Kapan Si Kecil Boleh Mengonsumsi Yoghurt?

Manfaat yoghurt yang baik untuk tubuh sudah banyak diketahui oleh masyarakat. Tapi, apakah ini juga berlaku untuk bayi? Mungkin kamu salah satu Bunda yang khawatir ketika akan memberikan yoghurt pada Si Kecil.

Yoghurt sebagai produk olahan susu, mempunyai manfaat yang sama seperti halnya susu. Antara lain mengandung protein hewani, kalsium, vitamin B2, vitamin B12, kalium dan magnesium. Selain itu, kandungan probiotik yang terdapat pada yoghurt yaitu lactobacillus dan bifidobacterium, bermanfaat untuk membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan kesehatan saluran cerna.

Yoghurt untuk Bayi

Sebagian besar bayi sudah bisa mengonsumsi yoghurt setelah memulai MPASI pertama sekitar usia 6 bulan. Sementara itu, seorang ahli menyebutkan, pemberian yoghurt sebaiknya diberikan pada bayi usia 9 bulan.

Memilih yoghurt rasa tawar adalah cara paling mudah untuk menghindari penambahan gula berlebih. Sebab, hampir semua yoghurt dengan aneka rasa mengandung gula di dalamnya. Jika asupan gula untuk Si Kecil berlebihan, dikhawatirkan dapat menyebabkan kerusakan gigi dan obesitas.

Pada dasarnya semua yoghurt mengandung beberapa gula alami dalam bentuk laktosa. Cek label kemasan yoghurt untuk kandungan gula. Selain disebut gula atau pemanis, juga bisa disebutkan sebagai tetes tebu atau tebu kristal, pemanis jagung, sirup jagung, dekstrosa, fruktosa, konsentrat jus buah, madu, glukosa, sirup jagung fruktosa tinggi, laktosa, maltosa, sirup malt dan sukrosa.

Untuk Si Kecil yang Alergi Susu

Bagi anak dengan alergi susu atau intoleransi laktosa sebaiknya menunggu beberapa waktu (paling tidak hingga lebih dari usia 9 bulan) sebelum memberikan yoghurt, meski beberapa penelitian menunjukkan yoghurt dapat membantu alergi berupa eksim atau alergi lain, karena meningkatkan sistem imunitas.

Pemberian yoghurt pada Si Kecil yang alergi, sebaiknya terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter. Orangtua juga perlu mengetahui gejala umum dari reaksi alergi ini seperti munculnya bintik merah yang gatal, adanya pembengkakan di sekitar bibir dan mata, atau muntah setelah makan yoghurt.

Ada kemungkinan reaksi alergi pada bayi dengan intoleransi laktosa akibat yoghurt, tidak sehebat reaksi alergi akibat produk olahan susu lain. Hal ini disebabkan laktosa pada proses pembuatan yoghurt sudah dipecah-pecah, tidak seperti laktosa pada produk olahan susu lainnya.

Cara Memberikan Yoghurt untuk Bayi

Yoghurt rasa tawar merupakan pilihan yang baik untuk Si Kecil, kamu bisa menambahkan rasa dan nutrisi lain. Misalnya, mencampurkan buah atau sayur pada yoghurt.

Untuk Si Kecil yang baru saja mengenal makanan padat bisa disajikan dalam bentuk bubur buah atau sayur. Pada Si Kecil yang sudah bisa mengunyah makanan, kamu bisa menambahkan potongan buah dan sayuran yang sudah dimasak dan dipotong kecil-kecil.

Pilihan rasa yang dapat kamu tambahkan seperti alpukat, saus apel, oatmeal, dan gandum. Ingat ya, kamu tidak boleh menambahkan madu ke dalam yoghurt untuk Si Kecil yang berusia 1 tahun ke bawah, karena mengandung bakteri yang bisa menyebabkan botulisme.

Bayi membutuhkan kalori dan lemak, untuk itu jangan memberikan yoghurt bebas lemak sebelum usianya 2 tahun atau sesuaikan dengan petunjuk dokter.

Jadi, tidak ragu lagi kapan saat tepat memberi yoghurt kan, Bunda? Perhatikan juga apakah Si Kecil mengalami tanda-tanda alergi. Segera minta bantuan dokter apabila timbul gejala alergi setelah mengonsumsi yoghurt.