Kanker Sarkoma Ewing

Pengertian Kanker Sarkoma Ewing

Pengertian Kanker Sarkoma Ewing

Kanker sarkoma Ewing kebanyakan terjadi pada orang berusia 10-20 tahun. Orang dewasa juga dapat terkena kanker sarkoma Ewing, namun jarang terjadi. Umumnya kanker sarkoma Ewing terjadi pada orang ras kulit putih (kaukasoid) dan jarang terjadi di ras lain. Kanker sarkoma Ewing saat ini memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi.

kanker sarkoma ewing - alodokter

Berdasarkan lokasi terjadinya kanker, kanker sarkoma Ewing dapat dibagi sebagai berikut:

  • Kanker tulang Ewing. Sekitar 87 persen kanker sarkoma Ewing muncul di tulang, seperti tulang panggul atau paha. Kanker sarkoma Ewing juga dapat terjadi pada tulang rusuk dan tulang selangka.
  • Kanker jaringan lunak (extraosseous). Sarkoma Ewing jenis ini terjadi pada jaringan lunak di sekitar tulang seperti otot atau tulang rawan. Sarkoma Ewing extraosseous dapat ditemukan di jaringan lunak di sekitar tangan, kaki, kepala, leher, dan perut.
  • Peripheral Primitive Neuroectodermal Tumor (pPNET). Sarkoma Ewing jenis ini terjadi pada jaringan saraf dan dapat ditemukan di berbagai organ tubuh.
  • Tumor Askin. Ini merupakan tumor jenis pPNET yang terjadi pada bagian dada.

Penyebab dan Faktor Risiko Munculnya Sarkoma Ewing

Sampai saat ini, penyebab sarkoma Ewing pada seseorang belum diketahui dengan pasti. Namun, diperkirakan penyebab utama sarkoma Ewing adalah mutasi DNA pada jaringan ikat, terutama jaringan tulang, setelah lahir.

Berdasarkan beberapa penelitian, tidak dapat dipastikan bahwa sarkoma Ewing disebabkan karena faktor keturunan. Namun sejauh ini diketahui bahwa sarkoma Ewing tidak terkait dengan paparan radiasi, senyawa kimia, atau faktor lingkungan lain. Sarkoma Ewing umumnya terjadi pada tulang yang mengalami pertumbuhan cepat. Teori ini terkait dengan pasien kanker yang umumnya merupakan anak-anak atau remaja dalam masa puber. Diperkirakan bahwa bayi yang mengalami hernia umbilikalis juga memiliki risiko terkena sarkoma Ewing pada saat tumbuh di usia puber.  Pada orang dewasa, faktor risiko dari sarkoma Ewing dipengaruhi dari gaya hidup, terutama berat badan, aktivitas fisik, pola makan, dan kebiasaan merokok. Akan tetapi faktor-faktor tersebut umumnya terakumulasi hingga bertahun-tahun sebelum dapat meningkatkan risiko sarkoma Ewing secara signifikan.

Gejala Sarkoma Ewing

Jika seseorang terkena sarkoma Ewing, terutama pada anak-anak, gejala yang dapat muncul umumnya adalah:
  • Nyeri, bengkak, dan kaku di daerah munculnya tumor selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Pada anak-anak, gejala-gejala ini sering disalahartikan sebagai cedera akibat berolahraga atau aktivitas fisik lainnya.
  • Munculnya benjolan di kulit yang terasa hangat dan lunak ketika disentuh.
  • Suhu tubuh rendah selama berhari-hari. Pada beberapa kasus, pasien akan menderita demam tinggi.
  • Sulit berjalan akibat nyeri kaki.
  • Nyeri tulang yang bertambah parah pada saat berolahraga atau pada malam hari.
  • Patah tulang tanpa sebab yang jelas.
  • Kehilangan berat badan.
  • Mudah lelah.
  • Paralisis atau kehilangan kontrol atas kandung kemih jika sarkoma Ewing terjadi pada tulang belakang.
Pada kasus yang langka, sarkoma Ewing dapat berkembang tanpa diiringi gejala-gejala tersebut (asimptomatik). Namun seiring dengan berkembangnya kanker, jaringan tulang akan melemah sehingga mudah patah (fraktur). Jika gejala-gejala tersebut dirasakan muncul, segera berkonsultasi dengan dokter. Seperti pada jenis kanker lainnya, jika kanker dapat terdeteksi sesegera mungkin, maka akan lebih mudah untuk disembuhkan.

