Kapan Ibu Hamil Harus Ke Rumah Sakit Untuk Bersalin?

Bagi Bunda yang sedang mengandung anak pertama mungkin akan bertanya-tanya mengenai kapan seharusnya pergi ke rumah sakit atau bidan untuk bersalin? Pada kehamilan pertama, bila Bunda mengalami kontraksi tetapi air ketuban belum keluar, kemungkinan Bunda akan diminta pulang atau menunggu hingga tiba saatnya mendekati waktu persalinan.

Tahap persalinan yang pertama, disebut juga sebagai prodormal maupun fase laten, biasanya merupakan proses yang panjang. Fase ini dapat memakan waktu 1-2 hari. Pada sebagian kasus, fase ini bisa dimulai dan kemudian berhenti.

Kapan Ibu Hamil Harus Ke Rumah Sakit Untuk Bersalin - Alodokter

Bunda harus segera ke rumah sakit bersalin bila sudah memasuki tahap persalinan yang sesungguhnya, atau mengalami hal-hal berikut ini.

  • Bunda berpikir bahwa air ketuban telah keluar, baik hanya merembes sedikit demi sedikit atau lebih banyak (pecah ketuban).
  • Jika Bunda mengalami perdarahan (lebih dari bercak-bercak).
  • Jika pergerakan janin tidak sebanyak biasanya.
  • Ketika kontraksi atau kram terasa tidak nyaman dan datang tiap lima menit dalam sejam. Pada dasarnya, kontraksi persalinan terasa kuat, teratur, dan berlangsung sekitar 45-90 detik. Sebuah kontraksi dianggap kuat jika Bunda sampai tidak dapat berbicara ketika kontraksi sedang berlangsung.
Selain dari kondisi di atas, kondisi yang juga mengharuskan Bunda untuk segera menghubungi dokter atau bidan adalah bila Bunda berpikir akan melahirkan bayi kembar, bayi prematur, atau kondisi kehamilan berisiko lainnya. Ibu hamil juga akan membutuhkan pertolongan dokter atau bidan secepatnya bila:
  • Terjadi perdarahan berat dari vagina.
  • Pecah ketuban.
  • Tidak ada gerakan janin.
  • Wajah dan tangan Bunda membengkak.
  • Kualitas penglihatan menurun atau buram.
  • Sakit kepala parah.
  • Kejang.
  • Sakit pada area perut yang parah.
  • Berat badan Bunda mendadak naik (lebih dari 1,8 kg dalam seminggu).
Sementara itu, pada kehamilan kedua atau selanjutnya biasanya tahap persalinan akan berlangsung lebih singkat dibandingkan kehamilan pertama. Oleh karena itu, Bunda perlu datang ke rumah sakit atau bidan lebih awal.

Tanda-Tanda Persalinan

Nyatanya tidak ada yang tahu apa yang benar-benar memulai persalinan dan kapan waktu persisnya, namun beberapa perubahan hormonal dan fisik dapat menunjukkan tahap awal persalinan, yaitu:
  • Lightening, yakni proses bayi turun ke panggul dan menetap dalam posisi siap keluar. Pada kondisi ini, Bunda mungkin merasa sering ingin buang air kecil. Umumnya kepala bayi masuk terlebih dahulu ke pintu atas panggul. Walau demikian, kaki atau bahu bayi juga bisa masuk terlebih dahulu.
  • Keluar lendir, yaitu ketika leher rahim mulai terbuka lebih lebar. Lendir yang keluar dari vagina dapat berwarna jernih, merah muda, atau tercampur sedikit darah. Tahap melahirkan kemungkinan akan segera terjadi setelah keluar lendir atau bisa juga baru terjadi 1-2 minggu kemudian.
  • Kontraksi atau kram. Bedakan antara kontraksi palsu dan kontraksi yang sesungguhnya. Kontraksi palsu akan terjadi secara tidak beraturan, sedangkan kontraksi yang sesungguhnya terjadi secara teratur dan terasa lebih sakit dari waktu ke waktu. Bunda mungkin merasa kram pada punggung maupun perut bagian atas atau bawah. Bunda juga tidak dapat merasakan gerakan bayi ketika kram berlangsung. Kontraksi yang sesungguhnya membuat kepala bayi terdorong ke bawah dan membuka leher rahim.
  • Air ketuban keluar, dapat menyerupai tetesan cairan yang bocor maupun menyembur secara tiba-tiba. Bila air ketuban sudah keluar, persalinan dapat terjadi dalam 24 jam. Namun, tidak semua wanita mengalami pecah ketuban secara alami sehingga dokter perlu memecahkan selaput ketuban di rumah sakit.
  • Penipisan dan pembukaan leher rahim, terjadi akibat kontraksi rahim yang efektif. Kemajuan proses melahirkan diukur dari seberapa lebar leher rahim telah terbuka dan menipis sehingga memungkinkan bayi melewati vagina. Fase persalinan aktif sendiri dimulai ketika leher rahim terbuka Sementara itu, pembukaan lengkap yaitu bila leher rahim sudah terbuka sepanjang 4 cm atau disebut pembukaan 4. Sementara itu, pembukaan lengkap yaitu bila leher rahim sudah terbuka 10 cm dan bayi bisa segera keluar.
Bila Bunda sudah memasuki tahap persalinan awal alias belum mencapai pembukaan 4 maupun belum mengalami kondisi yang mengharuskan segera ke rumah sakit, dianjurkan untuk sering mengonsumsi makanan dan minum banyak air putih atau jus bening, terutama tanpa tambahan banyak gula. Selain itu, sambil menunggu tahap persalinan berikutnya, ibu hamil juga dianjurkan untuk mandi air hangat dan berjalan kaki ringan, tetapi jangan sampai kelelahan. Penting pula untuk mengumpulkan tenaga dengan beristirahat sambil berbaring menyamping sehingga perut Bunda ditopang oleh kasur.