Kegunaan Alkohol Tak Sebanding Efek Negatifnya

Ada penelitian yang menyebutkan bahwa mengkonsumsi minuman beralkohol baik bagi tubuh, akan tetapi faktanya lebih banyak kerugiannya dibandingkan dengan keuntungan konsumsi alkohol tersebut.

Menurut sebuah penelitian, konsumsi minuman beralkohol dengan kadar  tertentu  dapat mengurangi risiko terkena penyakit jantung hingga 25%. Hal tersebut dikarenakan  alkohol dapat meningkatkan kadar kolesterol baik di dalam tubuh (HDL), selain itu alkohol juga dapat meningkatkan efek positif dari hormon adiponektin dan fibrinogen yang berperan dalam proses pembekuan darah.

Kegunaan Alkohol Tak Sebanding Efek Negatifnya - alodokter

Lalu, seberapa banyak kadar yang alkohol yang  baik untuk dikonsumsi? Semua itu tentunya tergantung pada jenis kelamin Anda dan jenis  minuman beralkohol apa yang dikonsumsi. Dalam studi tersebut, batas minum bagi wanita adalah 44,4 ml per hari untuk minuman dengan kadar alkohol lebih dari  20% atau spirits, 147,8 ml untuk anggur atau wine, dan 354,8 ml untuk bir. Sedangkan  untuk pria kadar alkohol yang masih diperbolehkan  dapat mencapai dua kali lipatnya.

Pada artikel lainnya, alkohol juga dapat digunakan  untuk mengobati berbagai macam penyakit.  Contohnya adalah dengan mencampurkan alkohol dan  madu atau lemon untuk meredakan sakit tenggorokan, minum minuman beralkohol hangat untuk melegakan hidung mampet, minum satu gelas kecil  alkohol agar bisa cepat tidur, serta minum 8-14 gelas anggur merah setiap minggu untuk meningkatkan kekebalan  tubuh dan mengurangi risiko terkena pilek hingga 60 persen.

Namun, penelitian akan kegunaan alkohol terhadap kesehatan tubuh tersebut masih membutuhkan bukti dan studi lebih lanjut. Selama ini, konsumsi minuman beralkohol berlebihan  dikaitkan dengan efek negatifnya yang dapat merusak  tubuh dan menimbulkan berbagai penyakit. Berikut adalah  beberapa penyakit yang berkaitan dengan konsumsi  alkohol secara berlebihan.

Hati

Minum minuman beralkohol berlebihan bisa menyebabkan penyakit hati seperti sirosis, hepatitis (peradangan pada hati),  bahkan dapat menyebabkan kanker  hati . Hati merupakan organ terbesar dalam tubuh manusia yang berfungsi untuk membuang  racun  dan kuman yang terdapat di dalam darah dan membentuk protein yang berperan dalam proses pembekuan darah. Hati memiliki fungsi yang sangat penting untuk menjaga tubuh agar tetap sehat dan bersih.

Perut

Konsumsi alkohol dalam jangka waktu yang panjang dan jumlah yang berlebihan dapat mengakibatkan terjadinya luka pada lambung (ulkus) ,bahkan dapat menyebabkan terjadinya kanker lambung.

Otak

Konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan dapat merusak sistem saraf pusat. Minuman beralkohol dapat membuat  seseorang  menjadi kehilangan koordinasi tubuh,  memperlambat refleks tubuh, penglihatan  menjadi tidak jelas, dapat juga mengganggu memori bahkan dapat menyebabkan hilang ingatan untuk sementara waktu serta pingsan.

Jantung dan pembuluh darah

Konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan dapat mengakibatkan terjadinya serangan jantung, stroke, kelemahan pada otot jantung, peningkatan tekanan darah peningkatan detak jantung, gangguan irama  jantung, bahkan dapat mengakibatkan terjadinya pembesaran jantung.

Pankreas

Minuman beralkohol juga dapat menyebabkan radang pada  pankreas sehingga dapat mengganggu proses pencernaan, menyebabkan sakit perut  dan diare.

Anemia

Minum minuman beralkohol dalam jumlah yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya penurunan  jumlah sel darah merah yang berfungsi untuk membawa oksigen. Hal ini dapat mengakibatkan timbulnya gejala anemia seperti gampang lelah, sesak napas, dan pusing.

Kanker

Menurut penelitian, kebiasaan minum minuman beralkohol dapat meningkatkan risiko penyakit kanker pada mulut, faring (tenggorokan), laring (kotak suara), esofagus, hati, payudara, dan saluran pencernaan (kolorektal)

Meski kegunaan alkohol sendiri memiliki dampak positif pada tubuh, tapi kita tetap harus membatasi jumlah konsumsinya. Akibat dari lebih banyaknya  efek negatif  yang didapatkan dari konsumsi minuman beralkohol, maka banyak dokter yang lebih menyarankan untuk menghentikan konsumsi minuman  beralkohol.