Ketoasidosis Alkoholik

Pengertian Ketoasidosis Alkoholik

Ketoasidosis alkoholik adalah kondisi ketika terjadi penumpukan benda keton di dalam darah. Benda keton sebenarnya merupakan zat bentukan sisa-sisa pembakaran lemak di dalam tubuh sebagai upaya untuk menghasilkan energi. Penumpukan asam keton bisa menyebabkan beberapa gejala, seperti:

  • Hilang nafsu makan
  • Gerakan menjadi lamban
  • Mual
  • Muntah terus menerus
  • Sakit perut
  • Badan terasa lelah
  • Pusing
  • Sering merasa haus
  • Terlihat resah dan gelisah
  • Terlihat bingung
  • Napas menjadi cepat, dalam, dan tidak teratur (pernapasan Kussmaul)
  • Penurunan tingkat kewaspadaan
  • Koma
ketoasidosis alkoholik - alodokter

Ketoasidosis alkoholik merupakan kondisi serius yang berisiko menyebabkan kematian. Oleh karena itu, apabila Anda mengalami gejala-gejala seperti di atas atau melihat seseorang mengalaminya, segera tangani di rumah sakit.

Penyebab Ketoasidosis Alkoholik

Konsumsi minuman beralkohol berlebihan dalam jangka panjang adalah penyebab ketoasidosis alkoholik. Seseorang yang mengalami kecanduan minuman beralkohol cenderung untuk mengabaikan waktu makan. Selain itu, konsumsi minuman beralkohol yang tidak terkendali sering menyebabkan muntah-muntah.

Kekurangan asupan makanan yang diperparah oleh muntah-muntah menyebabkan tubuh mengalami kelaparan yang menyebabkan produksi insulin berkurang dan berakibat pada defisiensi energi. Selanjutnya tubuh akan otomatis membakar lemak secara terus-menerus untuk mensuplai energi bagi tubuh. Pembakaran lemak secara terus-menerus inilah yang memicu penumpukan asam keton dan mengarah kepada penyakit ketoasidosis.

Diagnosis Ketoasidosis Alkoholik

Seseorang bisa dicurigai dokter menderita ketoasidosis alkoholik jika gejala yang pasien rasakan dan tingkat kecanduan minuman kerasnya mengarah kepada kondisi tersebut. Namun untuk lebih memastikannya, dokter akan menyarankan prosedur pemeriksaan lanjutan yang meliputi:
  • Pemeriksaan kadar keton di dalam urine
  • Pemeriksaan kadar alkohol di dalam darah
  • Pemeriksaan kadar oksigen di dalam darah
  • Pemeriksaan kadar elektrolit
  • Pemeriksaan platelet darah
  • Pemeriksaan kadar sel darah merah dan putih
  • Tes toksikologi untuk mendeteksi racun
  • Pemeriksaan zat-zat kimia lainnya di dalam darah

Pengobatan Ketoasidosis Alkoholik

Seseorang yang menderita ketoasis alkoholik harus mendapatkan perawatan di rumah sakit. Di rumah sakit, pasien akan diberikan cairan infus, nutrisi, serta vitamin untuk mengganti cairan dan nutrisi tubuhnya yang hilang. Pada prinsipnya, terapi penanganan ketoasidosis alkoholik utamanya mengatasi:
  • Penurunan cairan ekstraseluler
  • Penurunan glikogen (gula otot)
  • Perbaikan rasio NADH dengan NAD+
Oleh karena itu, cairan infus yang diberikan biasanya berupa larutan garam fisiologis dan cairan gula (dextrose). Pemberian obat untuk mencegah efek samping kecanduan minuman beralkohol juga kemungkinan akan dilakukan.

Selain itu, dokter akan rutin memantau napas, tekanan darah, dan detak jantung pasien. Tes darah juga akan dilakukan secara rutin agar perkembangan kondisi pasien bisa diketahui. Perujukan pasien ke ruang rawatan intensif (Intensive Care Unit) bisa dilakukan jika dirasa perlu.

Komplikasi Ketoasidosis Alkoholik

Komplikasi yang muncul dari ketoasidosis alkoholik dinilai berbahaya karena berisiko mengancam nyawa seseorang. Beberapa contoh komplikasi tersebut di antaranya:
  • Pendarahan pada sistem saluran pencernaan
  • Pneumonia
  • Radang pankreas
  • Kejang
  • Koma