Kenali Tanda-tanda Ketika Si Dia Berbohong Padamu

Apa yang diucapkan oleh pasanganmu di mulut belum tentu sama dengan yang ada di hatinya. Namun, kamu bisa belajar mengenali beberapa kebiasaan yang kerap dilakukan oleh seseorang yang sedang mengutarakan kebohongan.

Ada beberapa tanda baik verbal (kata-kata) maupun nonverbal (bahasa tubuh) yang kerap dilakukan oleh seseorang yang sedang mencoba untuk berkata tidak jujur. Berikut penjelasannya, menurut para ahli:

Kenali Tanda-tanda Ketika Si Dia Berbohong Padamu

Kontak mata. Tiap berkomunikasi, Si Dia selalu menatap matamu. Namun, tiba-tiba dia tidak mau melakukan kontak mata atau seperti berpaling saat berbicara denganmu.

Mata diprogram untuk melihat ke arah ke mana tubuh ingin pergi. Nah, mata seorang pembohong biasanya sering melihat ke arah di mana mereka bisa pergi meninggalkan percakapan. Contohnya, melihat jam tangan, seakan-akan mereka ingin cepat-cepat pergi darimu.

Batuk ringan. Saat dalam kondisi stres seperti berbohong, tenggorokan bisa berubah menjadi lebih lembap. Nah, seorang pembohong bisa tiba-tiba mengalami batuk ringan, seperti sedang membersihkan tenggorokannya. Hal ini juga kerap membuatnya terlihat seperti sedang sulit menelan makanan.

Terlalu banyak detil. Orang yang sedang berbohong cenderung mengutarakan banyak hal yang tidak terlalu penting. Hal ini mereka lakukan untuk mengalihkan pembicaraan yang sedang terjadi.

Kontradiksi. Pada intinya, suara, kata-kata, dan bahasa tubuh kita diprogram untuk selaras. Nah, ketika kamu mendapati ketidakselarasan antara hal tersebut pada pasanganmu, itu bisa mengindikasi kalau dia berbohong. Contohnya, ketika kamu bertanya, “Kamu dari mana saja, kok, malam sekali pulangnya?” Jika dia berbohong, dia mungkin menjawab, “Aku lagi banyak kerjaan di kantor”, namun dijawab dengan nada suara yang tinggi dan dengan ekspresi wajah panik. Padahal, seharusnya dia bisa menjawabnya dengan tenang jika memang itu yang sebenarnya terjadi.

Perhatikan kakinya. Sama seperti mata, pembohong juga kerap kali memosisikan kakinya ke arah ‘pintu keluar’, di mana mereka bisa pergi dari percakapan yang membuatnya tidak nyaman.

Berpikir keras. Saat kamu bertanya kepadanya, apakah dia terlihat seperti berpikir keras untuk menjawab pertanyaanmu? Jika iya, bisa jadi dia sedang mencoba untuk membohongimu. Contohnya, sebelumnya kamu sudah pernah bertanya mengenai teman wanitanya di kantor, lalu selang beberapa waktu kamu menanyakan hal yang sama kepadanya. Jika dia terlihat lama saat berpikir, bisa jadi dia ingin mencoba berbohong. Hal ini dilakukan guna memberi jawaban yang konsisten seperti yang sudah dia utarakan sebelumnya.

Terlihat ingin menjauh darimu. Coba lihat tubuh dan kepalanya. Pembohong cenderung akan memundurkan kepala mereka ketika mengatakan sesuatu yang tidak benar. Pembohong juga sering menjauhkan tubuhnya dari lawan bicaranya. Isyarat halus ini merupakan upaya mejauhkan diri mereka dari orang yang mereka bohongi. Mereka juga takut kebohongannya ketahuan ketika berdekatan denganmu.

Tanda-tanda di atas mungkin bisa dijadikan acuan untuk mendeteksi atau berjaga-jaga menghadapi perkataan pasanganmu. Namun, kamu juga tidak boleh langsung emosi atau menghakiminya dengan berkata bahwa dia seorang pembohong ketika mendapatinya mengeluarkan tanda-tanda di atas.

Bicarakan baik-baik kepada pasanganmu jika kamu mencurigai ada kebohongan antara dirimu dan dirinya. Bisa jadi dia memiliki alasan tertentu mengapa dia melakukan hal tersebut atau justru dia memang berkata apa adanya