Jodoh Katanya Mirip. Benarkah?

Ada anggapan beredar di masyarakat yang menyatakan bahwa mereka yang berjodoh memiliki kemiripan secara fisik. Tidak hanya fisik, kepribadian dan hal-hal yang mereka sukai juga bisa memiliki kesamaan. Apa benar begitu?

Menurut penelitian, orang lebih tertarik pada orang yang memiliki karakteristik wajah yang mirip. Hal ini terjadi karena kita cenderung lebih percaya pada orang yang memiliki wajah mirip, karena orang tersebut sudah seperti keluarga kita sendiri. Namun, untuk menghindari hubungan sedarah, kita beralih ke orang lain yang memiliki wajah mirip.

Jodoh Katanya Mirip. Benarkah

Penelitian juga menemukan bahwa banyak pasangan yang memiliki karakteristik wajah atau daya tarik fisik yang sama. Misalnya sang istri memiliki karakter wajah ‘sosial’, maka sang suami juga memiliki karakter wajah yang sama, ‘sosial’. Kemiripan ini lebih cenderung membentuk hubungan jangka panjang.

Kemiripan non fisik yang terjadi pada dua sejoli juga mungkin bisa terjadi karena orang cenderung mengubah dirinya atau mulai menyukai hal-hal baru yang disukai juga oleh lawan jenisnya. Sebagai contoh, kita mulai tertarik dengan aliran musik tertentu ketika tahu pasangan kita juga suka dengan jenis musik seperti itu. Atau, kita jadi suka berkebun ketika pasangan memiliki hobi tersebut.

Lagipula, pada umumnya kita mungkin akan merasa lebih nyaman dan klik, kan, jika memiliki pasangan yang memiliki hobi atau kesamaan dalam beberapa hal dengan kita?  Mungkin itu yang mendasari orang memilih pasangan yang memiliki beberapa kemiripan dengan mereka.

Jangan Terlalu Fokus pada Kemiripan

Meski ada penelitian yang menyatakan pro terhadap anggapan bahwa mereka yang berjodoh itu mirip, kita jangan berpikir bahwa pasangan kita saat ini yang secara fisik dan non fisik berbeda jauh bukanlah jodoh kita.

Kita tidak selalu jatuh cinta dengan seseorang yang memiliki kemiripan dengan kita saja, kok. Ada banyak faktor yang akhirnya membuat seseorang jatuh cinta dan akhirnya terikat pada janji suci pernikahan alias berjodoh.

Menurut seorang ahli antropologi fisik, ada faktor ilmiah yang bisa membuat kita jatuh cinta pada seseorang yakni hormon. Kemungkinan orang yang memiliki estrogen dengan jumlah melimpah bisa tertarik kepada orang yang memiliki kadar testosteron tinggi.

Sementara menurut seorang ahli psikologi, faktor yang dapat memengaruhi seseorang dalam memilih pasangan juga bisa dipengaruhi oleh indera penciuman. Katanya, makin berbeda bau seseorang dari kita, maka makin mungkin kita bisa jatuh cinta dengannya.

Jodoh atau tidaknya seseorang dengan kita tidak melulu dikaitkan dengan kemiripan. Namun, tidak ada salahnya jika kita mencari seseorang yang memiliki banyak kesamaan dengan kita. Menurut beberapa ahli, hubungan lebih berjalan dengan lancar jika kita memiliki banyak kesamaan dengan pasangan. Tapi, kita juga harus ingat, sedikit perbedaan bisa juga, lho, mewarnai hubungan dalam rumah tangga.