Kandungan Nutrisi dan Manfaat Jamur untuk Mencegah Penyakit

Jamur tak hanya dikenal lezat, namun juga mendukung kondisi kesehatan. Mari mengetahui kandungan gizi lebih jauh, untuk mengambil manfaat jamur yang dapat menekan risiko penyakit berbahaya.

Penelitian mengungkap, jamur memiliki manfaat antara lain antiradang, antivirus, antibakteri, dan mengandung nutrisi yang dapat mendukung imunitas atau daya tahan tubuh.

kandungan nutrisi dan manfaat jamur untuk mencegah penyakit - alodokter

Kemudian, penelitian lain menunjukkan konsumsi jamur yang dikembangkan secara alami dapat menekan risiko obesitas, diabetes, dan sakit jantung. Selain itu, jamur juga bermanfaat untuk sumber energi, meningkatkan stamina tubuh, kesehatan rambut, sekaligus menjaga berat badan.

Kandungan nutrisi dari jamur yang dapat membantu mencegah penyakit, antara lain:

  • Vitamin B.

Asam folat sebagai salah satu jenis vitamin B di dalam jamur ini dapat memengaruhi serta memperbaiki proses sintesa DNA, sehingga mampu mencegah mutasi gen penyebab kanker. Sementara, kandungan kolin dalam jamur dapat membantu memperbaiki gangguan tidur, gerakan otot, serta kemampuan belajar dan daya ingat. Nutrisi ini juga dapat membantu penyerapan lemak dan mengurangi peradangan kronis pada tubuh.

  • Vitamin C.

Bersama dengan serat dan kalium, kandungan vitamin C mampu menjaga kondisi kesehatan jantung dan pembuluh darah jantung. Ini terjadi karena senyawa ini menjaga tekanan darah seluruh tubuh termasuk jantung. Tekanan darah yang baik ikut menyehatkan jantung.

  •  Vitamin D.

Jamur mengandung vitamin D yang memiliki andil dalam pengaturan siklus pertumbuhan sel, sehingga dapat mencegah pertumbuhan sel kanker.

  • Selenium.

Jamur mengandung salah satu jenis mineral yaitu selenium. Mineral ini dapat memengaruhi fungsi enzim hati dan membantu detoksifikasi zat-zat yang dapat menyebabkan kanker. Selenium juga dapat mencegah peradangan, sekaligus menurunkan tingkat pertumbuhan tumor. Dan lagi, selenium dapat meningkatkan imunitas tubuh terhadap infeksi.

  • Serat pangan.

Kandungan serat tinggi pada jamur dapat membantu menekan tingkat gula darah, lipid, serta tingkat insulin pada penderita diabetes. Serat pangan juga dapat bermanfaat dalam sistem pencernaan, yang mampu mengurangi nafsu makan sekaligus membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.

 Makanan Rendah Kalori

Jamur tergolong asupan yang rendah kalori, lemak, kolesterol, dan sodium. Secara umum, kandungan nutrisi jamur hampir sama, meski terdiri dari berbagai jenis. Satu cangkir jamur putih mentah mengandung 2,2 gram protein, 2,3 gram karbohidrat, dan 15 kalori. Jamur tersebut tidak mengandung lemak sama sekali.

Selain itu, terdapat beberapa jenis jamur yang diketahui bermanfaat bagi kesehatan, antara lain jamur shiitake, enoki, maitake, dan jamur tiram (oyster).

Meski demikian, ada pula risiko mengonsumsi jamur. Sebuah penelitian terhadap hewan menyebutkan, adanya risiko tumor akibat konsumsi jamur. Selain itu, diduga ada pula zat yang berpotensi menyebabkan kanker dari jamur, setelah dimasak dalam suhu tinggi.

Sebagian besar jamur yang dijual di supermarket tergolong aman karena dikembangkan di pertanian khusus. Namun, hindari jamur yang tumbuh liar karena berisiko mengandung racun yang berbahaya.

Nikmati manfaat jamur yang dapat disajikan mentah bersama salad, dicampur ke dalam telur dadar ataupun dipanggang dan dijadikan isian dalam roti lapis. Namun, tetap batasi konsumsi jamur. Hindari konsumsi jamur jika Anda memiliki risiko alergi, atau konsultasi dengan dokter atau ahli gizi terlebih dahulu.