Janin Juga Bisa Mengalami Stres, Lho! Ini Penyebabnya

Selama masa kehamilan, bukan hanya kamu yang bisa mengalami stres. Ternyata, janinmu juga dapat mengalaminya meski masih berada di kandungan. Janinmu bisa dikatakan stres ketika tim medis menemui tanda-tanda bahwa kondisinya tidak normal selama di kandungan atau ketika dia tidak memenuhi kriteria agar bisa dilahirkan dengan baik.

Janin stres termasuk kondisi yang cukup umum terjadi. Diperkirakan sekitar 25 persen bayi mengalami hal ini saat persalinan.

Janin Juga Bisa Mengalami Stres, Lho! Ini Penyebabnya

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan atau meningkatkan risiko janin mengalami stres antara lain:

Cara Mendeteksi bahwa Janin Mengalami Stres

Tanda-tanda awal janinmu mungkin mengalami stres adalah kamu belum pernah merasakan gerakannya atau gerakannya tidak seaktif biasanya di dalam kandungan. Sebenarnya, penurunan gerakan janin wajar terjadi seiring dengan perkembangannya di dalam kandungan. Namun, jika kamu merasa gerakannya tidak terjadi secara rutin, interval gerakannya berubah secara mendadak dan bayi tidak kunjung bergerak ketika diberikan stimulasi, maka kamu disarankan untuk langsung mengonsultasikannya kepada dokter.

Sebagai bagian dari langkah penanganan, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan guna mendeteksi keadaan janinmu. Berikut penjelasannya:

  • Apabila di usia kandungan kurang dari enam bulan kamu belum pernah merasakan janin bergerak, dokter akan memeriksa detak jantung janinmu memakai alat elektronik khusus untuk memantau detak jantungnya. Memeriksa kondisi janin secara menyeluruh melalui USG juga bisa dokter lakukan.
  • Jika terjadi penurunan gerakan saat kehamilanmu berusia enam bulan ke atas, pemeriksaan yang akan dilakukan akan mencakupi hal-hal di atas ditambah pemeriksaan kesehatanmu, seperti tes urine dan tes tekanan darah.

Apa yang Harus Dilakukan terhadap Hal Ini?

Janin stres juga bisa ditandai oleh adanya mekonium (tinja pertama yang dikeluarkan bayi) atau zat tidak normal lainnya di cairan ketuban yang mengelilingi janin. Kondisi ini bisa terdeteksi ketika air ketubanmu pecah saat proses persalinan. Waspadai juga jika proses persalinanmu berjalan lambat secara tidak normal karena ini bisa menjadi tanda bahwa janinmu mengalami stres juga.

Janin yang mengalami stres harus mendapat penanganan karena jika dibiarkan dan kondisinya bertambah parah, maka bisa mengalami komplikasi berupa cedera otak pada bayi atau bahkan berisiko mengakibatkan janin meninggal dalam kandungan.

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu memulihkan kondisi janin, antara lain meningkatkan asupan cairan ke dalam tubuhmu dan menganjurkan untuk berbaring ke sisi kiri tubuh agar rahim tidak menekan pembuluh darah utama tubuhmu. Perlu kamu ketahui bahwa tertekannya pembuluh darah bisa menghambat aliran darah ke plasenta dan bayimu.

Jika janinmu masih mengalami stres hingga waktu persalinan tiba, dokter akan menyarankan untuk melahirkan Si Kecil sesegera mungkin. Metode persalinan yang akan dilakukan tergantung dari sudah sejauh mana tahapan persalinan yang telah kamu lalui.

Kamu masih bisa melahirkan secara normal dengan bantuan alat medis, seperti vakum atau forceps. Proses persalinan secara normal akan dilakukan dengan pemantauan ekstra dari tim medis. Jika persalinan normal tidak memungkinkan, maka dokter akan menyarankan persalinan melalui jalur operasi caesar.