh sebuah penelitian di mana sel darah putih (leukosit) di ASI ibu ikut meningkat ketika si Anak sakit.

Lain halnya jika perbedaan warna ASI dipengaruhi oleh puting yang mengalami luka. Sejumlah kecil darah di dalam ASI dianggap tidak berbahaya, namun perlu diwaspadai bagi ibu, apalagi jika pendarahan pada puting tersebut berlangsung selama lebih dari dua minggu setelah melahirkan. Untuk mendapatkan saran yang tepat dalam mengatasi hal tersebut, sebaiknya segera hubungi tenaga kesehatan atau dokter anak.