Kedengarannya Tidak Masuk Akal, Tapi Kehamilan Palsu Bisa Terjadi, Lho!

Kamu merasa dirimu sedang hamil, tapi nyatanya tidak. Kehamilan palsu atau dalam istilah medisnya bernama pseudocyesis ini memang kedengarannya gila dan tidak masuk akal. Namun, ada wanita yang mengalami fenomena ini, meski jarang terjadi.

Wanita yang mengalami pseudocyesis mengalami tanda-tanda yang mirip dengan kehamilan, kecuali kehadiran janin di dalam kandungan. Tanda-tanda ini bisa berlangsung selama beberapa minggu, sembilan bulan, atau bahkan beberapa tahun lamanya.

Kedengarannya Tidak Masuk Akal, Tapi Kehamilan Palsu Bisa Terjadi, Lho!

Mengapa hal ini bisa terjadi? Sebenarnya belum diketahui penyebab pasti kehamilan palsu. Namun, ada sejumlah faktor yang diduga bisa memicu seorang wanita berpikir atau merasa bahwa dirinya hamil. Berikut penjelasannya:

Faktor psikologis. Beberapa ahli menduga bahwa faktor psikologis memiliki peran penting dalam kondisi ini. Sebagai contoh, ketika seorang wanita sudah sangat mendambakan kehadiran Buah Hati (khususnya bagi wanita yang telah berkali-kali keguguran atau mandul), tubuhnya mungkin secara tidak sadar dapat menciptakan tanda-tanda kehamilan (misalnya perut atau buah dada yang membesar). Otak kemudian akan salah menafsirkan tanda-tanda tersebut dan mengeluarkan hormon-hormon yang semakin mempertegas tanda-tanda kehamilan.

Gangguan kesehatan. Tanda-tanda yang mirip kehamilan mungkin bisa muncul pada wanita yang memiliki gangguan kesehatan baik dari segi fisik ataupun mental, seperti obesitas parah, tumor ovarium, kehamilan ektopik, kanker, atau depresi berat.

Faktor lainnya. Menurut beberapa penelitian, kehamilan palsu juga bisa dipicu oleh pelecehan seksual di masa kanak-kanak, kurang pendidikan, kemiskinan, atau rumah tangga yang tidak harmonis.

Wanita yang menjalani kehamilan palsu mungkin mengalami hal-hal berikut ini:

  • Mual dan muntah.
  • Tidak mengalami menstruasi.
  • Perut membuncit. Hal ini bukan disebabkan oleh kehadiran janin, melainkan oleh gas, lemak, tinja, atau urine.
  • Payudara membesar, yang kadang-kadang bisa disertai dengan keluarnya kolostrum (cairan susu pertama yang diproduksi payudara saat hamil).
  • Merasa ada gerakan janin di dalam perut.
  • Pertambahan berat badan.
  • Pembesaran rahim.
  • Mulut rahim melunak.
  • Merasakan sensasi seperti ingin melahirkan.
  • Nafsu makan bertambah.

Pengidap pseudocyesis sangat percaya bahwa dirinya hamil dan sangat sulit untuk menerima kenyataan bahwa dirinya tidak hamil. Bahkan pada beberapa kasus, mereka merasa seperti melihat sosok janin di dalam perut saat menjalani pemeriksaan USG. Padahal sebenarnya  tidak ada.

Pada kasus pseudocyesis, dokter harus menyampaikan fakta dengan sangat hati-hati, agar pengidap tidak mengalami depresi. Jika memang perlu, dokter bisa memberikan terapi untuk memulihkan kondisi psikologis pengidap usai mengetahui hal yang sebenarnya.

Jika tanda-tanda kehamilan dipicu oleh suatu gangguan kesehatan, maka pengidap dapat menjalani perawatan sesuai dengan kondisi yang diderita.

Apabila kamu sudah lama mendambakan kehadiran Buah Hati dan merasakan adanya tanda-tanda kehamilan, segera periksakan diri ke dokter untuk memastikan kebenarannya.