Katakan Kepadanya bahwa Jarum Suntik Tidak Berbahaya

Takut akan jarum suntik bisa membuat proses vaksinasi anak terhambat. Setidaknya terdapat 2-8% anak-anak dan remaja yang fobia terhadap suntikan.

Namun, dengan persiapan yang benar dan peran aktif orangtua sebelum, selama, dan setelah proses vaksinasi berlangsung, berpotensi membuat anak lebih tenang ketika menghadapi jarum suntik.

jarum suntik - alodokter

Beberapa cara ini dapat Anda lakukan agar anak tidak berteriak-teriak atau histeris saat harus menghadapi jarum suntik.

Jadilah sosok yang tenang
Banyak orangtua yang ikut panik karena anaknya akan disuntik. Kepanikan orangtua justru membuat anak menjadi lebih cemas dan ketakutan. Karena itu, tenangkan diri Anda terlebih dahulu sebelum menenangkan anak.

Berikan senyuman kepadanya
Penelitian menunjukkan bahwa orangtua yang berkata ‘jangan khawatir’ atau ‘tidak apa-apa’ justru membuat anak stres karena mereka menangkap ada sesuatu yang mengkhawatirkan. Sebaliknya, jika Anda memperlihatkan senyum dan sikap yang tenang, bisa membuat anak juga merasa tenang.

Utamakan kejujuran
Hindari mengatakan bahwa tusukan jarum pada proses vaksinasi tidak menyakitkan. Jika anak menyadari bahwa rasanya sakit, Anda akan dicap sebagai pembohong. Lebih baik mengatakan dengan jujur bahwa proses vaksinasi mungkin terasa sakit, tetapi hanya sebentar dan rasa sakitnya dapat ditahan.

Jangan menunda
Makin dini pemberian imunisasi, maka makin mudah pula prosesnya sebab bayi tidak bisa mengingat rasa sakit ketika diimunisasi. Sebaliknya, balita dan anak-anak prasekolah akan lebih sulit karena mereka sudah tahu bahwa jarum suntik menyakitkan. Jika anak Anda masih bayi, jangan menunda pemberian imunisasi. Selain memastikan pemberian imunisasinya tepat waktu, juga mempermudah prosesnya.

Beri tahu anak kapan harinya
Sebelum dilakukan vaksinasi, beritahu anak bahwa hari itu dia akan diimunisasi dengan cara disuntik menggunakan jarum suntik. Di satu sisi, mungkin anak akan merasa cemas, tapi hal ini dianggap lebih baik daripada langsung datang ke dokter tanpa memberitahunya terlebih dahulu.

Berikan gambaran
Anak-anak merasa takut pada jarum suntik karena belum memahaminya. Berikan informasi tentang alasan dilakukannya vaksinasi, sekaligus ceritakan proses berlangsungnya vaksinasi. Selain itu, berikan gambaran bentuk dan ukuran jarum suntik yang digunakan. Tunjukkan kepada anak untuk melihat teman-temannya yang sudah berani dan akhirnya berhasil melakukan vaksinasi.

Buatlah anak merasa gembira
Setelah memberitahu anak tentang informasi imunisasi dan setelah selesai imunisasi, buatlah anak tetap ceria. Ajak anak melakukan aktivitas yang menggembirakan, seperti bercerita hal yang lucu, menyanyi, atau mendengarkan musik.

Berikan dukungan moral
Usahakan Anda menunggu anak selama proses vaksinasi. Bawakan mainan atau boneka kesayangannya. Dukungan moral seperti ini membantu menjadikan anak merasa nyaman.

Berikan hadiah
Tawarkan hadiah yang menarik untuk anak jika dia berhasil melawan ketakutannya akan jarum suntik. Hadiah kecil seperti cokelat dan permen mungkin akan membuatnya terhibur. Pilihan lain, tawarkan anak untuk membeli buku baru, bermain di taman, atau membeli mainan baru.

Berikan makanan kesukaan
Selama menunggu giliran anak untuk disuntik, berikan makanan kesukaannya untuk mengalihkan perhatian. Permen atau makanan lain efektif dalam membuat anak sibuk dan lupa dengan jarum suntik yang membuatnya takut.

Mengurangi rasa sakit
Anda dapat menempelkan es pada kulit anak. Lakukan sesaat sebelum vaksinasi, selama satu menit. Hal ini akan mengurangi rasa sakit ketika jarum suntik menembus kulit.

Pada intinya, ketenangan Anda akan mengusir kecemasan anak dalam menghadapi jarum suntik. Oleh karena itu, pandai-pandailah membuat anak tetap dalam keadaan nyaman.