Keracunan Obat: Ini Gejala dan Cara Mengatasinya

Keracunan obat adalah kondisi yang disebabkan oleh adanya kesalahan dalam penggunaan obat. Baik dosis yang berlebihan, maupun kesalahan dalam mengombinasikan obat.  

Keracunan obat yang disebabkan oleh salah mengombinasikan obat biasanya terjadi pada pasien yang mengonsumsi obat lebih dari satu atau polifarmasi. Hal ini dapat terjadi pada pasien usia lanjut yang mengalami beragam masalah kesehatan, sehingga memerlukan beragam jenis obat. Keracunan obat juga dapat terjadi jika obat yang diminum didampingi oleh minuman atau makanan lain yang menjadi pemicunya. Sementara, keracunan obat yang disebabkan oleh kelebihan dosis dapat terjadi secara sengaja atau tidak sengaja.

keracunan obat ini gejala dan cara mengatasinya - alodokter

Gejala Keracunan Obat

Berikut ini adalah beberapa gejala yang dapat muncul pada seseorang yang mengalami keracunan obat.
  • Sakit pada bagian dada.
  • Mual dan muntah.
  • Sakit perut dan diare
  • Kesulitan bernapas, bau napas tidak normal.
  • Pusing atau sakit kepala.
  • Kejang atau bahkan tidak sadarkan diri.
  • Batuk-batuk.
  • Bibir kebiruan.
Gejala akibat keracunan obat dapat berbeda pada setiap orang, sesuai dengan obat yang menyebabkan keracunan. Misalnya, seseorang yang keracunan opiate akan mengalami gejala dan tanda klinis seperti pupil mata mengecil atau konstriksi, napas melambat, lemas, mual, muntah, perubahan detak jantung dan menjadi kurang waspada.

Sedangkan pada keracunan obat yang disebabkan oleh kelebihan dosis, maka gejala yang muncul antara lain sakit pada bagian dada, sakit perut, diare, muntah, mual, kebingungan, dan mengantuk. Sedangkan keracunan yang cukup parah dapat menyebabkan masalah pada tekanan darah, tingkat pernapasan, suhu tubuh, dan denyut nadi. Gangguan pada denyut nadi sendiri bisa mengancam jiwa penderita.

Cara Mengatasi Keracunan Obat

Jika seseorang mengalami keracunan obat, disarankan segera menghubungi dokter agar penderita dapat mendapatkan penanganan yang tepat sebelum semakin membahayakan kondisinya. Ada pun hal yang dapat dilakukan dan tidak dilakukan sebelum paramedis datang adalah:
  • Cek denyut nadi, napas, dan jalur udara orang tersebut. Anda dapat melakukan resusitasi jantung paru atau RJP (memberikan napas buatan dan kompresi dada), jika diperlukan.
  • Jika penderita muntah dengan sendirinya, segera bungkus tangan Anda dengan kain, lalu bersihkan jalur napas atau tenggorokan dan mulut orang tersebut.
  • Sebelum paramedis datang, baringkan tubuh penderita menghadap ke kiri dan buatlah penderita berada pada posisi yang cukup nyaman.
  • Jangan biarkan atau menyuruh penderita muntah, kecuali paramedis menyarankan demikian.
  • Hindari memberikan penderita beragam makanan atau minuman yang dianggap mampu menetralisir racun, seperti cuka atau jus lemon.
  • Jika penderita tidak sadarkan diri, hindari memberikan atau memasukkan apa pun ke dalam mulutnya.
Penting bagi Anda untuk memerhatikan cara mengatasi keracunan obat dan menghindari beberapa hal yang dilarang di atas. Jika tetap dilakukan, hal tersebut dapat memperburuk kondisi penderita keracunan obat.

Jika Anda mencurigai orang di dekat Anda mengalami keracunan obat, janganlah tunggu sampai semua atau sebagian gejala muncul. Segera bawa orang tersebut ke instalasi gawat darurat di rumah sakit terdekat untuk segera ditangani.