Ketahui Obat Kurang Darah di Sini

Kurang darah atau anemia adalah kondisi saat Anda kekurangan sel darah merah yang sehat atau hemoglobin. Hemoglobin adalah bagian utama dari sel darah merah yang berfungsi untuk mengikat oksigen. Kurang darah tidak dapat dianggap sepele. Untuk mengobatinya, sangat bergantung dengan penyebabnya. Namun, Anda dapat menggunakan obat kurang darah untuk mengatasi masalah yang Anda alami, di antaranya suplemen penambah zat besi, transfusi darah, dan suntikan vitamin B12.

Beberapa pasien yang mengalami anemia, biasanya tidak memiliki gejala. Namun ada beberapa gejala dari kurang darah yang mudah diketahui, di antaranya merasa atau mudah lelah, terlihat pucat, sesak napas, atau memiliki gangguan jantung yang memburuk.

anemia treatment

Berbagai Jenis Anemia dan Pengobatannya

Anemia memiliki teknik pengobatan yang berbeda-beda bergantung pada penyebabnya. Berikut ini beberapa jenis obat kurang darah berdasarkan penyebabnya, di antaranya:

  • Anemia karena kekurangan atau kelainan sel darah merah Sel darah merah bisa saja hilang karena perdarahan, yang seringkali bisa terjadi secara perlahan dan dalam jangka waktu yang lama, serta bisa tidak terdeteksi. Perdarahan semacam ini biasanya terjadi karena gangguan pada sistem pencernaan, seperti tukak lambung, wasir, radang lambung, infeksi dan kanker kolorektal, akibat penggunaan obat anti-inflamasi non steroid (OAINS) seperti aspirin atau ibuprofen dalam jangka panjang, komplikasi kelainan hati seperti sirosis, akibat menstruasi dan persalinan pada wanita. Beberapa gejalanya seperti pusing, kelelahan, kebingungan, sesak napas, bahkan kehilangan kesadaran. Untuk mengatasinya, Anda membutuhkan obat kurang darah seperti dengan mengonsumsi cairan, transfusi darah, oksigen, dan zat besi untuk membantu tubuh membangun sel darah merah baru. ¬†Penanganan anemia perlu didasari dengan mencari faktor pencetusnya, pada anemia akibat perdarahan dari kanker kolorektal, tindakan operasi diperlukan untuk mengangkat usus besar yang terkena kanker. Selain itu terdapat beberapa kondisi lain yang dapat menyebabkan anemia seperti: kelainan hemoglobin, thalassemia, kelainan sumsum tulang, dan anemia sel sabit. Anemia pada kondisi tersebut disebabkan oleh kelainan genetik dan penanganan secara umum bertujuan untuk meningkatkan kadar hemoglobin dan mencegah komplikasi. Jika terdapat kondisi yang menyebabkan anemia ini, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter untuk penanganan yang tepat.
  • Anemia defisiensi zat besi

    Anemia jenis ini terjadi karena kekurangan zat besi dalam tubuh. Ini adalah salah satu jenis anemia yang sering terjadi dan seringkali disebabkan oleh perdarahan. Tanpa zat besi yang cukup, tubuh Anda tidak bisa menghasilkan cukup zat dalam sel darah merah yang memungkinkan mereka membawa oksigen (hemoglobin). Akibatnya, anemia defisiensi besi dapat membuat Anda merasa lelah, mata berkunang-kunang, dan sesak napas. Untuk mendeteksi kekurangan zat besi, dokter akan menyarankan pemeriksaan yakni pemeriksaan darah lengkap, serum besi (Serum iron), Total Iron Binding-Capacity (TIBC), dan pemeriksaan morfologi darah tepi. Obat kurang darah untuk mengatasi anemia jenis ini biasanya melibatkan mengonsumsi suplemen zat besi dan membuat perubahan pada menu makanan Anda. Mengonsumsi tablet zat besi dapat menyebabkan efek samping berupa mual, konstipasi atau sulit BAB dan warna feses menjadi hitam. Selain itu, dokter bisa menyarankan untuk menyertakan segelas jus jeruk atau suplemen vitamin C saat meminum suplemen zat besi. Vitamin C dapat meningkatkan penyerapan zat besi pada tubuh Anda. Beberapa makanan yang mengandung zat besi di antaranya daging merah, jeroan, telur, sereal, roti, kacang-kacangan, biji-bijian, sayuran berdaun hijau, buah kering seperti kismis, dan masih banyak lagi.

  • Anemia defisiensi vitamin

    Anemia jenis ini dapat terjadi bila kekurangan vitamin B12 dan asam folat. Kedua vitamin ini dibutuhkan untuk membuat sel darah merah. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan anemia defisiensi vitamin di antaranya kurang makan daging (dapat menyebabkan kekurangan vitamin B12), kurang atau terlalu banyak makan sayuran (dapat menyebabkan defisiensi asam folat), kehamilan, obat-obatan tertentu, penyalahgunaan minuman beralkohol, dan lain-lainnya. Pengobatan untuk anemia jenis ini adalah dengan melibatkan suplemen makanan dan meningkatkan asupan asam folat dan vitamin B12 ke dalam makanan Anda. Vitamin B12 banyak ditemukan pada makanan seperti keju, daging, ikan, telur, dan susu. Obat kurang darah untuk mengatasi anemia jenis ini adalah suplemen vitamin B12 dan tablet asam folat.

Penyakit kurang darah atau anemia memang tidak dapat dianggap sepele dan dibiarkan. Untuk mencegah timbulnya penyakit ini, Anda disarankan untuk melakukan pencegahan, misalnya mengonsumsi makanan kaya akan zat besi  dan vitamin (seperti: asam folat, vitamin B12, dan vitamin C), pertimbangkan mengonsumsi multivitamin, dan cobalah melakukan konseling genetik jika terdapat riwayat keluarga yang menderita anemia. Bagi wanita, kebutuhan zat besi lebih tinggi karena pengaruh menstruasi dan kehamilan. Konsumsi suplemen zat besi sebagai pengobatan anemia perlu diawasi oleh dokter mengingat bahwa kelebihan zat besi juga dapat berakibat buruk bagi kesehatan. Kendati telah mengetahui obat kurang darah, Anda tetap disarankan untuk konsultasi pada dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.