Tanya Dokter

  • Apakah reaksi alergi saya yang kambuh disebabkan berhenti menggunakan obat anti alergi?

  •  syahliakbar
    Anggota

    Salam dok, saya pria 22th, awal september kemarin kena sesak nafas katanya akibat alergi makanan, debu, dll, sempat disuntik alergi dan vaksin seminggu 2x suntik dan harus rutin sampai beberapa bulan, tapi karena kesibukan saya mulai januari sudah gak pernah suntik alergi lagi, nah mulai mei awal saya kena gatal seperti biduran alhamdulillah untuk sesaknya sudah hilang, sudah saya kasih obat grafaclor dan cetirizine tapi cuma hilang sehari gatalnya setelah itu muncul dan gatal lagi esoknya. Saya tdk tau pemicunya apa, apakah ini efek karena saya sudah tdk suntik alergi lagi dok? Mohon solusinya terima kasih

    syahliakbar  dr. Rico N
    Dokter

    Hai Akbar, Biduran/ urtikaria  merupakan reaksi gatal dan ruam pada kulit yang paling sering disebabkan oleh alergi.  Selain kontak dengan pemicu alergi (baik yang dihirup, seperti debu,asap, dll; ataupun dimakan, seperti kacang, seafood, dll), biduran juga dapat dicetuskan oleh : - Obat-obatan - Zat aditif atau bahan tambahan makanan, seperti pemanis, pewarna, dll - Infeksi - Gigitan serangga - Faktor lingkungan : cuaca, udara, air, sinar matahari - Stress Untuk mencegah munculnya biduran, sangat disarankan untuk mengidentifikasi penyebab alergi atau faktor pencetusnya, yaitu dengan melakukan tes alergi ke laboratorium. Jika penyebab/pencetus biduran telah diketahu, maka Anda dapat menghindari faktor pencetus tersebut, sehingga gejala biduran tentu saja akan menghilang. Meskipun biduran sering kali cukup diobati dengan obat antihistamin, namun sangat tidak disarankan meminum obat tanpa resep dokter karena dapat terjadi kesalahan dalam meminum obat sehingga menyebabkan kurang efektifnya pengobatan atau bahkan memunculkan efek samping. Grafaclor merupakan obat kortikosteroid, yang hanya diberikan untuk mengurangi gejala biduran yang parah, dan sangat tidak disarankan dikonsumsi jangka panjang karena dapat menimbulkan efek samping berupa : hipertensi, diabetes, katarak, glaukoma, peningkatan berat badan, dan lain-lain. Cetirizine merupakan antihistamin, yang bekerja mengurangi gatal, merupakan obat pertama bagi biduran, namun tidak dapat menghentikan biduran yang parah. Untuk mengetahui penyebab dan mengobati biduran Anda, sangat disarankan untuk menemui dokter kulit terdekat. Dokter akan melakukan wawancara mengenai riwayat penyakit, diharapkan Anda dapat menyampaikan dengan detil keluhan dan pengobatan sendiri yang telah dilakukan. Lebih lanjut, dokter mungkin menyarankan pemeriksaan lain, seperti tes darah, tes alergi, dll. Beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah atau meredakan biduran, yaitu : - hindari menggaruk biduran - mandi dengan air suam kuku (hangat) - gunakan pakaian longgar dari bahan yang tidak mengiritasi - gunakan losion penyejuk - gunakan jaket/ pakaian yang cukup hangat bila akan keluar pagi/ malam hari - minum air hangat Agar lebih memahami tentang biduran, artikel lengkap dapat di klik di sini Demikian yang dapat saya jawab, semoga membantu. dr. Rico Novyanto