Kenali Gejala Sakit Ginjal Pada Wanita dan Penyebabnya

Sebenarnya tidak ada perbedaan gejala sakit ginjal pada wanita dan pria. Meski wanita lebih sering mengalami gangguan pada ginjal dibandingkan pria, namun pria dikatakan kemungkinan lebih besar menjalani cuci darah karena gangguan tersebut. Penyakit ginjal merupakan kondisi serius yang perlu mendapat penanganan dengan baik agar tidak menjadi gagal ginjal stadium akhir jika tidak diobati sejak dini

Ginjal adalah sepasang organ yang berukuran sekepalan tangan orang dewasa dan terletak pada bagian bawah tulang rusuk di rongga belakang tubuh. Ginjal memiliki peranan yang penting untuk tubuh manusia, terutama untuk menyaring pembuangan zat limbah dan racun dari darah. Ginjal juga berfungsi menjaga keseimbangan asam basa (pH) dalam darah, mempertahankan tekanan darah, mengolah vitamin D, memproduksi hormon eritropoietin yang berperan penting dalam produksi sel darah merah, menjaga kadar ion dan elektrolit tubuh, serta mengeluarkan air yang berlebihan dalam tubuh. Zat-zat sisa tersebut akan dibuang dalam bentuk urine yang dikeluarkan saat berkemih.

Samar dan Sulit Diketahui

Sayangnya, gejala sakit ginjal seringkali tampak samar dan tidak jelas sehingga sulit diketahui pada tingkat awal. Gejala baru akan tampak jelas, setelah sakit ginjal sudah tergolong parah. Gejala sakit ginjal pada wanita dan laki-laki, umumnya hampir sama.

Beberapa gejala awal yang tampak pada penderita sakit ginjal antara lain merasa lelah, sulit berkonsentrasi, mengalami gangguan tidur, sering kram pada otot, menurunnya nafsu makan, kulit kering dan bersisik. Selain itu, gejala awal sakit ginjal termasuk bengkak di sekitar mata pada pagi hari dan sering buang air kecil pada malam hari. Jika terdapat batu ginjal, maka akan terdapat gejala kolik renal atau nyeri berat pada punggung atau pinggang akibat sumbatan pada saluran ginjal.

Kemudian, ketika sakit ginjal sudah semakin parah menuju gagal ginjal, maka penderitanya kemungkinan akan mengalami:

  • Mual dan muntah.
  • Produksi urine berkurang atau tidak berkemih sama sekali
  • Tidak nafsu makan dan menurunnya hasrat seksual.
  • Perubahan warna urine dan penumpukan cairan pada tubuh.
  • Anemia atau menurunnya sel darah merah.
  • Penurunan tingkat kalium secara tiba-tiba.
  • Bengkak di kedua tungkai dan sekitar mata
  • Penurunan kesadaran
Selain itu, penderita juga dapat mengalami peradangan pada perikardium atau dinding terluar dari jantung.

Gejala-gejala tersebut apabila ditemukan pada penderita penyakit ginjal berat, terutama jika terdapat penyakit penyerta maka kondisi tersebut perlu segera ditangani karena apabila dibiarkan akan mencetuskan kerusakan organ lain dan berisiko tinggi menyebabkan kematian. Jika penyakit ginjal makin memburuk, kemungkinan akan diperlukan cuci darah untuk menyaring darah.

Beragam Penyebab

Terdapat beberapa jenis penyakit ginjal yang biasa menyerang yaitu penyakit ginjal akut dan kronis yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi, batu ginjal, infeksi, diabetes, penumpukan zat-zat racun berlebih, atau pada penyakit autoimun seperti pada penyakit lupus nefritis. Lupus merupakan penyakit autoimun yang lebih banyak diderita oleh wanita dan apabila sudah merusak ginjal seringkali akan menyebabkan kerusakan berat apabila tidak ditangani.

Penyakit batu ginjal juga disebabkan karena mineral dan zat lain mengendap dalam darah, memicu pembentukan batu di saluran ginjal yang dapat menyebabkan nyeri berat di punggung dan gangguan ginjal. Gagal ginjal akut dapat dicetuskan oleh penggunaan obat-obatan tertentu seperti antibiotik dosis tinggi, obat antinyeri, obat herba, antijamur seperti amfoterisin B, dan zat kontras untuk pemeriksaan pemindaian. Kondisi lain seperti sepsis, dehidrasi berat, atau keadaan lain di mana aliran darah menuju ginjal berkurang juga dapat mencetuskan gagal ginjal akut. Sedangkan, gagal ginjal kronis seringkali disebabkan oleh hipertensi atau diabetes kronis yang tidak terkontrol, riwayat keluarga, infeksi ginjal seperti pielonefritis yang sering kambuh, dan penggunaan obat-obatan jangka panjang.

Ada pula Glomerulonefritis yang disebabkan oleh infeksi, obat-obatan, inflamasi yang merusak ginjal, atau kelainan bawaan lahir. Serta, infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Pada wanita, infeksi pada saluran kemih berulang dapat menjadi salah satu pencetus penyakit ginjal. Kuman penyebab infeksi apabila tidak diobati dengan baik dapat berpindah dari saluran kemih ke ginjal dan menyebabkan kerusakan.

