Jangan Terlena Janji-janji Olahraga Peninggi Badan

Banyak yang mempertanyakan cara mendapatkan postur tubuh yang ideal baik berat maupun tingginya. Salah satunya dengan mempraktikkan olahraga peninggi badan.

Sebelum mempraktikkan olahraga yang dianggap mampu mempertinggi badan, sebaiknya pahamilah faktor-faktor apa saja yang bisa berdampak kepada postur tubuh. Tinggi badan sendiri sangat tergantung dengan pola pertumbuhan dan tinggi anggota keluarga keluarga, terutama orang tua. Faktor lain yang memengaruhi adalah pernah atau tidaknya menderita penyakit kronis, bagaimana orang tersebut saat menapaki masa puber, serta nutrisi yang dikonsumsi.

jangan terlena janji-janji olahraga peninggi badan - alodokter

Seperti Apakah Olahraga Peninggi Badan?

Banyak olahraga peninggi badan yang tutorialnya bisa diikuti di internet dan kerap mengklaim soal keberhasilannya. Hanya saja, setelah masa pertumbuhan selesai, olahraga seperti itu sebenarnya tidak mampu lagi membuat seseorang menjadi lebih tinggi. Ingatlah bahwa pada usia tertentu, pertumbuhan manusia akan terhenti.

Salah satu bentuk olahraga yang diklaim mampu meninggikan badan adalah peregangan. Padahal belum ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa teknik olahraga semacam ini bisa mempertinggi postur manusia setelah melewati masa pertumbuhan. Tetapi peregangan masih mungkin efektif dalam memperbaiki postur tubuh seseorang. Perbaikan postur inilah yang sering diklaim bisa membuat tinggi badan lebih tinggi meski usia sudah tidak mendukung.

Harus dipahami bahwa masa pertambahan tinggi badan manusia yang pesat terjadi pada usia muda. Pertumbuhan manusia mengalami masa-masa tercepat adalah sejak dia lahir hingga mencapai usia sekitar dua tahun. Setelah itu, kecepatan pertumbuhan mengalami perlambatan secara perlahan-lahan.

Titik puncak pertumbuhan tinggi badan sendiri berada pada masa puber. Bagi lelaki, masa puber sekaligus pertumbuhan tinggi badan yang cepat terjadi pada usia sekitar 13-14 tahun. Sementara bagi perempuan, masa-masa ideal tersebut berada pada rentang usia 11-12 tahun. Pada usia ini, anak lelaki biasanya tumbuh sekitar 10 cm per tahun. Sedangkan pada anak perempuan pertumbuhan berkisar 7 cm per tahun. Setelah masa ini, pertumbuhan kembali berkurang dan akan menapaki angka 0 pada usia tertentu.

Pada laki-laki, terhentinya masa pertumbuhan fisik biasanya terjadi pada usia 18-20 tahun. Sedangkan pada kaum hawa, terhentinya pertumbuhan tinggi badan terjadi pada kisaran usia 15-16 tahun. Tentu saja, faktor-faktor seperti gizi dan kesehatan tubuh secara keseluruhan ikut menyumbangkan peranan penting.

Pada masa-masa pertumbuhan, olahraga kemungkinan berperan dalam membuat seseorang menjadi lebih tinggi. Beberapa olahraga yang dianggap bisa membantu mendapatkan tinggi optimal antara lain berenang, bersepeda, jalan kaki, dan yoga. Hanya saja, olahraga peninggi badan tersebut harus diimbangi dengan diet yang tepat dan tidur yang cukup tiap hari.

Untuk mengikis pertanyaan yang mengundang rasa khawatir mengenai tinggi badan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Mintalah saran dan pendapat mereka mengenai olahraga peninggi badan yang efektif serta apa saja asupan gizi yang ideal sebelum melakukannya.