Kenali Obat Keputihan Tradisional yang Mudah Didapat Ini

Sebenarnya, belum ada penelitian yang membuktikan efektivitas obat keputihan tradisional. Namun, tetap ada beberapa bahan alami yang dapat dicoba untuk menangani keputihan sebelum menggunakan obat dengan resep dokter.

Cairan vagina sebenarnya merupakan komponen penting yang membantu menjaga sistem reproduksi wanita tetap sehat dan berfungsi dengan baik. Namun, cairan vagina yang normal umumnya tidak berbau, berwarna bening atau putih, serta kental dan lengket. Jika tidak memenuhi kriteria tersebut, mungkin Anda mengalami keputihan.

obat tradisional keputihan, alodokter

Keputihan terjadi ketika adanya infeksi jamur Candida albicans yang tumbuh berlebihan pada vagina.  Selain keputihan, penderitanya dapat merasakan gejala lain seperti iritasi, peradangan, dan gatal terus menerus pada daerah kemaluan. Gatal biasanya semakin terasa berat apabila sedang berkeringat atau berada di lingkungan yang lembap dan panas. Hal ini karena jamur penyebab keputihan dapat tumbuh subur di lingkungan tersebut.

Untuk mengatasinya, kenali bahan-bahan di bawah ini yang dapat berperan sebagai obat keputihan tradisional.

  • Yogurt
    Makanan probiotik, misalnya yogurt, mengandung bakteri hidup seperti Lactobacillus acidophilus yang membantu keseimbangan kadar bakteri dalam tubuh. Sebagian wanita mengonsumsinya sebagai obat keputihan tradisional untuk meredakan gejala infeksi jamur vagina. Sebuah penelitian menemukan bahwa kandungan probiotik dalam yogurt ini dapat memerangi C. albicans penyebab keputihan. Pada ibu hamil, campuran yogurt dan madu yang dioleskan pada daerah kewanitaan dapat dipakai sebagai pengobatan alternatif yang aman untuk mengatasi infeksi jamur vagina. Meski demikian, metode penelitian ini masih perlu dikaji ulang.
  • Minyak oregano
    Minyak oregano yang dapat berperan sebagai obat keputihan tradisional berbeda dari minyak yang digunakan untuk memasak, yaitu Origanum marjoram. Minyak oregano yang dapat berperan sebagai obat antijamur adalah yang terbuat dari oregano liar atau Origanum vulgare yang mengandung carvacrol dan thymol. Menurut studi, bahan ini dapat memperlambat atau bahkan menghentikan pertumbuhan C. albicans. Meski demikian, orang yang mengonsumsi obat pengencer darah atau memiliki gangguan pembekuan darah, tidak disarankan mengonsumsi bahan ini, karena minyak oregano juga merupakan pengencer darah alami.
  • Minyak kelapa
    Minyak kelapa diduga efektif memerangi jamur C. albicans. Minyak ini adalah minyak lemak yang didapat dari daging kelapa. Minyak ini dapat digunakan dengan mengoleskannya langsung pada area vagina. Untuk mendapatkan manfaat maksimal, pastikan Anda menggunakan minyak kelapa organik. Meskipun relatif aman sebagai pengobatan alternatif infeksi jamur vagina, penggunaan obat ini tidak disarankan apabila Anda memiliki alergi terhadap minyak kelapa atau sedang menggunakan pengobatan untuk keputihan.
  • Tea tree oil
    Tea tree oil adalah sejenis minyak esensial yang dipercaya dapat menjaga keseimbangan flora pada vagina, serta membantu membunuh jamur, bakteri, dan virus. Tetapi penggunaan obat tradisional ini untuk mengatasi keputihan masih perlu diteliti lebih lanjut.
  • Asam borat
    Sebuah penelitian menemukan bahwa asam borat yang dioleskan pada daerah vagina dapat berperan menangani infeksi pada area ini. Namun, penelitian tersebut masih membutuhkan tindak lanjut. Bahan ini merupakan antiseptik yang dapat digunakan menangani infeksi jamur yang tidak dapat sembuh oleh obat lain. Selain merupakan obat keputihan tradisional, asam borat juga bisa didapatkan dengan resep. Meski merupakan obat bebas, tapi hindari mengoleskan obat ini pada luka terbuka atau dikonsumsi oral. Selain itu, bahan ini juga tidak disarankan dikonsumsi oleh ibu hamil. Jika digunakan berlebihan, bahan ini dapat menjadi racun yang dapat menyebabkan gangguan ginjal, kegagalan akut  dari sistem sirkulasi, dan bahkan kematian.

Namun, segera periksakan diri ke dokter jika keputihan tidak kunjung reda setelah menggunakan obat keputihan tradisional di atas atau jika keputihan disertai gejala-gejala seperti gatal, nyeri saat berkemih atau bersanggama, dan terdapat bau tidak sedap pada vagina. Untuk menentukan penyakit yang tepat, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter agar mendapat pemeriksaan dan pengobatan yang memadai. Tidak disarankan untuk membersihkan vagina dengan obat pencuci vagina, karena  justru dapat mengacaukan lingkungan normal untuk perkembangan bakteri baik di dalamnya. Mencuci vagina juga dapat meningkatkan risiko terkena radang panggul, infeksi bakteri pada vagina, kanker serviks, dan gangguan kehamilan atau sulit hamil.

Di samping itu, terdapat cara-cara alami untuk mencegah keputihan tanpa obat. Antara lain dengan mengenakan celana dalam katun yang tidak ketat, menjaga kebersihan vagina dengan air hangat dan sabun dengan kandungan ringan (tanpa pewangi dan tidak mengandung bahan iritatif), hindari mandi berendam di air panas, hindari menggunakan produk kewanitaan yang beraroma atau berbusa, serta membilas vagina dari depan ke belakang setelah buang air. Cara membilas vagina setelah buang air yang dengan benar dapat mengurangi risiko masuknya kuman ke dalam vagina.