Kepribadian Antisosial Tidak Sesederhana yang Dikira

Pengertian yang lebih baik dalam melihat sikap antisosial sebagai gangguan kepribadian menjadi lebih mudah dipahami jika dipandang dalam konteks yang lebih luas. Gangguan ini diterjemahkan sebagai sebuah pola penyimpangan perilaku dan perasaan seseorang dari norma-norma yang terus dilakukan dari waktu ke waktu yang mengarah kepada suatu kegiatan tidak berguna atau bahkan membahayakan diri sendiri.

Salah satu tanda seseorang memiliki gangguan kepribadian antisosial adalah adanya pola tindakan dalam mengabaikan dan melanggar hak-hak orang lain. Seseorang bisa dikategorikan mengalami gangguan semacam ini setelah berusia di atas 18 tahun. Namun pemberian label gangguan pribadi antisosial diberikan hanya jika memiliki riwayat gejala sebelum mereka berusia 15 tahun.

kepribadian antisosial tidak sesederhana yang dikira - alodokter

Kenapa Seseorang Bisa Bersikap Antisosial?

Untuk mengetahui kenapa seseorang menderita gangguan kepribadian antisosial tidaklah mudah. Hal ini karena penyebab gangguan tersebut sering kali tidak bersifat tunggal. Kebanyakan, gangguan antisosial didapatkan berkat kombinasi dari pikiran, emosi, dan perilaku. Kombinasi itu kemudian membuat seseorang tampil berbeda dengan orang kebanyakan alias terlihat unik.

Hal lain yang memengaruhi seseorang mendapatkan kepribadian antisosial adalah bagaimana mereka melihat, memahami, dan berhubungan dengan dunia luar. Yang tidak kalah penting adalah mengenai faktor bagaimana mereka memahami diri sendiri. Jangan lupakan juga faktor kepribadian selama masa kanak-kanak yang terbentuk baik secara genetik maupun karena pengaruh lingkungan.

Dengan kata lain, penyebab pasti dari gangguan kepribadian antisosial belum diketahui dengan pasti. Para ahli hanya menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh genetik yang membuat seseorang rentan untuk mengidap gangguan ini. Selain itu, ada perubahan cara fungsi otak yang mungkin terjadi selama proses perkembangan organ tersebut.

Beberapa faktor risiko juga mungkin menyebabkan sikap antisosial. Faktor-faktor tersebut antara lain:

  • Melewatkan masa kanak-kanak dengan ditelantarkan atau dieksploitasi.
  • Berasal dari keluarga yang mengalami gangguan kepribadian antisosial, gangguan kepribadian lainnya, atau gangguan mental.
  • Memiliki riwayat gangguan perilaku di masa kecilnya.
  • Masa kecil berada di lingkungan keluarga yang tidak harmonis atau sering menderita tindakan kekerasan.

Bisakah Antisosial Disembuhkan?

Mengingat banyak faktor yang mungkin membentuk kepribadian antisosial, timbul pertanyaan apakah gangguan perilaku ini bisa disembuhkan? Menyembuhkan gangguan ini tentu saja tidaklah mudah, namun bukanlah sesuatu yang mustahil juga. Kesulitan utama dari menyembuhkan kondisi ini adalah karena para penderita jarang meminta bantuan. Mereka merasa baik-baik saja sehingga merasa tidak membutuhkan bantuan.

Sebenarnya, terapi antisosial bisa didapatkan. Perawatan tersebut bisa berupa terapi perilaku atau psikoterapi baik yang dilakukan secara individu maupun berkelompok. Mengenai pilihan perawatan melalui pemberian obat-obatan secara khusus belum bisa dipastikan pula. Namun, mungkin saja dokter akan memberikan obat psikiatri tertentu untuk menstabilkan suasana hati. Dokter juga mungkin memberikan antipsikotik atipikal guna mengobati gejala seperti agresi impulsif.

Karena penyembuhannya relatif kompleks, maka orang-orang yang berada di sekitar penderita gangguan kepribadian antisosial sebaiknya turut memberikan dukungan. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan berkonsultasi dengan seorang spesialis. Hal ini memang tidak bisa memberikan kesembuhan secara langsung kepada penderita, namun keterampilan yang diperoleh akan diperlukan guna memahami kondisi penderita gangguan kepribadian ini sehingga bisa melindungi diri sendiri sekaligus mencegah penderita melakukan hal-hal yang merugikan.