Kelainan Pada Hati dan Faktor Penyebab yang Perlu Anda Waspadai

Ditinjau oleh: dr. Kevin Adrian

Kelainan pada hati adalah gangguan fungsi organ hati yang menyebabkan berbagai gangguan pada tubuh. Kelainan pada hati sering kali tidak bergejala jika masih pada tahap awal. Beberapa penyakit pada hati meliputi hepatitis, hemokromatosis, sirosis bilier primer, kanker hati, perlemakan hati alkoholik dan non-alkoholik.

Hati merupakan organ terbesar kedua pada tubuh manusia. Hati bekerja keras melakukan banyak fungsi seperti melawan infeksi dan penyakit, mengeluarkan toksin atau racun, mengendalikan kadar kolesterol, membantu penggumpalan darah saat terjadi luka, hingga menghasilkan cairan empedu untuk membantu pencernaan. Adapun kelainan pada hati merujuk pada semua potensi masalah yang menyebabkan hati gagal berfungsi dengan baik.

Kelainan atau kegagalan fungsi hati bisa digolongkan menjadi dua, yakni:

  • Kegagalan fungsi hati akut. Kondisi ini terjadi secara tiba-tiba dan sangat cepat tanpa peringatan atau gejala sebelumnya. Anda akan mengalami kehilangan fungsi hati dalam hitungan minggu atau bahkan hari. Umumnya, kondisi ini disebabkan oleh infeksi virus seperti hepatitis A, keracunan, penyakit autoimun, dan overdosis obat yang dapat terjadi karena mengonsumsi terlalu banyak obat atau suplemen herba tertentu.
  • Kegagalan fungsi hati kronis. Kelainan pada hati tipe kronis ini terjadi lebih lambat dan perlu waktu berbulan-bulan atau tahunan sebelum akhirnya menimbulkan gejala. Kondisi ini biasanya disebabkan karena mengonsumsi minuman beralkohol dalam jangka panjang yang menyebabkan sirosis.

Ada beberapa penyakit yang terkait kelainan pada hati, meliputi:

  • Penyakit hati terkait alkohol, di mana organ hati rusak setelah bertahun-tahun mengonsumsi minuman beralkohol dalam jumlah berlebihan. Kerusakan pada hati karena alkohol ini biasanya berupa jaringan parut pada hati atau kerap disebut sirosis.
  • Perlemakan hati non-alkoholik, yakni penyakit hati yang disebabkan oleh penumpukan lemak di dalam sel hati. Kondisi ini biasanya menyerang orang dengan kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Hepatitis, peradangan hati yang disebabkan oleh infeksi virus atau terpapar zat berbahaya seperti alkohol.
  • Hemokromatosis, kelainan bawaan di mana terjadi penumpukan zat besi secara bertahap di tubuh terutama di sekitar organ hati.
  • Sirosis bilier primer, sejenis penyakit hati yang terjadi dalam jangka panjang dan termasuk langka. Penyakit ini merusak saluran empedu di hati.
  • Kanker hati, merupakan jenis kanker berbahaya yang terjadi pada hati. Kanker hati sering terjadi pada penderita kelainan hati kronis seperti sirosis, hepatitis B, atau hepatitis C.

Gejala Kelainan Pada Hati yang Perlu Anda Waspadai

Tidak semua orang dengan kelainan pada hati menunjukkan gejala yang sama, beberapa di antaranya bahkan tidak menunjukkan gejala hingga kegagalan fungsi hati sudah berkembang ke tahap lanjut. Namun umumnya, gejala kelainan atau kegagalan pada hati meliputi:

  • Mual dan kehilangan nafsu makan.
  • Diare dan kelelahan.
  • Penyakit kuning atau jaundice.
  • Mudah memar atau berdarah.
  • Penurunan berat badan.
  • Gatal.
  • Penumpukan cairan di tungkai (edema tungkai) dan di rongga perut (asites).

Faktor Risiko Kelainan Hati yang Perlu Anda Ketahui

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kelainan pada hati, meliputi:

  • Kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.
  • Pengguna narkoba suntik bersama-sama.
  • Tato dan tindikan di tubuh.
  • Riwayat transfusi darah.
  • Paparan darah dan cairan tubuh orang lain.
  • Berhubungan seksual tanpa pengaman.
  • Paparan bahan kimia atau racun tertentu.
  • Diabetes dan kegemukan.
  • Tingginya kadar trigliserida dalam darah.

Kelainan pada hati harus segera mendapat penanganan, karena jika tidak segera diobati bisa menimbulkan berbagai komplikasi penyakit hati dan kegagalan fungsi hati yang dapat mengancam nyawa. Segeralah temui dokter jika Anda mengalami gejala-gejala yang terus muncul, terlebih saat mengalami nyeri perut yang tidak tertahankan dan menetap.

Referensi