Diagnosis Sarkoma Ewing

Untuk menentukan apakah seseorang terkena sarkoma Ewing atau tidak, diperlukan pemeriksaan sebagai berikut:
  • Pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik merupakan langkah diagnosis pertama yang akan dilakukan oleh dokter untuk mengecek keberadaan sarkoma Ewing pada pasien. Dokter akan mengecek bagian badan yang mengalami nyeri, pembengkakan, benjolan, atau kemerahan.
  • Pemindaian. Pemeriksaan pemindaian digunakan untuk memperkirakan keberadaan jaringan yang mengalami keganasan pada anggota badan. Metode-metode yang dapat digunakan untuk memindai keberadaan sarkoma Ewing adalah:
    • Foto Rontgen. Foto Rontgen digunakan untuk mendapatkan gambaran organ dan jaringan tubuh, sehingga dapat diperkirakan letak dan jenis keganasan. Jika dari hasil pemeriksaan ini diduga pasien menderita sarkoma Ewing, selanjutnya dapat digunakan metode pemindaian lain untuk pemeriksaaan lebih lanjut.
    • Scan Tulang.  Pemeriksaan ini bertujuan untuk menemukan sel kanker di dalam tulang pasien. Cairan kontras radioaktif akan disuntikkan ke dalam tulang melalui vena yang kemudian akan berkumpul di jaringan kanker pada tulang tersebut. Kontras radioaktif yang berkumpul pada jaringan kanker akan terdeteksi oleh alat pemindai, sehingga terbentuk gambaran yang lebih rinci.
    • MRI. Pemeriksaan MRI digunakan untuk mendapatkan gambaran rinci dari organ dalam tubuh, serta mendeteksi keberadaan dan lokasi jaringan tumor.
    • CAT/CT scan. Metode pemindaian menggunakan CT scan hampir mirip dengan metode foto Rontgen, namun dengan hasil gambar yang lebih rinci dan akurat.
    • PET scan. Metode pemindaian PET scan adalah dengan menginjeksikan glukosa radioaktif pada organ yang diduga mengalami kanker. Organ tersebut kemudian dipindai menggunakan PET scanner untuk mendeteksi penyerapan gula radioaktif. Sel-sel kanker akan tampak lebih terang pada pemindaian, karena sel-sel tersebut mengambil dan menggunakan gula lebih banyak dibanding sel-sel normal.
  • Biopsi. Biopsi dilakukan dengan mengambil sampel jaringan dari organ yang diduga mengalami kanker. Sampel jaringan kemudian dilihat di bawah mikroskop untuk mengevaluasi keberadaan kanker. Biopsi juga dapat dilakukan pada sumsum tulang menggunakan jarum (bone marrow aspiration). Biopsi dapat dilakukan pada pasien dengan menggunakan anestesi umum maupun lokal.

Stadium Sarkoma Ewing

Kanker akan berkembang dan membesar dari waktu ke waktu. Untuk membedakan kondisi jaringan kanker dari yang belum menyebar ke yang sudah menyebar, digunakanlah sistem stadium 1-4 dengan rincian sebagai berikut:
  • Stadium 1. Menandakan bahwa kanker berukuran kecil dan masih tetap ada di dalam organ tempat kanker berasal.
  • Stadium 2. Menandakan bahwa kanker belum menyebar ke jaringan di sekitarnya, namun ukuran kanker sudah lebih besar dari stadium 1. Terkadang pada stadium 2, sel kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening yang paling dekat dengan organ kanker.
  • Stadium 3. Menandakan bahwa kanker sudah membesar dari stadium 2 dan sudah menyebar ke jaringan lain atau kelenjar getah bening di sekitar kanker.
  • Stadium 4. Menandakan bahwa kanker sudah menyebar dari organ tempat kanker berasal. Kondisi ini dinamakan metastasis.

