Ketika Mimpi Buruk Terus Menghantui

Sebagian besar orang pernah mengalami mimpi buruk. Tidak hanya anak-anak, orang dewasa pun dapat mengalaminya. Lalu apa yang dimaksud dengan mimpi buruk?

Mimpi buruk adalah mimpi yang mengganggu karena memunculkan perasaan negatif, seperti rasa takut atau cemas. Bukan mustahil bahwa mimpi buruk bisa berdampak hingga tahap mengganggu kehidupan seseorang.

ketika mimpi buruk terus menghantui - alodokter

Reaksi Fisik

Ketika mengalami mimpi buruk saat tidur, seseorang bisa bereaksi secara ekstrem, seperti menjerit atau berteriak. Mimpi buruk semacam ini dapat meningkatkan detak jantung dan memicu keluarnya keringat.

Tidak jarang mimpi buruk membuat seseorang terbangun dari tidur, dan mimpi tersebut dapat diingat dengan jelas. Setelah terbangun dari mimpi buruk, umumnya akan sulit untuk kembali tidur.

Mimpi buruk semacam itu tidak kenal usia, meski anak-anak cenderung lebih banyak mengalaminya. Anak mulai mengalami mimpi buruk pada usia 2-5 tahun. Namun berdasarkan sebuah penelitian, anak-anak pada kisaran usia 7-9 tahun merupakan yang paling banyak mengalami mimpi yang mengganggu tersebut.

Pada orang dewasa, mimpi buruk juga terjadi secara bervariasi. Ada yang sangat jarang dan ada juga yang mengalaminya tiap minggu. Sebuah studi literatur melaporkan bahwa sekitar 85 persen orang dewasa mengalami mimpi buruk pada sekitar setahun yang lalu. Sementara itu, 8-29 persen mengalami mimpi buruk tiap bulan dan sisanya mengalami mimpi buruk tiap minggu.

Kenapa Mimpi Buruk Muncul?

Pemicu terjadinya mimpi buruk berbeda-beda pada tiap orang. Stres merupakan salah satu faktor yang banyak ditemukan. Tekanan semacam ini bisa berasal dari masalah sehari-hari hingga peristiwa luar biasa, seperti pindah rumah hingga kematian pasangan.

Kemudian, berkurangnya waktu tidur juga dapat memicu mimpi buruk. Sementara itu, beberapa orang diketahui mengalami mimpi buruk setelah mengalami peristiwa traumatis bagi dirinya sendiri, seperti kecelakaan, cedera, dan lain-lain.

Jika Anda mengonsumsi obat tertentu dan mengalami mimpi buruk, mungkin saja hal itu berkaitan. Obat untuk tekanan darah, obat penyakit Parkinson, antidepresan dan amphetamines diduga dapat menjadi pemicu mimpi buruk.

Jangan remehkan aktivitas sebelum tidur. Menonton film atau membaca buku seram sebelum tidur juga dapat memicu mimpi buruk. Selain itu, makan terlalu larut malam juga dapat memacu metabolisme dan otak menjadi lebih aktif saat tidur.

Langkah Mengatasi Mimpi Buruk

Dalam mengatasi mimpi buruk, perlu diketahui penyebabnya. Perubahan sikap terbukti efektif mengatasi mimpi buruk yang disebabkan oleh depresi, kecemasan, atau pascatrauma. Selain itu, mimpi buruk akibat trauma juga dapat dibantu dengan terapi imagery rehearsal yang dilakukan oleh dokter . Sedangkan mimpi buruk yang disebabkan oleh obat-obatan tertentu, dapat diatasi dengan perubahan dosis atau mengganti jenis obat.

Beberapa langkah sederhana dapat dilakukan untuk membantu mengurangi frekuensi mimpi buruk. Misalnya dengan mengatur pola tidur yang lebih teratur dan berolahraga secara rutin karena mampu menekan kecemasan dan stres.

Kondisi yang Membutuhkan Bantuan Ahli

Mimpi buruk dianggap sebagai permasalahan yang harus segera ditangani oleh ahli medis, yaitu jika:

  •  Mengganggu jumlah waktu tidur.
  • Mimpi buruk sering terjadi.
  • Menyebabkan stres berkepanjangan.
  • Menyebabkan ketakutan untuk tidur.
  • Mengganggu aktivitas pada siang hari.

Penanganan oleh dokter atau psikiater, biasanya berupa terapi yang bertujuan mengatasi kejadian menakutkan dalam mimpi buruk yang dialami. Terapi juga sekaligus diharapkan dapat menekan frekuensi kemunculan mimpi tersebut. Jika dirasa perlu, dokter dapat meresepkan obat yang dapat membantu.

Tips Tidur Nyaman

Tiap orang memiliki rutinitas yang berbeda menjelang waktu tidur. Namun jika Anda kerap mengalami mimpi buruk, ada baiknya mempraktikkan beberapa hal seperti di bawah ini:

  • Mandi air hangat.
  • Mempraktikkan teknik relaksasi, meditasi, atau mengatur pernapasan.
  • Pastikan tempat tidur bersih dan nyaman.
  • Hindari bekerja atau aktivitas yang dapat menyebabkan stres di tempat tidur.
  • Hindari minuman keras, kafein, atau nikotin, terutama menjelang waktu tidur.

Jangan anggap remeh mimpi buruk, terutama jika sangat mengganggu dan berdampak pada aktivitas sehari-hari Anda. Bicarakan dengan dokter untuk mencari tahu penyebab sekaligus cara mengatasinya. Iringi dengan pola hidup sehat untuk mendapatkan hasil terbaik.