Kenali Sumber-Sumber Makanan untuk Darah Rendah

Pernahkah Anda merasa lelah atau pusing setelah makan? Bisa jadi, ini merupakan tanda-tanda Anda mengidap tekanan darah rendah. Segera kenali gejalanya dan temukan sumber-sumber makanan untuk darah rendah di sini.

Tekanan darah rendah atau hipotensi pada umumnya, bukanlah kondisi yang perlu dicemaskan dan jarang menyebabkan gangguan serius pada tubuh. Walau tidak berbahaya, namun dalam kondisi tertentu, jika tekanan darah terlalu rendah bisa menyebabkan aliran darah menuju otak dan organ vital lainnya berkurang, sehingga mengakibatkan gejala limbung, pusing, dan pingsan.

foods for people with low blood pressure_compress

Apabila tekanan darah menurun, dokter akan mencari beberapa kemungkinan kondisi penyebabnya, misalnya setelah berolahraga, hangatnya suhu lingkungan, tingkat stres, dan waktu terjadinya. Tekanan darah biasanya menurun pada malam hari ketika tidur dan akan meningkat kembali beberapa jam sebelum bangun tidur. Namun, jika tekanan darah tetap rendah, penyebab lain dapat terjadi terkait usia yang bertambah tua, faktor keturunan, mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti obat untuk menurunkan tekanan darah, atau dehidrasi.

Beberapa orang yang sering merasa limbung atau pusing setelah makan, dalam kasus tertentu bisa mengidap hipotensi postprandial. Sebagian laki-laki dan wanita yang berusia lanjut menderita hipotensi jenis ini. Belum ditemukan penanganan pasti bagi penderita hipotensi postprandial, tetapi sejumlah tindakan dapat dilakukan untuk mencegah kondisi ini.

Langkah-langkahnya adalah dengan mengonsumsi sumber-sumber makanan yang diproses secara lambat oleh sistem pencernaan. Makanan-makanan untuk darah rendah ini diperoleh dari sumber protein, biji-bijian, kacang-kacangan, dan memilih jenis minyak yang sehat. Tak lupa, lakukan diet sehat dengan menyantap menu-menu makanan bernutrisi tinggi seperti buah-buahan, sayur-sayuran, ayam tanpa lemak, dan ikan.

Penderita hipotensi juga dianjurkan mengonsumsi sumber-sumber makanan yang mengandung garam untuk meningkatkan tekanan darah. Beberapa sumber makanan ini dapat ditemui dalam makanan kemasan seperti daging sapi iris, piza beku, acar, jus sayuran, sup kalengan, dan tomat kemasan. Konsultasikan kepada dokter Anda agar mendapatkan berapa takaran garam yang diperbolehkan.

Tindakan pencegahan lain untuk mengatasi hipotensi dapat dilakukan dengan meminum air sebelum makan. Minumlah air putih sebanyak 1 ½ - 3 gelas (375-530ml), 15 menit sebelum menyantap hidangan. Setelah makan, berisitirahat dengan duduk atau berbaring selama 30-60 menit setelah makan.

Jika Anda belum bisa menghindari jenis-jenis makanan yang menyebabkan hipotensi, Anda bisa mengurangi porsi makan. Kurangi porsi santapan di piring Anda dalam beberapa hari ke depan. Batasi konsumsi makanan tinggi karbohidrat seperti nasi, kentang, pasta, dan roti.

Dalam kasus tertentu, dokter akan merekomendasikan untuk meminum teh atau kopi ketika menyantap hidangan agar bisa meningkatkan tekanan darah. Namun, karena kafein dapat menimbulkan gangguan lain, diperlukan saran dari dokter sebelum mengonsumsi minuman berkafein.

Jika Anda menderita hipotensi kronis dan mengalami gejala seperti pusing, mual, dehidrasi, sering pingsan, pandangan kabur, dan merasa lelah, jangan ragu untuk segera berkonsultasi kepada dokter tentang makanan untuk darah rendah dan penanganan yang tepat.