Ketahui Obat Sakit Mata Belekan di Sini

Belek yang muncul dengan warna kuning atau hijau, disertai dengan rasa gatal, mata merah, dan beberapa kondisi lain merupakan tanda-tanda mata mengalami peradangan atau infeksi. Untuk mengusir ketidaknyamanan, Anda dapat menggunakan obat sakit mata belekan agar peradangan atau infeksi yang terjadi bisa teratasi.

Mata belekan saat bangun tidur merupakan hal yang wajar dan normal. Namun, mata belekan dapat menjadi pertanda adanya infeksi atau peradangan pada mata jika disertakan dengan kondisi mata yang memerah, terasa gatal, perih, penglihatan menjadi kabur, dan terasa sakit.

ketahui obat sakit mata belekan di sini- alodokter

Mata belekan yang disertai dengan tanda peradangan atau infeksi dapat diatasi dengan berbagai macam pengobatan yang bergantung pada kondisi dan penyebab. Berikut kondisi penyebab mata belekan dan obat sakit mata yang dapat diberikan.

  • Pada penderita konjungtivitis

Konjungtivitis adalah peradangan selaput yang meliputi bagian depan mata atau konjungtiva. Konjungtivitis ditandai dengan mata merah, mata berair, gatal, dan munculnya lapisan lengket atau belek pada bulu mata. Konjungtivitis sebenarnya dapat sembuh dengan sendirinya dalam jangka waktu 1-2 minggu. Namun, jika penyakit ini telah berlangsung lebih dari dua minggu atau jika peradangan yang Anda alami terasa lebih parah, maka pengobatan antibiotik melalui resep dokter dapat menjadi pilihan. Perlu diingat bahwa pemberian antibiotik hanya jika konjungtivitis disebabkan oleh bakteri.

Chloramphenicol merupakan pilihan golongan antibiotik yang biasa diberikan pada penderita konjungtivitis. Antibiotik chloramphenicol berbentuk tetes mata, khusus mengatasi konjungtivitis akibat infeksi bakteri. Sedangkan untuk salep, dapat menggunakan asam fusidic. Asam fusidic aman untuk digunakan oleh anak-anak, orang tua, dan wanita hamil. Untuk keamanan, Anda bisa berkonsultasi kepada dokter mata untuk mendapatkan dosis dan cara pakai yang tepat.

  • Penderita keratitis

Keratitis merupakan peradangan atau inflamasi yang terjadi pada kornea mata. Cedera mata atau adanya infeksi pada kornea mata ini menyebabkan mata menjadi merah, mata berair dan belekan terus-menerus, perih, terasa ada yang mengganjal pada mata, kelopak mata sulit terbuka, hingga mata sensitif terhadap cahaya.

Jika keratitis diakibatkan oleh infeksi, maka Anda dapat menggunakan obat tetes mata antivirus, antibiotik, atau salep antijamur. Jika dibutuhkan, dokter bisa memberikan Anda obat oral (minum) untuk mengatasi infeksi akibat virus, bakteri, dan jamur.

  • Penderita mata kering

Mata kering terjadi saat mata tidak mampu memproduksi air mata dengan baik. Normalnya, seiring pertambahan usia, produksi air mata akan berkurang secara alami. Khususnya bagi wanita, mata kering lebih mungkin terjadi menjelang masa menopause. Adapun tanda-tanda mata kering adalah mata merah, gatal, sakit, kering, dan munculnya selaput lendir di sekitar mata.

Untuk mengatasinya, bisa menggunakan obat tetes mata yang mengandung humektan, yaitu zat yang membantu mempertahankan kelembapan pada mata. Obat tetes mata khusus ini juga mengandung kalium (elektrolit). Sebagai alternatif, obat tetes mata cyclosporine dapat direkomendasikan oleh dokter untuk mengatasi peradangan pada mata kering akibat keratokonjungtivitis sicca atau sindrom mata kering. Penggunaan cyclosporine bermanfaat untuk meningkatkan produksi air mata.

Sebelum menggunakan obat sakit mata belekan, Anda dapat melakukan perawatan sendiri di rumah agar mata merah, belek mata, dan rasa gatal yang timbul dapat mereda. Upaya ini bisa dilakukan dengan mengompres mata menggunakan kompres dingin dan hangat. Perhatikan perbedaannya, kompres dingin dianjurkan untuk peradangan yang disebabkan oleh alergi, sedangkan untuk peradangan yang disebabkan infeksi akan disarankan untuk menggunakan kompres hangat. Gunakan kompres yang berbeda untuk tiap mata.

Jika obat sakit mata belekan dan kompres belum mampu menghilangkan gangguan mata akibat peradangan atau infeksi, maka dianjurkan untuk berkonsultasi lebih lanjut kepada dokter spesialis mata guna mendapatkan penanganan yang tepat.