Jangan Sisakan Antibiotik Anda!

Saat menerima resep obat, seringkali Anda dianjurkan untuk jangan sisakan antibiotik! Dengan kata lain, Anda diminta untuk mengonsumsinya sesuai dosis hingga habis. Sebagai salah satu obat umum, antibiotik tidak asing lagi bagi  masyarakat. Hanya, konsumsi antibiotik sering kali tidak sesuai aturan yang ditetapkan oleh dokter. Misalnya, kelalaian dalam menghabiskannya. Padahal kebiasaan tersebut dapat membahayakan.

Yang dimaksud dengan antibiotik adalah obat yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri. Antibiotik mampu membunuh bakteri dan mencegah perkembangannya. Tentu saja, tiap infeksi membutuhkan jenis antiobotik yang berbeda-beda.

jangan sisakan antibiotik anda - alodokter

Meski efektif melawan infeksi bakteri, antibiotik tidak dapat digunakan untuk melawan virus. Mengonsumsi antibiotik saat seseorang terkena infeksi virus tidak akan membantu membuat seseorang merasa lebih baik. Sebaliknya, Anda dapat kebal terhadap antibiotik.

Ketika dokter memutuskan memberi antibiotik untuk pengobatan, maka Anda disarankan  untuk mengonsumsinya dengan cara-cara yang telah ditentukan.

Cara Tepat dalam Mengonsumsi Antibiotik

Anda  seharusnya mengonsumsi antibiotik sesuai waktu yang telah ditentukan. Dokter akan menjelaskan waktu  dan dosis yang tepat dalam mengonsumsi obat tersebut. Agar tidak terlupa, Anda disarankan mengonsumsi obat pada waktu yang sama tiap hari.

Beberapa jenis antibiotik dilarang dikonsumsi bersamaan dengan makanan tertentu.Sebagian antibiotik harus dikonsumsi di saat perut kosong, umumnya satu atau dua jam sebelum makan. Anda juga dilarang mengonsumsi  minuman keras selama menggunakan antibiotik tertentu. Ikuti instruksi dokter maupun petunjuk pada label kemasan obat atau melalui lembaran informasi untuk pasien.

Ingat, jangan sekali pun memberi antibiotik milik Anda kepada teman, keluarga, atau binatang piaraan. Hindari juga menyimpan sisa antibiotik milik Anda. Seharusnya tidak ada dosis obat yang tersisa. Antibiotik yang diresepkan sebaiknya dikonsumsi sampai habis untuk mencegah kembalinya infeksi yang berpotensi lebih parah dari kondisi awal. Jika Anda menerima dosis melebihi yang telah diresepkan oleh dokter, maka sebaiknya tanyakan pada apoteker tentang cara terbaik dalam membuang sisa antibiotik tersebut.

Apa yang Terjadi Jika tidak Sesuai Dosis?

Sangat penting untuk menghabiskan antibiotik yang diberikan pada waktu yang telah ditentukan agar semua bakteri penyebab infeksi dapat diberantas, walaupun kadang gejala telah hilang sepenuhnya. Mengonsumsi antibiotik sesuai dosis bertujuan untuk mengurangi risiko timbulnya efek samping dan mencegah terjadinya resistensi antibiotik.

Misalnya, Anda hanya mengonsumsi antibiotik, namun hanya beberapa hari karena merasa sudah membaik, maka kemungkinan hanya sebagian bakteri yang berhasil dimusnahkan. Sebagian kecil bakteri yang mampu bertahan akan menjadi resisten atau kebal dan dapat menyebabkan infeksi yang lebih parah kembali atau menyerang orang lain. Ketika bakteri resisten terhadap pengobatan dasar, maka akan meningkatkan risiko komplikasi dan kematian.

Sebagai contoh, obat yang diperlukan untuk mengobati penyakit tuberkulosis  yang resisten terhadap obat jauh lebih mahal dibandingkan obat untuk mengobati tuberkulosis non-resisten. Pengobatan yang dilakukan juga jauh lebih lama, hingga memakan waktu dua tahun, tentunya dengan efek samping yang lebih berat.

Konsekuensi lain dari resistensi antibiotik adalah peningkatan biaya seperti sakit yang lebih lama, termasuk biaya untuk tes, perawatan dan rawat inap tambahan, serta biaya tidak langsung seperti kehilangan pemasukan dari pekerjaan.

Untuk memastikan bakteri yang masuk ke tubuh telah musnah sepenuhnya tanpa tersisa, pastikan Anda menghabiskan semua dosis antibiotik yang diresepkan oleh dokter. Jika gejala masih tetap ada setelah mengikuti resep dan anjuran dokter, kembali periksakan diri ke dokter.