Kenali Kelainan Seksual Parafilia untuk Melindungi Diri

Beberapa pengidap kelainan seksual tertentu tidak segan melakukan aksinya di tempat umum dan di tengah keramaian. Sebagian lain tidak terlihat dari luar sehingga bisa jadi tetangga atau teman dekat Anda sendiri. Kenali kecenderungan mereka untuk melindungi diri Anda.

Parafilia adalah sekelompok gangguan dorongan dan perilaku seksual yang menyimpang dan muncul secara berulang kali. Disebut menyimpang karena hasrat dan perilaku ini umumnya melibatkan suatu bentuk aktivitas, orang lain, benda, ataupun situasi yang pada orang normal tidak merangsang secara seksual. Mengenali berbagai jenis kelainan seksual parafilia ini dapat membuat Anda lebih waspada, mampu mengantisipasi, dan barangkali membantu pengidapnya untuk sembuh. Berikut beberapa jenis kelainan seksual paraphilia yang umum terjadi di tengah masyarakat.

Kelainan Seksual Parafilias - alodokter

Pedofilia

Orang dengan pedofilia memiliki fantasi, ketertarikan, ataupun perilaku seksual menyimpang yang dilakukan terhadap anak kecil kurang lebih 13 tahun atau lebih muda. Perilaku ini meliputi mengajak anak untuk melihat si Pelaku melakukan masturbasi, mengajak anak untuk telanjang, menyentuh organ kelamin anak, atau bahkan melakukan aktivitas seksual kepada anak. Sebagian perilaku dari pengidap hanya terbatas dilakukan kepada kerabat dekat, termasuk anaknya sendiri. Sementara pedofil predator mengancam korbannya agar perilakunya tidak diketahui orang lain. Pedofilia termasuk dalam jenis penyimpangan seksual chronophilia, yaitu ketertarikan seksual pada individu di usia tertentu. Jenis chronophilia lainnya adalah:

Ada juga jenis-jenis lain yang lebih spesifik, seperti:

  • Infantofilia, yaitu ketertarikan seksual pada bayi.
  • Geronontofilia, yaitu ketertarikan seksual pada orang lanjut usia.

Froteurisme

Pengidap froteurisme memilki kecenderungan untuk menggesekkan organ kelaminnya pada tubuh orang asing, termasuk di tempat umum.

Ekshibisionisme

Ekshibisionisme adalah perilaku ketika seseorang kerap mempertontonkan organ kelaminnya kepada orang asing. Orang ini punya kecenderungan ingin membuat orang asing terkejut, takut, atau terkesan dengan perilakunya yang menyimpang. Meski biasanya tidak diiringi dengan tindakan lebih lanjut, seperti penyerangan terhadap orang lain, namun ada kalanya orang ini bahkan melakukan masturbasi saat mempertunjukkan kemaluannya.

Voyeurisme/ Mengintip

Perilaku meraih kepuasan seksual dengan mengintip atau mengamati orang yang sedang berganti pakaian, mandi, atau melakukan aktivitas seksual. Pengintip tidak bertujuan menjalin kontak seksual dengan korban, namun perilakunya dapat disertai dengan masturbasi.

Fetisisme

Pengidap fetisisme memiliki gairah seksual terhadap benda mati, seperti celana dalam atau sepatu wanita. Hasrat seksual orang dengan fetisisme ini akan bangkit dengan menyentuh atau menggunakan benda-benda tersebut. Benda ini kadang digunakan saat berhubungan seksual dengan orang lain atau bahkan ada kalanya menggantikan hubungan seksual yang sesungguhnya dengan orang lain. Ada juga kelainan lain yang disebut parsialisme, yaitu ketertarikan seksual pada bagian tubuh tertentu seperti dada, bokong, atau kaki orang lain.

Transvetitisme

Transvetitisme adalah perilaku pria heteroseksual yang suka berpakaian dan berdandan selayaknya wanita untuk membangkitkan fantasi atau gairah seksual.

Masokisme seksual

Pengidap masokisme meraih kepuasan seksual ketika dia mendapat kekerasan verbal atau nonverbal, seperti digigit, diikat, dipermalukan dengan kata-kata tertentu. Pengidap masokisme dapat menyayat atau membuat luka bakar pada dirinya. Ada pula yang mencari pasangan yang meraih kepuasan seksual dengan melakukan kekerasan pada pasangannya (sadisme). Pasangan sadomasokisme, dimana yang satu adalah penderita masokisme dan yang lain adalah penderita sadisme, biasanya melakukan aktifitas seksual meliputi jeratan atau ikatan (bondage), pemukulan pada bokong (spanking), dan simulasi pemerkosaan.

Sadisme seksual

Pengidap sadisme seksual terus-menerus berfantasi dan mendapatkan kepuasan seksual dari menyiksa pasangannya secara psikologis dan fisik, seperti memerkosa, menyiksa, atau bahkan membunuh. Dengan melakukan perilaku ini, pengidap merasa berkuasa terhadap korbannya. Pelaku sadisme harus dikenai hukuman dipidana dan mendapat perawatan intensif dari psikiater.

Apa Penyebab Penyakit Ini dan Bagaimana Menanganinya?

Pengidap parafilia ini sebenarnya tidak banyak dan lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita. Sampai saat ini penyebab pasti parafilia dapat dipastikan sepenuhnya. Berikut adalah beberapa kondisi yang terkait:

  • Trauma masa kecil, misalnya pelaku pernah mengalami pelecehan seksual.
  • Kesulitan mengekspresikan perasaan dan sulit memulai hubungan dengan orang lain.
  • Berulang kali mendapatkan aktivitas seksual yang menyenangkan terhadap situasi dan objek tertentu, sehingga terbentuklah penyimpangan seksual pada situasi dan objek tertentu tersebut.

Tujuan dari penanganan paraphilia adalah untuk membatasi perilaku kriminal dan mengurangi ketidaknyamanan penderita. Pada umumnya parafilia perlu mendapat penanganan dari dokter dan psikiater profesional dalam jangka panjang, antara lain:

  • Konseling
  • Psikoterapi, antara lain psikoterapi individu untuk mengubah perilaku dan terapi keluarga.
  • Obat-obatan untuk mengurangi fantasi dan kecenderungan perilaku menyimpang, seperti antidepresan dan antiandrogen.
  • Pemberian hormon untuk menangani perilaku berbahaya.
  • Terapi penyalahgunaan minuman keras dan obat-obatan jika pengidap juga bermasalah dalam hal tersebut.

Orang yang mengidap satu jenis kelainan seksual berkemungkinan untuk mengidap jenis kelainan seksual lain. Selain itu, umumnya orang yang mengalami kelainan seksual juga dapat mengalami gangguan kepribadian, penyalahgunaan minuman keras, ataupun obat-obatan terlarang.

Jika tidak segera ditangani, kelainan seksual dapat membahayakan diri sendiri, keluarga, hubungan sosial, pekerjaan, maupun masyarakat umum yang berisiko menjadi korban. Pedofilia, voyeurisme, sadisme, ekshibisionisme, dan froteurisme adalah tindakan kriminal dan dapat dijatuhi hukuman pidana.