Kenali 4 Penyebab Bayi Susah Makan

Orang tua pasti stres ketika mendapati bayi yang susah makan. Padahal, Si Kecil butuh asupan untuk menunjang pertumbuhannya dan meningkatkan daya tahan tubuhnya.

Sebenarnya memang ada saat-saat tertentu di mana bayi susah makan. Agar tidak menjadi beban pikiran Anda, berikut empat hal yang menyebabkan bayi susah makan beserta cara mengatasinya.

kenali 4 penyebab bayi susah makan - alodokter

Sariawan

Kondisi ini bisa membuat bagian dalam mulut perih, sehingga Si Kecil enggan untuk makan. Ciri-ciri Si Kecil mengalami sariawan yaitu ada bulatan berwarna putih atau kuning di bagian dalam bibir, pipi, atau gusi. Kondisi ini sebenarnya jarang terjadi pada bayi berusia 10 bulan ke bawah. Tapi tidak menutup kemungkinan bayi Anda mengalaminya.

Sariawan pada bayi bisa disebabkan oleh trauma pada mulut seperti tergigit, kekurangan vitamin, alergi makanan, terinfeksi virus, atau karena faktor keturunan.

Untuk mengatasi kondisi ini, Anda bisa mengompres sariawan dengan es batu guna meredakan rasa nyeri atau membuatnya mati rasa. Atau bisa juga mengoleskan larutan yang terdiri dari air, garam, dan soda kue. Celupkan kapas pada larutan, lalu tempelkan pada sariawan sebanyak 3 – 4 kali sehari.

Menolak makanan baru

Bayi Anda mungkin merasa asing dengan rasa atau tekstur dari jenis makanan yang baru Anda perkenalkan, sehingga dia tidak mau mengonsumsinya. Untuk mengatasi bayi susah makan karena kondisi tersebut, coba berikan makanan yang tidak berbeda jauh dari makanan sebelumnya. Contohnya, jika dahulu Si Kecil menyukai bubur wortel, Anda bisa coba memperkenalkannya dengan bubur ubi manis. Tampilan dan tekstur yang mirip bisa membantu bayi berkenalan dengan makanan baru.

Jangan langsung memberinya dalam porsi biasa. Berikan sedikit demi sedikit saat jam makan. Jika dia menolaknya, jangan memaksanya dan beralihlah ke makanan yang disukainya.

Di masa ini Anda tidak boleh patah semangat. Terus jejali Si Kecil dengan makanan baru.

Refluks gastroesofagus (GER)

Kondisi ini membuat bayi mengeluarkan isi perutnya. Meski begitu, GER berbeda dengan muntah. Ciri-ciri bayi Anda mengalami GER yaitu menangis, rewel berlebihan bahkan sampai sulit tidur, dan lesu serta pertumbuhannya yang tidak sepesat bayi-bayi lain seusianya. Kondisi ini bisa dibarengi oleh esofagitis (inflamasi pada dinding esofagus) atau juga tidak. Esofagitis mungkin bisa membuat bayi sakit saat menelan sehingga dia memilih untuk tidak makan.

Cara mengatasi bayi susah makan karena kondisi ini, mungkin dengan menjaga posisi bayi agar tetap tegak setelah makan selama 30 menit. Hindari memberinya makanan dalam porsi besar. Jauhkan pula dia dari asap rokok.

Jika cara di atas tidak efektif, Anda bisa membawanya ke dokter. Kemungkinan dokter akan memberikan obat yang mengandung antasid, cimetidine, ranitidine, omeprazole atau lansoprazole.

Hal lainnya

Masih kenyang, lelah, atau sakit mungkin membuat bayi menolak untuk makan. Namun Anda tidak perlu khawatir, ketika dia merasa lapar, dia pasti lahap saat makan.

Selama memberinya asupan, pastikan itu masih sesuai dengan daftar makanan yang dianjurkan untuk usianya. Jangan memberinya makanan ber-MSG meski bayi susah makan demi meningkatkan nafsu makannya.