Tanya Dokter

  • Buang air kecil terasa nyeri disertai pengeluaran keputihan

  •  ranisyifa
    Anggota

    dok, sy sudah 3 hari BAK terasa nyeri, dan sering beser dok bulak balik ke toilet, dan sy juga udh seminggu keputihan cair gtu banyak smpe daleman basah, berbau besi dok..

    Halo ranisyifa,

    Sering buang air kecil bisa merupakan reaksi alami tubuh, misalnya pada saat seseorang mengkonsumsi lebih banyak air atau saat sedang cemas, namun bila disertai rasa nyeri perlu dipikirkan kemungkinan lainnya seperti:

    • infeksi saluran kemih, penyebab paling umum terutama pada wanita, dapat disertai nyeri, demam, mual, anyang-anyangan. Infeksi saluran kemih dapat disebabkan oleh infeksi dalam keputihan karena posisi uretra wanita berdekatan dengan vagina sehingga infeksi dapat menyebar.
    • radang atau batu di kandung kemih atau di saluran kemih, disertai gejala nyeri saat buang air kecil, ada darah dalam urin, warna urin berubah, BAK tersendat, dsb
    • iritasi atau luka pada vagina
    • penyakit radang panggul, dapat disertai nyeri saat berhubungan, nyeri perut bawah

    Setiap wanita pernah mengalami keputihan. Keputihan yang normal umumnya ditandai dengan warna bening atau sedikit keputihan, tidak berbau, dan tidak disertai rasa gatal pada vagina. Seringkali keputihan tanda awal atau akhir dari menstruasi. Jika keputihan yang anda alami berbeda dari tanda dan gejala tersebut, maka perlu dicurigai penyakit seperti:

    • bacterial vaginosis, keputihan berbau amis, warna keabu-abuan
    • kandidiasis (akibat infeksi jamur), keputihan lebih kental, putih kekuningan, konsistensi seperti keju lunak, dan umumnya sangat gata
    • trikomoniasisditandai dengan sekret hijau, berbau, gatal, kemerahan pada mulut vagina
    • keganasan mulut rahim (kanker serviks), dipengaruhi oleh riwayat penyakit mulut rahim di keluarga, 
    • infeksi gonore/chlamydia, dapat disertai nyeri pada tulang panggul, nyeri berkemih
    • keganasan mulut rahim (kanker serviks), akibat infeksi virus HPV, dapat disertai darah. Faktor resiko utama adalah berganti-ganti pasangan seksual

    Untuk mengetahui diagnosis yang lebih pasti, tentunya yang terbaik adalah berkonsultasi tatap muka dengan dokter agar dapat diperiksa secara menyeluruh. Bila perlu dokter dapat menyarankan pemeriksaan penunjang seperti cek urin, mengambil sampel keputihan, USG perut, dan bila anda sudah aktif berhubungan seksual, dapat dilakukan pemeriksaan IVA test dan Pap smear untuk screening kanker serviks. Penanganan akan disesuaikan dengan hasil diagnosa, misalnya bila terbukti disebabkan oleh infeksi bakteri/jamur, akan diberikan antibiotik yang harus dihabiskan.

    Beberapa anjuran lain yang sekiranya dapat membantu:

    • Jaga kebersihan vagina. Ganti celana dalam minimal 2 kali sehari, gunakan bahan yang menyerap keringat seperti katun dan tidak terlalu ketat,
    • Hindari penggunaan panty liner bila tidak perlu
    • Cara membersihkan vagina yang tepat adalah dengan air bersih dari arah depan ke belakang dan lap kering dengan tissue setelahnya.
    • Beberapa penyebab infeksi adalah bagian dari penyakit menular seksual (PMS). Bila anda sudah aktif berhubungan seksual, hindari berganti-ganti pasangan dan minta pasangan untuk menggunakan kondom saat berhubungan. Bila pasangan memiliki gejala pada alat genitalia atau memiliki riwayat berganti-ganti pasangan, disarankan untuk memeriksakan diri juga ke dokter.
    • Minum air lebih banyak, minimal 6-8 gelas per hari
    • konsumsi makanan bergizi secara teratur
    • Kelola faktor stres

    Anda dapat membaca artikel terkait: cara mengatasi keputihan, keputihan yang mengganggunyeri BAK

    Semoga informasi ini bermanfaat.

    Salam, dr. Delvira