Tanya Dokter

  • Air perasan lemon buat asam lambung

  • Aman tidak dok punya asam lambung minum perasan lemon hangat tiap pagi

    Hai Ynned,

    terimakasih telah bertanya ke Alodokter.

     

    Peningkatan asam lambung penyebabnya ada banyak, salah satunya adalah karena GERD (gastroesophageal reflux disease), atau refluks asam lambung ke esofagus. Kondisi ini terjadi jika katup yang membatasi antara lambung dengan esofagus bagian bawah (lower esophageal sphincter) mengalami inkompetensi sehingga gagal menutup dengan sempurna.

    Mengkonsumsi lemon bisa berefek baik atau justru buruk pada penderita GERD. Perbedaan ini tergantung dari seberapa banyak Anda mengkonsumsinya.

    Meski bersifat asam, mengkonsumsi sedikit lemon secara teratur diketahui bisa menimbulkan membasakan asam lambung saat bercampur dengan air. Selain itu, mengkonsumsi lemon bisa juga membantu meningkatkan pembakaran lemak berlebih sehingga mengatasi kegemukan, yang merupakan salah satu faktor pencetus GERD. Lebih lanjut, lemon juga banyak mengandung antioksidan yang berguna untuk melindungi kerusakan sel akibat refluks asam lambung.

    Untuk mencapai efek yang menguntungkan bagi penderita GERD, Anda bisa mengkonsumsi lemon dengan cara mencampurkan sesendok perasan lemon dengan 8 ons air, kemudian minum 20 hingga 30 menit sebelum makan.

    Akan tetapi, berkebalikan dari itu, mengkonsumsi perasan lemon secara berlebihan atau tanpa mencampurkannya dengan air justru bisa membuat keluhan Anda bertambah parah.

    Selain itu, sebagaimana telah dikemukakan di atas, peningkatan asam lambung bisa disebabkan oleh banyak kondisi. Selain GERD, kondisi ini bisa juga dipicu oleh gastritis, tukak lambung, pankreatitis, kolangitis, dan sebagainya. Tidak semua kondisi ini bisa diatasi dengan mengkonsumsi lemon. Jadi, sebaiknya tetap konsultasikan dulu ke dokter sebelum melakukan perawatan sendiri di rumah ya..

     

    Artikel berikut mungkin berguna bagi Anda:

    Can you use lemon water to treat acid reflux?

    GERD

     

    Semoga membantu.

     

    dr. Nadia Nurotul Fuadah