Kencing Berbusa, Dari Hal Sepele Hingga Serius

Kencing berbusa tidak harus ditakuti jika jarang terjadi. Namun, lain cerita jika ternyata kondisi tersebut menjadi sering.

Air seni atau urine biasanya berwarna kuning pucat hingga kuning gelap. Teksturnya pun mulus dan tidak bergelembung. Namun ternyata, ada banyak faktor yang bisa menyebabkan warna dan tekstur urine menjadi berubah. Bisa karena mengonsumsi obat tertentu atau sedang menderita penyakit.

Kencing Berbusa Dari Hal Sepele Hingga Serius - alodokter

Berbagai Penyebab Kencing Berbusa

Jika air seni yang dikeluarkan tampak berbusa, ini bisa jadi karena kandung kemih Anda penuh dengan air. Urine yang keluar kemudian menghantam toilet dengan sangat kencang hingga mengocok-ngocok air dalam kakus dan menyebabkan gelembung atau buih.

Terkadang, kencing berbusa pun bisa terjadi bila urine memadat atau mengental. Ini disebabkan apabila Anda kurang minum atau sedang mengalami dehidrasi. Obat-obatan untuk mengobati infeksi saluran kemih juga bisa membuat air seni tampak mengeluarkan busa, contohnya phenazopyridine.

Penyebab kencing berbusa lainnya adalah ejakulasi retrograde, yaitu suatu kondisi yang terjadi pada pria ketika air mani masuk ke dalam kandung kemih, bukannya dikeluarkan melalui penis. Tapi bila kencing berbusa terus-menerus terjadi, busa tidak cepat hilang, dan malah makin tampak terlihat seiring berjalannya waktu, bisa jadi itu disebabkan oleh hal lain. Misalnya, proteinuria.

Kencing Berbusa, Proteinuria, dan Ginjal

Proteinuria atau albuminuria (urine albumin) merupakan kondisi di mana jumlah kandungan protein dalam urine melebihi ambang batas. Hal tersebut dapat terjadi salah satunya jika filter ginjal yang disebut glomeruli rusak, hingga membuat protein dalam darah masuk ke dalam air seni.

Normalnya, ginjal akan menyaring air dan limbah berlebih dari darah ke dalam urine. Protein dan zat penting lain yang dibutuhkan oleh tubuh akan dibiarkan tinggal dalam aliran darah karena terlalu besar untuk melewati filter ginjal. Namun bila ginjal rusak, organ tubuh tersebut tidak dapat melakukan penyaringan sebagaimana mestinya, hingga membuat protein masuk ke dalam urine.

Proteinuria merupakan tanda-tanda penyakit ginjal kronis yang bisa diakibatkan oleh tekanan darah tinggi, diabetes, dan berbagai penyakit lain yang membuat ginjal menjadi meradang. Jika penyakit ginjal kronis terus berlanjut, hal tersebut dapat memicu terjadinya gagal ginjal stadium akhir (End-Stage Renal Disease, ESRD), dan menyebabkan ginjal gagal berfungsi sepenuhnya. Penderita gagal ginjal stadium akhir harus menerima transplantasi ginjal atau menjalani cuci darah secara rutin.

Jangan ragu untuk segera berobat ke dokter apabila kencing berbusa tidak hilang dalam beberapa hari, air seni berwarna keruh dan berdarah, serta jika Anda mengalami berbagai gejala seperti mual, kembung, muntah-muntah, nafsu makan hilang, dan kelelahan.

Untuk para pria, segera cari bantuan dokter apabila ketika orgasme hanya mengeluarkan sedikit air mani, atau bahkan tidak sama sekali. Atau jika Anda tidak berhasil mempunyai anak meski sudah berusaha selama satu tahun atau lebih.