Tanya Dokter

  • Kaitan stroke dengan pikun

  •  Nur Hiqmah
    Anggota
    Siang Dokter . Saya mau bertanya mengeni kondisi ayah saya .Sekitar dua bulan lalu ayah saya terkena Strok ringa . Umur ayah saya 85 tahun Dokter .Alhmdulillah sekarang strok ringannya sudah membaik . Namun masih tersa keram di sebelah kanan bagian kaki dan tangan. Membuatnya kurang nyaman . Tapi yg saya pertanyakan setelah strok ringan ingatan ayah kurang baik (pelupa ) . Seperti kalau di ajak keluar kota dia lupa apa nama tempatnya . Banyak hal yg baru2 dia lupa dan justru hal yg bertahun2 dia ingat sekali . Tolong penjelasannya dokter

    Halo Nur, terima kasih untuk pertanyaannya.

    Kondisi yang dialami ayah Anda kemungkinan termasuk demensia. Demensia adalah suatu sindrom yang berkaitan dengan penurunan kemampuan fungsi otak, seperti berkurangnya daya ingat, menurunnya kemampuan berpikir, memahami sesuatu, melakukan pertimbangan, memahami bahasa, serta menurunnya kecerdasan mental. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko terkena demensia, diantaranya:

    • Pertambahan usia, kondisi ini banyak ditemui pada orang lanjut usia (>65 tahun)
    • Riwayat keluarga memiliki kondisi yang sama
    • Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol
    • Depresi
    • Diabetes, obesitas
    • Hipertensi, kadar kolesterol yang tinggi
    • Aterosklerosis (penumpukan lemak pada dinding arteri)
    • Sleep apnea, dan lain-lain

     

    Selain karena faktor usia, adanya riwayat stroke pada ayah Anda menandakan adanya faktor resiko lainnya (seperti telah terjadi aterosklerosis, hipertensi, atau diabetes) sehingga lebih rentan untuk terkena demensia, terutama demensia vaskular (dimana terjadi gangguan pada pembuluh darah otak). Selain demensia, beberapa kondisi berikut juga dapat menimbulkan gejala penurunan daya ingat yaitu:

     

    Untuk memastikan kondisi ayah Anda apakah masih termasuk normal/tidak dibutuhkan evaluasi lebih lanjut. Oleh karena itu, disarankan agar Anda memeriksakan ayah Anda ke dokter spesialis saraf. Dokter akan melakukan pemeriksaan langsung, pemeriksaan tes kemampuan kognitif (berupa MMSE), dan pemeriksaan penunjang lainnya. Dokter kemudian akan memberikan penanganan yang sesuai. 

    Sekian, semoga membantu.

    dr. Sonia L