Tanya Dokter

  • Penyebab nyeri kepala dan nyeri telinga

  •  nadiana
    Anggota

    saya nadia, umur 16thn, jadi gini dok  3 minggu terakhir ini saya sering sakit kepala bukan pusing tapi nyeri, telinga bagiam dalam juga sakit kadang selang seling kanan atau kiri kadang dua2nya, juga terkadang cuma telinganya yg sakit atau cuma kepalanya yang sakit atau malah bebarengan.

    saya sudah ke 3 dokter

    1.dokter umum bilang itu infeksi saluran pendengaran

    2. dokter THT bilang itu alergi dingin dan debu karna kalo dingin/ada debu saya bersin 2-3 kali dan pilek(jarang). telinga saya tdk ada masalah (keluar cairan/ kemasukan binatang) apalagi infeksi

    3.dokter umum, karena setelah priksa2 tsb tidak ada perubahan dan disaat tdk dingin dan tidak berdebu pun kepala dan telinga saya sakit dokter ke-3 ini menyarankan saya utk CT scan

    jadi gimana dok? apa saya harus CT scan? sebenarnya gejala alergi dingin itu apa aja sih dok? sakit kepala itu biasanya disebabkan oleh apa? apa boleh minum peracetamol/ asam mefenamat rutin (setiap malam misalnya) ?

    Hai nadiana,

    Terimakasih telah bertanya ke Alodokter.

     

    Nyeri kepala dan nyeri telinga bisa terjadi karena satu sebab yang sama ataupun berbeda. Berikut beberapa kemungkinan penyebabnya:

    • Penyebab nyeri kepala:
      • Nyeri kepala primer, misalnya karena:
        • Migrain
        • Nyeri kepala cluster
      • Nyeri kepala sekunder, misalnya karena:
        • Infeksi (termasuk otitis, sinusitis, flu, demam dengue, demam tifoid)
        • Hipertensi (tekanan darah tinggi)
        • Hiperkolesterolemia (kolesterol darah tinggi)
        • Tumor otak
        • Cidera kepala atau leher
        • Gangguan refraksi mata (misalnya rabun jauh, silinder), dan sebagainya
    • Penyebab nyeri telinga:
      • Corpus alinenum (kemasukan benda asing)
      • Otitis eksterna (radang telinga luar)
      • Tinnitus (telinga berdengung)
      • Cerumen impakta (penumpukan kotoran telinga)
      • Efek samping obat
      • Mastoiditis (infeksi tulang belakang telinga)
      • Tumor otak, dan sebagainya

    Bisa Anda lihat dari penjabaran kami di atas, sangat banyak kemungkinan penyebab dari keluhan Anda. Hal ini jugalah yang kemungkinan menyebabkan perbedaan pada diagnosis dokter. Guna memastikan, mana persisnya penyebab dari keluhan yang Anda alami, selain pemeriksaan fisik, diperlukan juga pemeriksaan penunjang, seperti laboratorium, rontgen, CT scan, atau MRI. Jadi, sebaiknya Anda kembali memeriksakan keluhan Anda ke dokter ya.. Hindari konsumsi obat pereda nyeri (seperti paracetamol, asam mefenamat) jangka panjang tanpa pengawasan dokter, karena bisa menimbulkan efek samping, misalnya perdarahan saluran cerna, peningkatan asam lambung, dan gangguan perdarahan lainnya.

    Alergi dingin bisa juga menimbulkan rasa tidak nyaman di telinga dan kepala. Namun, kondisi ini umumnya akan disertai juga dengan berbagai keluhan lainnya, seperti hidung berair atau tersumbat, batuk, pilek, bersin-bersin, dan sebagainya.

    Sebagai langkah awal, Anda bisa lakukan tips berikut:

    • Sementara, Anda bisa mengkonsumsi obat pereda nyeri (misalnya paracetamol) untuk mengurangi rasa tidak nyaman di kepala ataupun telinga
    • Perbanyak istirahat 6-8 jam sehari
    • Jangan mengorek-ngorek telinga berlebihan
    • Hindari kafein, makanan tinggi garam, tinggi kolesterol
    • Biasakan makan teratur
    • Jangan stres atau cemas berlebihan
    • Rajin berolahraga
    • Hindari rokok, alkohol, dan obat terlarang

    Semoga membantu ya..

     

    dr. Nadia Nurotul Fuadah