Jangan Selalu Mengaitkan Lupa dengan Usia

Manusia bisa mengingat beberapa hal hingga waktu lama, tetapi pada satu sisi bisa dengan mudah melupakan yang lain. Kondisi sering lupa kerap kali dikaitkan orang dengan usia yang makin tua. Namun ternyata banyak hal dibalik hilangnya memori.

Anda bisa mengingat peristiwa-peristiwa sederhana yang terjadi bertahun-tahun lalu saat Anda masih kecil. Ulang tahun di usia tujuh tahun, buku paling menarik yang pernah Anda baca di sekolah dasar, sampai hal-hal sederhana seperti nomor telepon genggam Anda yang lama. Tetapi Anda bisa begitu saja melupakan hal-hal lain, seperti nama teman lama,  wajah seseorang yang baru Anda temui kemarin, atau sesuatu yang seharusnya Anda kerjakan begitu memasuki sebuah ruangan. Kenali penyebab mengapa ingatan manusia begitu terbatas, sekaligus di sisi lain, tidak terbatas.

mengapa orang lupa-alodokter

Ingatan Jangka Panjang dan Jangka Pendek

Manusia kadang bergurau bahwa orang-orang yang sering lupa adalah mereka yang sudah tua dan pikun. Padahal kenyataannya tidak demikian sebagaimana kekuatan ingatan manusia pada nyatanya dipengaruhi oleh banyak hal, dua di antaranya adalah ingatan jangka pendek dan jangka panjang.

Ingatan jangka panjang adalah informasi yang tersimpan dalam waktu yang lama. Jika Anda mampu mengingat hal-hal yang terjadi beberapa hari hingga belasan tahun lalu, maka inilah yang disebut ingatan jangka panjang. Memori ini sering tidak disadari, tapi dapat dimunculkan kembali jika dibutuhkan atau jika ada pemicu yang berhubungan dengan ingatan tersebut.

Ingatan jangka panjang sendiri terbagi ke dalam dua jenis, yaitu memori eksplisit dan implisit. Memori implisit bersifat tidak disadari, seperti cara mengoperasikan komputer atau mengemudikan kendaraan. Sementara memori eksplisit adalah ingatan bawah sadar, seperti pengetahuan dan ingatan akan peristiwa tertentu.

Sementara ingatan jangka pendek biasanya hanya berdurasi 18-30 detik. Ingatan jangka pendek ini akan dengan mudah hilang jika tidak diakses kembali atau tidak dibutuhkan dengan cara tergantikan oleh informasi baru. Jika sering diakses, ingatan jangka pendek ini kemudian dapat berubah menjadi ingatan jangka panjang.

Sebaliknya, lama-kelamaan memori yang jarang diingat akan hilang dan digantikan oleh informasi lain yang dianggap lebih penting. Walau demikian, beberapa ingatan yang bersifat penting memang dapat lebih mudah diingat kembali dibandingkan ingatan lain. Memori ini juga akan lebih mudah muncul kembali jika makin sering diingat. Inilah mengapa anak yang sering belajar akan lebih mudah mengingat materi yang dia pelajari dan cenderung lebih berhasil di dalam ujian sekolah.

Faktor Penting Penyebab Seseorang Menjadi Mudah Lupa

Selain jenis ingatan, ada hal-hal lain yang dapat berdampak kepada kemampuan seseorang dalam mengingat seperti di bawah ini.

  • Sebagian orang memang mampu mengingat lebih baik daripada orang lain. Berkonsentrasi pada apa yang sedang dikerjakan adalah salah satu kemampuan yang wajib dimiliki agar tidak lupa. Sebaiknya minimalkan mengerjakan dua hal atau lebih secara sekaligus agar terhindar dari lupa akan detail-detail tertentu. Kemampuan otak juga dapat dilatih agar tidak mudah lupa dengan permainan atau tantangan tertentu.
  • Selain bersifat penting, memori akan lebih mudah diingat jika saat mengalami peristiwa itu Anda benar-benar sadar dan terjaga.
  • Adanya intervensi atau gangguan lain saat otak bekerja. Saat Anda mencoba mengingat sesuatu, bagian-bagian dalam otak akan berkomunikasi antara satu sama lain. Tapi komunikasi ini akan terganggu jika ada hal lain yang muncul dan menarik perhatian sehingga Anda kehilangan konsentrasi. Gangguan ini bisa jadi adalah suara orang lain, dering telepon atau bel, hingga pikiran sendiri terhadap aktivitas lain. Ketiga hal ini membuat Anda lupa akan hal-hal yang Anda sedang coba ingat atau Anda ingin kerjakan.
  • Anda mudah lupa karena Anda sering tidak benar-benar menaruh perhatian akan hal yang sedang ada di hadapan Anda, seperti orang yang sedang ditemui atau pekerjaan.
  • Di samping beberapa faktor di atas, ternyata ada hal-hal lain yang dapat memicu seseorang menjadi mudah lupa akan sesuatu. Berikut beberapa faktornya.
  • Konsumsi minuman keras dan rokok. Rokok berisiko mengurangi kadar oksigen di dalam otak.
  • Konsumsi obat-obatan antidepresan, obat tidur, dan pereda rasa sakit lebih berisiko menurunkan kemampuan mengingat.
  • Stres dan depresi membuat Anda sulit berkonsentrasi untuk mengingat banyak hal penting yang seharusnya diselesaikan.
  • Kurang tidur dapat berdampak kepada penurunan kemampuan otak dalam memroses informasi.
  • Cedera kepala.
  • Kekurangan nutrisi yang mendukung kerja otak, seperti vitamin B1 dan vitamin B12.

Di samping berbagai faktor di atas, demensia adalah hal yang dapat menyebabkan manusia lupa akan banyak hal. Ini adalah kondisi hilangnya memori secara progresif sehingga menyebabkan pengidapnya tidak mampu berinteraksi dan beraktivitas secara normal. Untuk menghindarinya, latihlah otak untuk tetap aktif dengan banyak berolahraga, bersosialisasi, serta memaikan permainan yang menstimulasi otak (seperti puzzle dan permainan kata).