Faktor risiko penyakit ginjal karena usia, ras atau riwayat keluarga memang tidak dapat dihindari. Tetapi Anda dapat melakukan tindakan pencegahan sedini mungkin dengan mengontrol gula darah dan tekanan darah, mengurangi asupan garam, berhenti merokok, memperbanyak minum air putih, bagi wanita agar menjaga kebersihan organ intim dan saluran kemih dengan cara melakukan pembersihan setelah berkemih yang baik yaitu dari arah depan ke belakang, dan tidak sembarangan minum obat.

Jika terdapat gejala-gejala tersebut, penyakit penyerta yang dapat mencetuskan gangguan ginjal, atau pada hasil pemeriksaan darah didapatkan hasil fungsi ginjal yang tidak normal, maka Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau dokter spesialis penyakit dalam untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Tes Diagnosis Kondisi Ginjal

Selain memperhatikan gejala sakit ginjal pada wanita dan pria, maka untuk memastikannya dapat dilakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang khusus oleh dokter.

Tes untuk mendiagnosis penyakit ginjal meliputi :

  • Pemeriksaan laboratorium Pada pemeriksaan darah, biasanya akan dilakukan pemeriksaan darah lengkap, elektrolit, fungsi ginjal: ureum, kreatinin, dan Basal Urea Nitrogen (BUN), dan asam urat dalam darah. Jika dicurigai terdapat batu ginjal dan didapatkan kadar asam urat dan kalsium yang tinggi, maka diduga batu tersebut disebabkan oleh pengendapan kedua zat tersebut. Tes urine dilakukan dengan menguji albumin yaitu protein yang bisa dilewatkan ke urine saat ginjal Anda mempunyai masalah. Pemeriksaan urine lengkap juga penting untuk menilai apakah terdapat perdarahan, infeksi, penumpukan kristal atau batu endapan kecil yang dapat mengganggu fungsi ginjal. Dalam melakukan tes ini, kadang dokter akan menyarankan pemeriksaan selama dua hari berturut-turut.
  • Glomerular Filtration Rate (GFR) GFR atau laju filtrasi glomerulus adalah untuk mengukur seberapa baik ginjal Anda dapat bekerja, dan menentukan stadium dari penyakit ginjal. Semakin rendah jumlah GFR, semakin buruk fungsi ginjal seseorang. Rumus penentuan GFR membutuhkan parameter nilai serum kreatinin yang didapat dari pemeriksaan darah. Kreatinin adalah zat limbah atau sisa metabolisme ketika kreatin (senyawa yang dibentuk pada otot) dipecah dalam darah. Semakin tinggi tingkat kreatinin, berarti fungsi ginjal semakin buruk.
  • Pemeriksaan Pencitraan Baik USG atau CT scan, dapat menghasilkan gambar yang jelas tentang bentuk ginjal dan saluran kemih Anda. Melalui pemeriksaan ini dokter akan melihat besar kecilnya ukuran ginjal, saluran ginjal, dan kondisi jaringan di sekitar ginjal Anda. Tumor atau kelainan struktural seperti batu ginjal atau striktur (jaringan parut pada saluran ginjal atau kemih) juga akan terlihat melalui pemeriksaan ini. Selain itu pemeriksaan Roentgen khusus yaitu Intravenous Pyelography (IVP) kadang akan disarankan apabila terdapat kecurigaan adanya sumbatan pada saluran kemih atau ginjal yang tidak terdeteksi dari pemeriksaan USG. Namun pemeriksaan ini berisiko karena menggunakan zat kontras melalui suntikan di pembuluh darah vena yang bersifat toksik atau beracun pada ginjal. Maka dari itu, umumnya diperlukan persiapan khusus sebelum dilakukan pemeriksaan IVP.
  • Biopsi Ginjal Pada biopsi, dokter akan mengambil sebagian kecil jaringan dari ginjal Anda. Sampel jaringan tersebut dapat menentukan jenis penyakit ginjal yang Anda miliki serta menentukan seberapa banyak kerusakan yang terjadi. Biopsi ginjal umumnya dilakukan apabila pada pemeriksaan darah, urine, dan pencitraan sebelumnya tidak didapatkan hasil yang meyakinkan. Prosedur biopsi ini bisa dilakukan dengan teknik pembedahan, atau dengan alat khusus melalui jaringan lemak (perkuteneus) yang dipandu dengan USG. Risiko prosedur pembedahan ginjal untuk tujuan biopsi ini dapat berupa perdarahan.
Tujuan utama pengobatan pada penyakit ginjal adalah menghambat atau memperbaiki kerusakan ginjal, menentukan faktor pencetus, mengobati penyakit penyerta yang memicu kerusakan organ, dan merencanakan program terapi jangka panjang seperti pertimbangan untuk cangkok ginjal, program diet serta pengobatan untuk pasien gagal ginjal.

Penyakit ginjal adalah penyakit yang tidak dapat dianggap enteng, kerusakan organ ginjal akan berujung pada semakin beratnya penyakit penyerta, kerusakan organ lain, dan sulitnya mempertahankan kadar pH, elektrolit, dan proses pengeluaran zat beracun dari tubuh. Jika sudah berada di stadium akhir, di mana ginjal sudah hampir seluruhnya rusak, maka tubuh akan membutuhkan proses hemodialisis (cuci darah) rutin untuk membuang zat-zat beracun dari tubuh. Gejala sakit ginjal pada wanita maupun pria seharusnya dapat dideteksi sedini mungkin. Jika perlu, segera hubungi dokter dan pastikan dengan pemeriksaan diagnosis kondisi ginjal untuk penanganan yang tepat.