Tanya Dokter

  • usia kandungan 40 minggu 2 hari dan belum melahirkan

  •  Sri Setyawati
    Anggota

    d0c, . .usia kandungan 38-39 janinq hanya pux berat 2,6kg. .n blm msk panggul d0kter menyarankan cs. . .kmren pmeriksa an terakhr 40 mggu kpla byi msh g0yang krna byix kcl kt bdan n tempatx luas. .smpe skrg usia kndgan sya 40 mggu 2hr tp blm ad tand2. .gmana d0c. .sy ingn lhr n0rmal. . .k0ndsi sya n baby bk2 sja . .in khmiln ank pertma jd blm brpglman

    Sri Setyawati  dr. Lina Saleh
    Dokter

    Selamat malam, Normalnya persalinan terjadi pada minggu 37-42 minggu, yaitu waktu dimana usia kandungan sudah 'matang' dan siap untuk dilahirkan, disebut dengan kehamilan aterm (sesuai waktu). Jika persalinan terjadi sebelum usia kandungan 37 minggu, disebut dengan kehamilan/persalinan preterm (sebelum waktu nya). Sebaliknya jika lebih dari 42 minggu maka disebut dengan kehamilan/persalinan postterm (melewati waktu nya). Terdapat beberapa definisi yang disebut dengan kehamilan postterm. Jika kehamilan lebih dari 41 minggu lebih 3 hari, atau jika kehamilan terus terjadi hingga 10 hari melewati tanggal perkiraan kelahiran. Kedua kondisi tersebut dapat dinyatakan postterm. Usia kandungan didapat berdasarkan perkiraan dengan menggunakan rumus hitung dari hari pertama masa haid terakhir (HPHT) sebelum seseorang dinyatakan hamil. Bisa juga didapat saat melakukan USG pada masa awal kehamilan, yaitu masa trimester pertama (minggu ke 11-14), maka perhitungan usia kandungan akan lebih akurat, dibandingkan jika menghitung berdasarkan HPHT atau berdasarkan USG pada saat trimester 2 atau 3. Kondisi kehamilan post term tidak diketahui pasti apa penyebabnya, namun sering terjadi pada beberapa wanita hamil. Namun sering kali juga bahwa hal tersebut bukan kondisi post term 'sebenarnya' karena mungkin perhitungan atau peerkiraan usia kandungan yang kurang tepat sehingga terhitung beberapa minggu lebih lama dari usia sesungguhnya. Beberapa faktor resiko yang mungkin berkaitan dengan kejadian kehamilan post term adalah pada kondisi :

    • Kehamilan sebelumnya dengan riwayat post term juga, maka kemungkin berulang.
    • Primigravida, atau Kehamilan pertama kali
    • Masa indeks tubuh ibu tinggi
    • Tinggi nya berat badan sebelum hamil dan Peningkatan pertambahan berat badan setelah hamil
    • Berkaitan dengan usia ibu yang sudah lanjut.
    Pada kondisi usia sudah 40 minggu, biasanya dokter akan memeriksa dari USG mengenai kondisi bayi, kondisi plasenta, letak bayi dan posisi kepala bayi. Juga akan melakukan pemeriksaan vagina, untuk menilai beberapa indikator persalinan normal, seperti kekakuan dan pemenedekan cerviks atau leher rahim. Menurut guidelines yang ada, dinyatakan bahwa sebaiknya jika kehamilan sudah 10 hari melewati batas perkiraan kelahiran atau usia kehamilan sudah memasuki 41 minggu, sebaiknya segera dilahirkan sebelum usia mencapai 42 minggu. Dapat melalui cara Seksio Caesar (SC) ataupun melalui persalinan normal dengan induksi kelahiran. Indukasi kelahiran dapat dengan obat untuk menginduksi pematangan cerviks, dan induksi untuk memicu kontraksi dinding rahim. Namun di guide lines juga mengatakan bahwa jika ingin menunggu diperbolehkan, asal dengan observasi ketat kondisi janin selama waktu-waktu tersebut. Resiko yang dikhawatirkan pada proses persalinan, baik untuk ibu maupun bayi, pada kehamilan postterm (>41 minggu) adalah beberapa hal berikut :
    • Resiko bayi :
      • Resiko kematian bayi meningkat lebih besar pada kehamilan post term
      • Resiko aspirasi mekonium (mekonium adalah tinja pertama bayi,yang dapat mengotori cairan ketuban kemudian terhirup oleh bayi)
      • Resiko bayi mengalami hipoglikemia,kejang,infeksi
      • Pada kehamilan postterm, Fungsi plasenta mulai menurun, sehingga dapat berakibat berkurangnya pasokan nutrisi dan oksigen ke bayi, dapat menurunkan kondisi bayi.
      • Jumlah cairan ketuban juga semakin berkurang
      • Menigkatnya resiko terjadi cerebral palsy pada bayi
    • Pada ibu :
      • Meningkatkan resiko kematian ibu
      • Meningkatkan resiko komplikasi persalinan, seperti infeksi, perdarahan, dan lain-lain
      • Resiko operasi SC meningkat dibanding pada usia kehamilan aterm
    Maka dari itu, anda sebaiknya berkonsultasi kembali dengan dokter yang merawat anda, anda dapat menanyakan segala yang meragukan bagi anda. Komunikasi kan dan diskusi kan dengan dokter anda, sehingga dapat memilih jalan  yang terbaik untuk anda, apakah operasi SC, atau dapat dengan induksi atau menunggu sambil memantau ketat. Sekian informasi yang dapat saya berikan, semoga dapat membantu.

    Sri Setyawati  Fani Addjach
    Anggota

    kenapa tidak semua pertanyaan dibalas,piih2 dalam menjawab pertanyaan?  kecewa tidak dapat jwaban dr dokternya, padahal sudah 2 x tanya, dan no respon apa ada yg salah dgn pertanyaan saya, mohon penjelasan.