Pengobatan Sarkoma Ewing

Tujuan dari pengobatan kanker sarkoma Ewing adalah:
  • Untuk menyembuhkan pasien dari kanker.
  • Untuk menjaga fungsi organ tubuh sebaik mungkin pasca pengobatan.
  • Untuk menghindari komplikasi sekecil mungkin akibat kanker dan pengobatan kanker.
Sebelum diberikan pengobatan tertentu, dokter akan melakukan evaluasi terhadap pasien sarkoma Ewing untuk menentukan pengobatan yang tepat dan efektif. Jenis pengobatan sarkoma Ewing ditentukan berdasarkan hal-hal sebagai berikut:
  • Ukuran dan stadium kanker.
  • Daerah penyebaran kanker.
  • Kesehatan pasien secara umum.
  • Preferensi pengobatan yang diinginkan pasien.
Metode pengobatan yang dapat digunakan adalah:
  • Kemoterapi. Kemoterapi merupakan pengobatan sarkoma Ewing yang paling umum digunakan. Kemoterapi dilakukan dengan menginjeksikan obat-obatan kimia untuk membunuh dan mengecilkan kanker secara berkala. Dokter akan merekomendasikan kepada pasien untuk mengombinasikan pengobatan kemoterapi dengan metode pengobatan lain.
  • Radioterapi. Radioterapi merupakan pengobatan yang bertujuan membunuh sel-sel kanker dengan menggunakan sinar berenergi tinggi. Umumnya sinar yang digunakan untuk membunuh sel kanker adalah sinar-X. Radiasi dapat diberikan melalui alat radiasi eksternal atau melalui alat radiasi yang dipasang di dalam tubuh (radioterapi internal).
  • Pembedahan. Pengobatan kanker melalui pembedahan ditujukan untuk mengangkat sel-sel tumor secara fisik. Jika kanker sudah menyebar ke bagian tubuh lain, ada kemungkinan dokter akan mengamputasi bagian tubuh yang terkena kanker tersebut.
  • Transplantasi sel punca (stem cell). Pengobatan sel punca umumnya digunakan pada pasien dengan sarkoma Ewing stadium lanjut (stadium 3). Pada pasien kanker stadium lanjut, dosis kemoterapi yang diberikan adalah dosis tinggi untuk menekan dan membunuh sel kanker sebanyak mungkin. Namun efek samping dari kemoterapi dosis tinggi adalah rusaknya sel-sel sumsum tulang yang memiliki berbagai fungsi regenerasi. Untuk mengatasi efek samping dari kemoterapi, dapat dilakukan transplantasi sel punca sebagai pengganti sel-sel sumsum tulang yang rusak. Sel punca yang ditransplantasi dapat berasal dari bagian tubuh pasien yang lain atau dari donor.
Jika pengobatan berhasil menghilangkan sel-sel sarkoma Ewing, dokter tetap akan melakukan monitoring pasien secara berkala untuk memantau kondisi pasien setelah pengobatan. Perlu diingat bahwa sarkoma Ewing dapat muncul kembali setelah beberapa tahun pasca pengobatan.

Untuk memperkirakan prognosis kanker, dokter umumnya akan melakukan prediksi angka harapan hidup pasien dalam 5 tahun, setelah terdeteksi. Pasien sarkoma Ewing usia dini dengan kanker yang belum menyebar (stadium 1-2) memiliki harapan hidup dalam 5 tahun sebesar 70 persen. Prognosis sarkoma Ewing lebih buruk jika kanker sudah menyebar ke bagian tubuh lainnya (stadium 3-4). Harapan hidup dalam 5 tahun untuk pasien sarkoma Ewing stadium 3-4 selama 5 tahun adalah sekitar 15-30 persen.