Ketahui Informasi Tepat tentang Vaksin Demam Berdarah Dengue

Vaksin demam berdarah dengue (DBD) kini sudah bisa didapatkan di Indonesia, setelah diperkenalkan beberapa tahun silam. Walau masih dalam tahap akhir uji klinis, namun penggunaan vaksin DBD ini sangat direkomendasikan untuk menekan angka kasus DBD di Indonesia.

Saat ini vaksin DBD telah mendapat persetujuan dari Badan Pengawas Makanan dan Obat-Obatan (BPOM), terhitung sejak Desember 2016.

New Article - dengue fever vaccine_compress

Dianggap efektif dan Aman

Demam berdarah merupakan salah satu penyakit paling mematikan bagi negara-negara dengan iklim tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Kasus DBD terjadi di seluruh provinsi dan mengalami peningkatan setiap tahun. Data dari Kementrian Kesehatan RI mencatat pada tahun 2015, kasus DBD yang muncul lebih dari 120 ribu orang.

Vaksin DBD sebenarnya baru masuk fase III dari empat fase uji klinis. Namun, efektivitas dan keamanan vaksin ini sudah dianggap mencukupi. Vaksin ini dapat menurunkan risiko perawatan rumah sakit dan risiko DBD berat, serta tidak ada bukti terhadap efek samping yang berbahaya.

Virus DBD memiliki empat varian penyebab yang disebut serotipe yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4. Vaksin DBD masih tetap disarankan meski sudah terkena penyakit ini sebelumnya. Sebab, masih ada kemungkinan terkena infeksi DBD dari serotipe yang berbeda. Dengan pemberian vaksin, maka tubuh akan membentuk kekebalan terhadap serotipe virus lain yang belum pernah menularkan infeksi.

Petunjuk Penggunaan Vaksin DBD

Vaksin demam berdarah dengue diperuntukkan anak-anak dan orang dewasa dari usia 9-45 tahun. Namun, manfaat pemberian vaksin terbukti lebih efektif untuk usia 9-15 tahun.

Berikut ini petunjuk pemakaian dan dosis vaksin demam berdarah:

  • Dosis vaksin diberikan tiga kali suntikan sebanyak 0,5 mL dengan jarak waktu penyuntikan enam bulan.
  • Apabila pemberian vaksin tertunda maka dibutuhkan konsultasi dokter untuk menentukan penggantian jadwal.
  • Suntikan vaksin demam berdarah diberikan secara subkutan (lapisan bawah kulit) di lengan atas daerah deltoid.

Tidak semua orang diperbolehkan mendapatkan injeksi vaksin demam berdarah dengue. Hindari pemberian vaksin pada sejumlah kondisi berikut:

  • Ibu hamil dan menyusui.
  • Memiliki riwayat reaksi alergi parah terhadap kandungan vaksin DBD atau vaksin lainnya dengan kandungan yang sama.
  • Menunda vaksin apabila sedang demam sedang atau parah.
  • Penderita infeksi HIV baik simtomatik (dengan gejala) maupun asimtomatik (tanpa gejala).

Kehadiran vaksin DBD yang pertama ini akan membuka peluang hadirnya vaksin-vaksin demam berdarah dengue lainnya. Sekitar lima vaksin DBD lain tengah dalam proses evaluasi. Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) mengharapkan vaksin DBD tersebut dapat menekan angka penyakit DBD secara global.

Konsultasi dengan dokter mengenai kemungkinan Anda atau anggota keluarga membutuhkan vaksin DBD tersebut, dan jangan menunggu sampai Anda terkena penyakit DBD. Lakukan pencegahan DBD yang efektif dan efisien dengan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk. Misalnya, menguras bak mandi, menaburkan serbuk abate untuk mematikan jentik-jentik nyamuk, menutup penampungan air, dan menyemprotkan ruangan di dalam rumah dengan pembasmi serangga.